Kapal Barcelona VA Terbakar di Laut, 4 Orang Tewas, Diduga Api dari Kamar Penumpang

1 month ago 23

MANADO, SUMUTPOS.CO – Empat penumpang Kapal Motor (KM) Barcelona VA meninggal setelah kapal yang mereka tumpangi terbakar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, kemarin (20/7). Seluruh penumpang telah dievakuasi. Dugaan sementara, api berasal dari kamar penumpang di dek atas.

Ketiga korban yang telah teridentifikasi adalah Asna Lapai, warga Melonguane; Zakarias Tindigulangi, warga Kecamatan Geme; dan Yuliana Gumolung, warga Desa Bomwombaru. Sementara, satu korban perempuan lainnya, masih dalam proses identifikasi.

Salah satu penumpang selamat Grace Riet Rumpia mengatakan, kapal yang mengangkut 280 penumpang itu bertolak dari Pelabuhan Lirung, Talaud, pada Sabtu dini hari (19/7) menuju Manado. Namun, dalam perjalanan, kapal mengalami kebakaran hebat sekitar pukul 13.00 WITA saat melintasi perairan Talise.

Warga Talaud itu menuturkan, api mulai terlihat dari bagian belakang kapal. “Lihat api sekitar pukul 13.00. Tapi saat itu semua sudah panik, jadi sudah fokus menyelamatkan diri masing-masing,” ujarnya kemarin (20/7).

Kepulan asap tebal dari kapal terbakar itu terlihat dari Pulau Gangga. Jenly Kadimateng, pegawai Kantor Kecamatan Likupang Barat yang berdomisili di Pulau Gangga, menjadi saksi awal insiden tersebut. Melihat asap di tengah laut, dia dan sejumlah warga yang memiliki perahu, langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi penumpang.

Warga menggunakan perahu nelayan untuk menyelamatkan penumpang yang telah meloncat ke laut. “Penumpang kurang lebih 200 orang kami evakuasi ke Desa Gangga 1. Dua korban meninggal ditemukan di Gangga 1, satu perempuan di Gangga 2. Jadi total tiga korban meninggal yang kami evakuasi ke Pulau Gangga,” ujar Jenly.

Di Pulau Gangga, rumah-rumah warga dijadikan tempat penampungan korban sementara. Para korban yang selamat diberi pakaian kering, makanan, dan air minum sembari menunggu proses evakuasi lanjutan. Pemerintah Kecamatan bersama warga juga membantu menginformasikan kondisi para korban melalui media sosial, termasuk mengabarkan adanya jenazah yang belum teridentifikasi.

Menyikapi tragedi itu, Pemkab Kepulauan Talaud langsung menggelar rapat darurat dan berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), Pusdalops Provinsi Sulut, serta sejumlah lembaga, seperti Basarnas dan instansi medis.

Pemkab Talaud menyiapkan 11 unit ambulans di Pelabuhan Manado, 10 di antaranya lengkap dengan oksigen dan tenaga medis, serta satu unit sebagai ambulans jenazah. Kantor Perwakilan Pemkab Talaud di Manado juga difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi para korban yang telah dievakuasi dari Pulau Gangga. Bupati Talaud Welly Titah direncanakan akan bertolak ke Manado hari ini untuk memantau langsung kondisi para korban.

Sementara itu, Camat Likupang Barat Maykel Parengkuan menyebut, pihaknya langsung menjalankan instruksi Bupati Minahasa Utara untuk berkoordinasi lintas sektor. “Kami langsung bergerak, berkoordinasi dengan pihak Provinsi, Basarnas, Bakamla dan instansi lainnya untuk percepatan penanganan,” ungkap Parengkuan.

Hingga kemarin (20/7) malam, sebagian besar penumpang yang selamat masih berada di Pulau Gangga dan dalam proses evakuasi lanjutan ke Manado, sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran KM Barcelona VA masih terus berlangsung oleh pihak berwenang. Dugaan awal, api berasal dari kamar penumpang di dek atas. (ayu/aph/jpg)

MANADO, SUMUTPOS.CO – Empat penumpang Kapal Motor (KM) Barcelona VA meninggal setelah kapal yang mereka tumpangi terbakar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, kemarin (20/7). Seluruh penumpang telah dievakuasi. Dugaan sementara, api berasal dari kamar penumpang di dek atas.

Ketiga korban yang telah teridentifikasi adalah Asna Lapai, warga Melonguane; Zakarias Tindigulangi, warga Kecamatan Geme; dan Yuliana Gumolung, warga Desa Bomwombaru. Sementara, satu korban perempuan lainnya, masih dalam proses identifikasi.

Salah satu penumpang selamat Grace Riet Rumpia mengatakan, kapal yang mengangkut 280 penumpang itu bertolak dari Pelabuhan Lirung, Talaud, pada Sabtu dini hari (19/7) menuju Manado. Namun, dalam perjalanan, kapal mengalami kebakaran hebat sekitar pukul 13.00 WITA saat melintasi perairan Talise.

Warga Talaud itu menuturkan, api mulai terlihat dari bagian belakang kapal. “Lihat api sekitar pukul 13.00. Tapi saat itu semua sudah panik, jadi sudah fokus menyelamatkan diri masing-masing,” ujarnya kemarin (20/7).

Kepulan asap tebal dari kapal terbakar itu terlihat dari Pulau Gangga. Jenly Kadimateng, pegawai Kantor Kecamatan Likupang Barat yang berdomisili di Pulau Gangga, menjadi saksi awal insiden tersebut. Melihat asap di tengah laut, dia dan sejumlah warga yang memiliki perahu, langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi penumpang.

Warga menggunakan perahu nelayan untuk menyelamatkan penumpang yang telah meloncat ke laut. “Penumpang kurang lebih 200 orang kami evakuasi ke Desa Gangga 1. Dua korban meninggal ditemukan di Gangga 1, satu perempuan di Gangga 2. Jadi total tiga korban meninggal yang kami evakuasi ke Pulau Gangga,” ujar Jenly.

Di Pulau Gangga, rumah-rumah warga dijadikan tempat penampungan korban sementara. Para korban yang selamat diberi pakaian kering, makanan, dan air minum sembari menunggu proses evakuasi lanjutan. Pemerintah Kecamatan bersama warga juga membantu menginformasikan kondisi para korban melalui media sosial, termasuk mengabarkan adanya jenazah yang belum teridentifikasi.

Menyikapi tragedi itu, Pemkab Kepulauan Talaud langsung menggelar rapat darurat dan berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), Pusdalops Provinsi Sulut, serta sejumlah lembaga, seperti Basarnas dan instansi medis.

Pemkab Talaud menyiapkan 11 unit ambulans di Pelabuhan Manado, 10 di antaranya lengkap dengan oksigen dan tenaga medis, serta satu unit sebagai ambulans jenazah. Kantor Perwakilan Pemkab Talaud di Manado juga difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi para korban yang telah dievakuasi dari Pulau Gangga. Bupati Talaud Welly Titah direncanakan akan bertolak ke Manado hari ini untuk memantau langsung kondisi para korban.

Sementara itu, Camat Likupang Barat Maykel Parengkuan menyebut, pihaknya langsung menjalankan instruksi Bupati Minahasa Utara untuk berkoordinasi lintas sektor. “Kami langsung bergerak, berkoordinasi dengan pihak Provinsi, Basarnas, Bakamla dan instansi lainnya untuk percepatan penanganan,” ungkap Parengkuan.

Hingga kemarin (20/7) malam, sebagian besar penumpang yang selamat masih berada di Pulau Gangga dan dalam proses evakuasi lanjutan ke Manado, sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran KM Barcelona VA masih terus berlangsung oleh pihak berwenang. Dugaan awal, api berasal dari kamar penumpang di dek atas. (ayu/aph/jpg)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|