Menolak Lupa! Daftar 50 Desa Peserta Pilkades Wonogiri 7 Desember 2026, Perdesa Dapat Bantuan 20 Juta

4 hours ago 2
PilkadesPenandatanganan kesepakatan pasca rakor Pilkades Wonogiri 2026. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jangan sampai lupa, pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Wonogiri bakal kembali digelar. Sebanyak 50 desa di 18 kecamatan masuk dalam agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang direncanakan berlangsung pada 7 Desember 2026.

Persiapan menuju pemilihan tersebut mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri. Pembahasan dilakukan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Wonogiri di Ruang Kahyangan, Kompleks Setda Wonogiri, Rabu (26/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para camat dari wilayah yang akan menyelenggarakan Pilkades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri Joko Purwidyatmo mengatakan, Pilkades 2026 akan digelar di 50 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Menariknya, persaingan di sebagian besar desa masih berpotensi mempertemukan kepala desa petahana dengan calon lainnya. Dari 50 desa penyelenggara Pilkades, 49 kepala desa petahana masih memiliki peluang mencalonkan diri kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Satu desa dipastikan akan memiliki kepala desa baru, yakni Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri. Kepala desa petahana di wilayah tersebut telah menjabat selama tiga periode sehingga tidak dapat kembali mencalonkan diri.

Artinya, nama-nama baru berpeluang muncul dalam perebutan kursi kepala desa di Wonoharjo. Sementara 49 desa lainnya masih memungkinkan menghadirkan pertarungan antara petahana dan kandidat baru.

Pemkab Wonogiri sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar dari APBD untuk mendukung pelaksanaan Pilkades 2026. Setiap desa penyelenggara memperoleh bantuan sekitar Rp20 juta yang digunakan untuk kebutuhan teknis pemilihan.

Tahapan Pilkades juga mulai bergerak. Pemkab Wonogiri telah melakukan sosialisasi kepada camat dan Kasi Tata Pemerintahan (Tapem), sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenai aturan dan tahapan pelaksanaan.

Mulai 1 September 2026, tim pengendali tingkat kabupaten dijadwalkan dibentuk, kemudian dilanjutkan pembentukan tim pengendali di tingkat kecamatan.

Sehari berikutnya, 2 September 2026, panitia pemilihan tingkat desa mulai dibentuk. Sedangkan pada 7 September 2026, panitia desa dijadwalkan menerima daftar pemilih sementara sebagai bagian dari proses penyusunan daftar pemilih.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno meminta seluruh tahapan tidak dilakukan secara serampangan. Kepastian aturan dan aspek hukum menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sejak awal, termasuk untuk menghadapi kemungkinan munculnya calon tunggal maupun jumlah bakal calon yang lebih dari lima orang.

“Pilkades ini adalah perwujudan demokrasi dan kedaulatan rakyat di tingkat desa. Prinsip dan kewajiban berdemokrasi harus terus kita pupuk, kita kawal dan kita rawat bersama,” tegas Setyo.

Pesan tersebut menjadi penting karena Pilkades tidak berhenti pada perebutan suara. Setelah pemungutan suara selesai, para kandidat dan pendukungnya tetap akan hidup berdampingan sebagai bagian dari masyarakat desa yang sama.

Karena itu, Bupati meminta seluruh pihak menjaga perbedaan pilihan agar tidak berubah menjadi konflik. Tim pengendali, panitia desa, pemerintah kecamatan, hingga Forkopimcam diminta bekerja profesional, netral, dan tidak melakukan intervensi terhadap proses pemilihan.

Di sisi lain, kepala desa terpilih nantinya akan menghadapi masa jabatan delapan tahun, sesuai ketentuan terbaru. Perubahan masa jabatan ini membuat Pilkades 2026 menjadi momentum penting karena pemimpin yang terpilih akan memiliki waktu cukup panjang untuk menentukan arah pembangunan desanya.

Berikut 50 desa di Wonogiri yang masuk agenda Pilkades Serentak 2026, disusun berdasarkan urutan abjad nama kecamatan:

Baturetno

✓ Boto
✓ Glesungrejo
✓ Kedungombo
✓ Saradan
✓ Sendangrejo
✓ Setrorejo

Eromoko

✓ Tegalharjo

Giriwoyo

✓ Selomarto
✓ Tawangharjo

Girimarto

✓ Bubakan
✓ Jatirejo
✓ Semagar

Giritontro

✓ Jatirejo
✓ Pucanganom

Jatipurno

✓ Kembang

Jatisrono

✓ Tanggulangin
✓ Tasikhargo

Jatiroto

✓ Brenggolo
✓ Mojopuro
✓ Pengkol

Ngadirojo

✓ Jatimarto
✓ Kerjo Kidul
✓ Pondok

Paranggupito

✓ Paranggupito
✓ Songbledeg

Pracimantoro

✓ Banaran
✓ Gebangharjo
✓ Jimbar
✓ Sambiroto
✓ Suci
✓ Trukan

Puhpelem

✓ Golo
✓ Puhpelem

Purwantoro

✓ Gondangsari
✓ Joho
✓ Miricinde
✓ Talesan

Selogiri

✓ Jendi
✓ Nambangan

Slogohimo

✓ Padarangin
✓ Sedayu
✓ Slogohimo
✓ Soco
✓ Watusomo

Tirtomoyo

✓ Hargantoro
✓ Tanjungsari

Wonogiri

✓ Manjung
✓ Sendang
✓ Wonoharjo

Wuryantoro

✓ Gumiwang Lor

Dengan agenda yang sudah mulai disiapkan sejak September, perhatian masyarakat kini akan mengarah pada siapa saja yang nantinya muncul sebagai bakal calon kepala desa.

50 desa, 18 kecamatan, dan satu momentum demokrasi besar di tingkat desa. Nama-nama calon memang belum seluruhnya muncul, tetapi peta persaingan Pilkades Wonogiri 2026 sudah mulai terbentuk.

Yang jelas, Wonoharjo menjadi satu-satunya desa yang dipastikan harus mencari kepala desa baru, sementara 49 desa lainnya masih membuka peluang bagi petahana untuk kembali bertarung. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, 7 Desember 2026 akan menjadi tanggal penting bagi warga 50 desa di Wonogiri untuk menentukan pemimpin mereka. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|