Kunjungan Rehabilitasi Medik RS Pirngadi Capai 1.570 Pasien

18 hours ago 4

Kebutuhan layanan pemulihan kesehatan di Kota Medan terus menunjukkan tren tinggi. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 1.570 kunjungan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr Pirngadi Medan.

Plt Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan Mardohar Tambunan, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi kunjungan, bukan jumlah pasien individu. Pasalnya, sebagian besar pasien menjalani terapi secara rutin dan berkelanjutan.

“Di Januari dan Februari saja sudah ada 1.570 kunjungan. Ini bukan jumlah pasien, karena satu pasien biasanya datang berkali-kali dalam seminggu untuk terapi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Ia merinci, masing-masing bulan mencatat angka yang sama, yakni 785 kunjungan pada Januari dan 785 kunjungan pada Februari. Kondisi ini menunjukkan stabilnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi medik di awal tahun.

Menurut Mardohar, Instalasi Rehabilitasi Medik memiliki peran penting dalam membantu pasien memulihkan fungsi tubuh akibat penyakit, cedera, maupun gangguan medis lainnya. Tujuannya adalah agar pasien dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan meningkatkan kualitas hidup.

“Sebagian besar pasien yang datang adalah penderita stroke dan gangguan saraf. Mereka membutuhkan terapi rutin agar fungsi tubuhnya bisa kembali optimal,” jelasnya.

Jika melihat data sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan ke instalasi ini bahkan mencapai 9.988 kunjungan. Angka tersebut tersebar di berbagai bulan, dengan puncak kunjungan terjadi pada Juli sebanyak 1.063 kunjungan dan Oktober sebanyak 1.054 kunjungan.

Tingginya angka kunjungan ini, kata Mardohar, menjadi indikator bahwa layanan rehabilitasi medik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga medis.

“Kebutuhan layanan rehabilitasi medik ini cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian serius bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Upaya pembenahan tersebut juga sejalan dengan komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, yang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kota Medan, khususnya di RSUD milik pemerintah daerah.

Menurut Mardohar, arahan pimpinan daerah menjadi dorongan kuat bagi pihak rumah sakit untuk terus berbenah, baik dari segi pelayanan maupun kelengkapan fasilitas penunjang.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pelayanan dan fasilitas akan terus kita tingkatkan. Kita ingin RS Pirngadi menjadi rumah sakit yang terpercaya sekaligus kebanggaan masyarakat Kota Medan,” tutupnya.

Dengan tren kunjungan yang terus tinggi, RSUD dr Pirngadi Medan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam layanan rehabilitasi medik, sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien untuk kembali menjalani hidup secara mandiri dan produktif. (map/ila)

Kebutuhan layanan pemulihan kesehatan di Kota Medan terus menunjukkan tren tinggi. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 1.570 kunjungan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr Pirngadi Medan.

Plt Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan Mardohar Tambunan, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi kunjungan, bukan jumlah pasien individu. Pasalnya, sebagian besar pasien menjalani terapi secara rutin dan berkelanjutan.

“Di Januari dan Februari saja sudah ada 1.570 kunjungan. Ini bukan jumlah pasien, karena satu pasien biasanya datang berkali-kali dalam seminggu untuk terapi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Ia merinci, masing-masing bulan mencatat angka yang sama, yakni 785 kunjungan pada Januari dan 785 kunjungan pada Februari. Kondisi ini menunjukkan stabilnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi medik di awal tahun.

Menurut Mardohar, Instalasi Rehabilitasi Medik memiliki peran penting dalam membantu pasien memulihkan fungsi tubuh akibat penyakit, cedera, maupun gangguan medis lainnya. Tujuannya adalah agar pasien dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan meningkatkan kualitas hidup.

“Sebagian besar pasien yang datang adalah penderita stroke dan gangguan saraf. Mereka membutuhkan terapi rutin agar fungsi tubuhnya bisa kembali optimal,” jelasnya.

Jika melihat data sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan ke instalasi ini bahkan mencapai 9.988 kunjungan. Angka tersebut tersebar di berbagai bulan, dengan puncak kunjungan terjadi pada Juli sebanyak 1.063 kunjungan dan Oktober sebanyak 1.054 kunjungan.

Tingginya angka kunjungan ini, kata Mardohar, menjadi indikator bahwa layanan rehabilitasi medik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga medis.

“Kebutuhan layanan rehabilitasi medik ini cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian serius bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Upaya pembenahan tersebut juga sejalan dengan komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, yang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kota Medan, khususnya di RSUD milik pemerintah daerah.

Menurut Mardohar, arahan pimpinan daerah menjadi dorongan kuat bagi pihak rumah sakit untuk terus berbenah, baik dari segi pelayanan maupun kelengkapan fasilitas penunjang.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pelayanan dan fasilitas akan terus kita tingkatkan. Kita ingin RS Pirngadi menjadi rumah sakit yang terpercaya sekaligus kebanggaan masyarakat Kota Medan,” tutupnya.

Dengan tren kunjungan yang terus tinggi, RSUD dr Pirngadi Medan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam layanan rehabilitasi medik, sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien untuk kembali menjalani hidup secara mandiri dan produktif. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|