SENTANI – Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura menyatakan kawasan Jalan Bongge yang belakangan viral di media sosial belum masuk dalam daftar resmi destinasi wisata di Kabupaten Jayapura.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui kawasan tersebut mulai menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata baru.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura memiliki 115 destinasi wisata yang telah terdata. Namun, Jalan Bongge belum termasuk dalam daftar tersebut karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.
“Untuk saat ini Jalan Bongge memang belum masuk dalam 115 destinasi wisata yang telah terdata. Kami masih akan melihat perkembangan kunjungan wisatawan, aksesibilitas, serta potensi kawasan tersebut sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata,” kata Elisa.
Ia menjelaskan, apabila kawasan tersebut memenuhi berbagai aspek pendukung, Dinas Pariwisata akan memasukkannya ke dalam program pengembangan destinasi wisata, termasuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang.
Menurut Elisa, meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Bongge tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik. Kondisi tersebut membuat lokasi yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai jalan penghubung kini mulai ramai dikunjungi masyarakat.
“Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur jalan, kawasan itu kini menjadi ramai. Tugas Dinas Pariwisata adalah melihat potensi tersebut dan mendorong pengembangannya melalui program-program yang kami miliki,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata merupakan bagian dari arahan Bupati Jayapura untuk memperluas potensi pariwisata daerah, termasuk melibatkan masyarakat setempat agar memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas wisata.
Selain Jalan Bongge, Dinas Pariwisata juga tengah memprioritaskan pengembangan kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Jayapura, termasuk Kali Biru dan sejumlah kawasan pesisir yang telah masuk dalam program pembinaan pemerintah daerah.
“Sebagai perangkat daerah, kami memiliki tugas membantu Bupati Jayapura dalam melaksanakan program pembangunan sektor pariwisata. Karena itu, setiap potensi wisata baru akan terus kami identifikasi dan kembangkan sesuai perencanaan yang ada,” tutup Elisa. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
SENTANI – Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura menyatakan kawasan Jalan Bongge yang belakangan viral di media sosial belum masuk dalam daftar resmi destinasi wisata di Kabupaten Jayapura.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui kawasan tersebut mulai menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata baru.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura memiliki 115 destinasi wisata yang telah terdata. Namun, Jalan Bongge belum termasuk dalam daftar tersebut karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.
“Untuk saat ini Jalan Bongge memang belum masuk dalam 115 destinasi wisata yang telah terdata. Kami masih akan melihat perkembangan kunjungan wisatawan, aksesibilitas, serta potensi kawasan tersebut sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata,” kata Elisa.
Ia menjelaskan, apabila kawasan tersebut memenuhi berbagai aspek pendukung, Dinas Pariwisata akan memasukkannya ke dalam program pengembangan destinasi wisata, termasuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang.
Menurut Elisa, meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Bongge tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik. Kondisi tersebut membuat lokasi yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai jalan penghubung kini mulai ramai dikunjungi masyarakat.
“Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur jalan, kawasan itu kini menjadi ramai. Tugas Dinas Pariwisata adalah melihat potensi tersebut dan mendorong pengembangannya melalui program-program yang kami miliki,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata merupakan bagian dari arahan Bupati Jayapura untuk memperluas potensi pariwisata daerah, termasuk melibatkan masyarakat setempat agar memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas wisata.
Selain Jalan Bongge, Dinas Pariwisata juga tengah memprioritaskan pengembangan kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Jayapura, termasuk Kali Biru dan sejumlah kawasan pesisir yang telah masuk dalam program pembinaan pemerintah daerah.
“Sebagai perangkat daerah, kami memiliki tugas membantu Bupati Jayapura dalam melaksanakan program pembangunan sektor pariwisata. Karena itu, setiap potensi wisata baru akan terus kami identifikasi dan kembangkan sesuai perencanaan yang ada,” tutup Elisa. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































