Jangan Tunggu Terlambat! Dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta Bongkar Tanda Kehamilan Berisiko yang Sering Diabaikan, Ibu Hamil Wajib Tahu

7 hours ago 7
HamilPemberdayaan Ibu Hamil Mengenai Deteksi Dini Faktor Risiko Tinggi dalam Kehamilan di Desa Jogosetran Kecamatan Kalikotes Klaten, Rabu, 24 Juni 2026. Istimewa

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – “Jangan menunggu sampai komplikasi terjadi. Kenali risikonya sejak awal agar ibu dan bayi tetap selamat.” Pesan itulah yang menjadi inti edukasi yang disampaikan para dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta kepada puluhan ibu hamil di Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.

Kehamilan memang menjadi momen yang dinanti banyak keluarga. Namun di balik kebahagiaan tersebut, terdapat berbagai faktor risiko yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin apabila tidak dikenali sejak dini. Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang baru mengetahui dirinya masuk kategori kehamilan berisiko setelah muncul komplikasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Berangkat dari kondisi tersebut, dua dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Dewi Murtiningsih, SST., M.Keb dan Satiyem, SST., Bdn., M.Keb, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Pemberdayaan Ibu Hamil Mengenai Deteksi Dini Faktor Risiko Tinggi dalam Kehamilan di Desa Jogosetran, Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari ibu hamil, kader kesehatan, perangkat Desa Jogosetran, tenaga kesehatan Puskesmas Kalikotes, hingga Bidan Desa Jogosetran, Yuniati Ikaningsih, A.Md.Keb. Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta yang ingin mengetahui kondisi kehamilan mereka secara lebih mendalam.

Dalam penyampaiannya, Dewi Murtiningsih menegaskan bahwa kehamilan berisiko tinggi bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan kondisi yang harus dikenali sedini mungkin agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat.

“Banyak ibu hamil yang baru menyadari dirinya berada dalam kondisi risiko tinggi setelah komplikasi terjadi. Padahal, jika dikenali lebih awal, sebagian besar risiko dapat dicegah atau dikendalikan melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin dan teratur,” jelas Dewi Murtiningsih.

Menurutnya, pengetahuan mengenai faktor risiko merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menekan kemungkinan terjadinya komplikasi saat kehamilan maupun persalinan.

Dalam sesi edukasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai kondisi yang dapat meningkatkan risiko kehamilan.

Di antaranya meliputi:

🟢 Usia ibu terlalu muda atau terlalu tua saat hamil.

🟢 Jarak kehamilan yang terlalu dekat.

🟢 Riwayat persalinan sebelumnya yang mengalami komplikasi.

🟢 Hipertensi selama kehamilan.

🟢 Anemia.

🟢 Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Selain memahami faktor risiko, ibu hamil juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Materi tersebut disampaikan menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta, termasuk ibu hamil dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

Beberapa tanda bahaya yang harus segera mendapatkan perhatian antara lain:

🔸 Perdarahan selama kehamilan.

🔸 Bengkak pada kaki maupun wajah disertai sakit kepala hebat.

🔸 Gerakan janin yang berkurang.

🔸 Demam tinggi.

🔸 Keluhan lain yang muncul secara tiba-tiba selama masa kehamilan.

Apabila salah satu kondisi tersebut terjadi, ibu hamil dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar memperoleh penanganan sedini mungkin.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah praktik penggunaan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR).

Alat skrining sederhana ini selama ini digunakan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi tingkat risiko kehamilan berdasarkan sejumlah indikator tertentu.

Melalui kartu tersebut, ibu hamil dapat mengetahui apakah kehamilannya termasuk kategori risiko rendah, sedang, maupun tinggi sehingga langkah penanganan ataupun rujukan dapat dilakukan lebih cepat.

“Alat ini sebenarnya sederhana dan bisa dipahami oleh ibu hamil maupun kader. Melalui skor risiko ini, ibu dapat mengetahui apakah kehamilannya termasuk risiko rendah, sedang, atau tinggi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” terang Dewi Murtiningsih.

Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak mempraktikkan langsung cara melakukan penilaian menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ibu hamil dalam mengenali kondisi kehamilannya sendiri serta memahami kemungkinan komplikasi yang dapat muncul.

Dengan pemahaman tersebut, ibu hamil diharapkan lebih siap menjaga kesehatannya, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, serta tidak menunda mencari pertolongan medis apabila menemukan gejala yang mengarah pada kondisi berisiko.

Program pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari upaya Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Edukasi tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong ibu hamil menjadi lebih aktif mengenali kondisi tubuhnya sendiri.

Semakin cepat faktor risiko dikenali, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, diharapkan proses kehamilan hingga persalinan dapat berlangsung lebih aman, sehat, dan menghasilkan generasi penerus yang tumbuh optimal di Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|