WAMENA – Pemkab Jayawijaya melakukan pertemuan terbatas dengan para guru honor mulai dari tingkat TK/ Paud, SD, SMP dan SMA/SMK yang masih terus mengabdi di wilayah itu.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas pendidikan untuk mengundang para guru honorer dri tingkat TK/Paud sampai dengan SMA/SMK, tujuannya pemerintah ingin mengecek secara langsung apakah guru ini masih terus mengajar atau tidak dan juga mengabsen mereka.
Menurutnya, pemerintah ingin melakukan pengecekan langsung dengan data yang ada guna memastikan semua sekolah di Jayawijaya terlayani, artinya siswa ke sekolah itu mendapat pengajaran dari guru, baik dari guru ASN, guru OAP, dan guru tenaga kontrak dari Indonesia cerdas (Incer), oleh karena itu, nanti dinas Pendidikan akan memperdalam lagi peran mereka.
“Kepentingan dari pengecekan ini, akan dilihat lagi nanti berapa orang yang akan diangkat menjadi ASN dari Honorer Kategori II, P3K dan lain -lain untuk memastikan orangnya ada, jangan sampai data ini masuk sampai ke pusat ternyata orangnya sudah meninggal atau tak ada lagi di Wamena, dan kita sudah temukan ada 4 orang yang meninggal dunia,”jelas Bupati Murib.
Dikatakan, hal ini yang memicu pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap guru honorer, namun untuk nilai plusnya, pemerintah ingin fokus dan memberikan perhatian kepada para guru honorer yang setia mengejar, dan dari data yang para guru honorer ini ada yang mengajar sejak 2008, 2012, 2016 dengan biaya dari sekolah.
“Kami juga berpesan kepada guru yang berstatus ASN untuk lebih setia dalam panggilan untuk memberikan ilmu kepada generasi muda saat ini, kalau guru sudah tak mau lagi mengajar, bisa dibayangkan SDM kita Jayawijaya seperti apa kedepan dan sudah pasti akan hilang generasi dan tak ada lagi yang menggantikan,”kata Atenius Murib.
“Kami ingin memastikan pendidikan di Jayawijaya harus semakin baik, oleh karena itu, kita mengajak semua untuk memperbaiki pelayanan pendidikan secara menyeluruh,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
WAMENA – Pemkab Jayawijaya melakukan pertemuan terbatas dengan para guru honor mulai dari tingkat TK/ Paud, SD, SMP dan SMA/SMK yang masih terus mengabdi di wilayah itu.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas pendidikan untuk mengundang para guru honorer dri tingkat TK/Paud sampai dengan SMA/SMK, tujuannya pemerintah ingin mengecek secara langsung apakah guru ini masih terus mengajar atau tidak dan juga mengabsen mereka.
Menurutnya, pemerintah ingin melakukan pengecekan langsung dengan data yang ada guna memastikan semua sekolah di Jayawijaya terlayani, artinya siswa ke sekolah itu mendapat pengajaran dari guru, baik dari guru ASN, guru OAP, dan guru tenaga kontrak dari Indonesia cerdas (Incer), oleh karena itu, nanti dinas Pendidikan akan memperdalam lagi peran mereka.
“Kepentingan dari pengecekan ini, akan dilihat lagi nanti berapa orang yang akan diangkat menjadi ASN dari Honorer Kategori II, P3K dan lain -lain untuk memastikan orangnya ada, jangan sampai data ini masuk sampai ke pusat ternyata orangnya sudah meninggal atau tak ada lagi di Wamena, dan kita sudah temukan ada 4 orang yang meninggal dunia,”jelas Bupati Murib.
Dikatakan, hal ini yang memicu pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap guru honorer, namun untuk nilai plusnya, pemerintah ingin fokus dan memberikan perhatian kepada para guru honorer yang setia mengejar, dan dari data yang para guru honorer ini ada yang mengajar sejak 2008, 2012, 2016 dengan biaya dari sekolah.
“Kami juga berpesan kepada guru yang berstatus ASN untuk lebih setia dalam panggilan untuk memberikan ilmu kepada generasi muda saat ini, kalau guru sudah tak mau lagi mengajar, bisa dibayangkan SDM kita Jayawijaya seperti apa kedepan dan sudah pasti akan hilang generasi dan tak ada lagi yang menggantikan,”kata Atenius Murib.
“Kami ingin memastikan pendidikan di Jayawijaya harus semakin baik, oleh karena itu, kita mengajak semua untuk memperbaiki pelayanan pendidikan secara menyeluruh,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































