MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendugbangga/BKKBN) Sumatera Utara (Sumut) menggelar acara puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Sumut ke-32, dengan tema, ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’ di Gedung Serbaguna Pemdopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Selasa (22/7).
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Sumut Dr Fatmawati, Wakil Gubernur Sumut Surya, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, serta para perwakilan BKKBN kabupaten/kota se Sumut.
Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN, Dr Fatmawati mengatakan, Harganas ini momen semua keluarga berkumpul sepenuhnya, sesuai dengan tema, ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’, berarti dengan artian harus membangun keluarga. Keluarga adalah pondasi awal daripada pembangunan, jika keluarga tidak berkualitas, tidak tangguh, tentu akan membuat pembangunan Indonesia tidak optimal.
“Sehingga Pak Menteri membuat quick win, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia dan Super Apps pembangunan keluarga. Semuanya ini sebagai tujuan kita menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Dengan kolaborasi bersama dan sinergi bersama, lanjut Fatmawati, sesuai Perpres 72 Tahun 2021, tentang percepatan penurunan dan pencegahan stunting dari kolaborasi pentahelix, mulai dari pemerintah dan swasta.
“Dari swasta diharapkan CSR nya bisa membantu keluarga resiko stunting. Kemudian, media sebagai pemberitaan yang positif terkait stunting dan akademisi diharapkan memberikan kontribusi seperti telaah atau penelitian terkait stunting, jadi kita bisa tindaklanjuti. Kolaborasi seperti ini harus diwujudkan bersama-sama. Strategi kita juga harus sosialisasi dengan masyarakat, agar pola pikir, pola asuh dan mindset, agar apapun yang bermasalah tersebut dapat dikelola dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Surya berharap, agar seluruh lapisan masyarakat menjadi keluarga yang bahagia. Tanpa keluarga yang bahagia Indonesia tidak akan lebih baik, khususnya di Sumut. “Di kabupaten/kota di Sumut, tentunya mempersiapkan program-program Keluarga Berencana (KB) dengan baik. Untuk penurunan stunting, ada Program Orang Tua Asuh. Tentu ini sudah cukup efektif dalam mencegah stunting,” tandasnya. (dwi/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendugbangga/BKKBN) Sumatera Utara (Sumut) menggelar acara puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Sumut ke-32, dengan tema, ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’ di Gedung Serbaguna Pemdopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Selasa (22/7).
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Sumut Dr Fatmawati, Wakil Gubernur Sumut Surya, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, serta para perwakilan BKKBN kabupaten/kota se Sumut.
Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN, Dr Fatmawati mengatakan, Harganas ini momen semua keluarga berkumpul sepenuhnya, sesuai dengan tema, ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’, berarti dengan artian harus membangun keluarga. Keluarga adalah pondasi awal daripada pembangunan, jika keluarga tidak berkualitas, tidak tangguh, tentu akan membuat pembangunan Indonesia tidak optimal.
“Sehingga Pak Menteri membuat quick win, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia dan Super Apps pembangunan keluarga. Semuanya ini sebagai tujuan kita menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Dengan kolaborasi bersama dan sinergi bersama, lanjut Fatmawati, sesuai Perpres 72 Tahun 2021, tentang percepatan penurunan dan pencegahan stunting dari kolaborasi pentahelix, mulai dari pemerintah dan swasta.
“Dari swasta diharapkan CSR nya bisa membantu keluarga resiko stunting. Kemudian, media sebagai pemberitaan yang positif terkait stunting dan akademisi diharapkan memberikan kontribusi seperti telaah atau penelitian terkait stunting, jadi kita bisa tindaklanjuti. Kolaborasi seperti ini harus diwujudkan bersama-sama. Strategi kita juga harus sosialisasi dengan masyarakat, agar pola pikir, pola asuh dan mindset, agar apapun yang bermasalah tersebut dapat dikelola dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Surya berharap, agar seluruh lapisan masyarakat menjadi keluarga yang bahagia. Tanpa keluarga yang bahagia Indonesia tidak akan lebih baik, khususnya di Sumut. “Di kabupaten/kota di Sumut, tentunya mempersiapkan program-program Keluarga Berencana (KB) dengan baik. Untuk penurunan stunting, ada Program Orang Tua Asuh. Tentu ini sudah cukup efektif dalam mencegah stunting,” tandasnya. (dwi/azw)