Usia boleh paling senior, namun semangat tetap nomor satu. Hendro Doso (kiri) tak kalah lincah mengejar dan menerima bola dalam Lomba Voli Ciluba, permainan unik dengan net tertutup yang membuat arah bola tak bisa ditebak. Tawa pecah hampir sepanjang pertandaingan | Foto: HamdaniSUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada yang berbeda dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan RT 06/RW 10, Gentan, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Jika umumnya lomba voli mengandalkan smash keras dan strategi matang, kali ini warga justru dibuat tertawa melalui pertandingan “Voli Ciluba”.
Disebut Voli Ciluba karena arah datangnya bola sangat sulit ditebak. Kesannya seperti main tebak-tebakan. Pasalnya, net pertandingan sengaja ditutup menggunakan spanduk atau MMT sehingga kedua tim sama sekali tidak bisa melihat pergerakan bola maupun posisi lawan di seberang lapangan.
Konsep sederhana itu justru menghadirkan suasana pertandingan yang segar dan penuh gelak tawa. Sepanjang pertandingan, hampir tidak ada smash dilepaskan, karena para pemain kesulitan memperkirakan posisi bola. Reli pun berlangsung dengan singkat. Bola lebih sering mati karena tidak berhasil dikembalikan atau keluar lapangan.
Keseruan semakin terasa karena pertandingan tidak hanya diikuti para pemain voli yang biasa bertanding setiap hari, tetapi juga warga yang selama ini jarang bermain dan warga yang sudah masuk kriteria lanjut usia (Lansia).
Lucunya lagi, sebelum melakukan servis, sejumlah pemain ada yang jongkok untuk mengintip posisi kaki lawan dari bawah spanduk penutup net. Aksi itu sontak mengundang tawa para pemain maupun penonton yang memadati lokasi pertandingan.

Para pemain menebak arah datangnya bola, dan ternyata bola melambung tinggi di sisi kanan tim Leo Hardjono. Dalam Lomba Voli Ciluba, bukan hanya kemampuan bermain voli yang diuji, tetapi juga refleks, insting, dan kekompakan tim. Tak heran jika setiap reli kerap disambut gelak tawa penonton | Fofo: Hamdani
Salah satu peserta yang tergolong Lansia, Hendro Doso (69), mengaku tetap menikmati pertandingan itu meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi fisiknya.
“Wah, beratnya di lutut, makanya saya menghindari untuk melompat,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski demikian, hampir semua pemain memang memilih tidak melakukan smash karena situasi pertandingan yang tidak memungkinkan.
Lomba Voli Ciluba ini diikuti delapan tim. Masing-masing tim diperkuat empat pemain dari kalangan warga RT setempat.
Ketua Seksi Lomba, Adesom Suhartaka mengatakan, Voli Ciluba sengaja dipilih agar perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Ini kita buat berbeda dari voli hari-hari biasa dan lomba voli dari tahun-tahun sebelumnya, biar ada greget dan kemeriahan. Kita hadirkan voli dengan net ditutup, sehingga semua warga bisa ikut menikmati keseruannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 06/RW 10 Gentan, Cahyo Yuli Kristanto, mengapresiasi antusiasme seluruh warga yang terlibat dalam berbagai kegiatan peringatan HUT RI, termasuk yang mengikuti lomba Voli Ciluba itu.
Menurutnya, semangat utama dari seluruh rangkaian kegiatan bukan semata-mata mencari siapa pemenangnya, melainkan lebih untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
“Yang penting adalah guyub rukun dan kebersamaan. Saya mengapresiasi keterlibatan seluruh warga dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI kali ini,” ungkapnya.
Lomba Voli Ciluba pun sukses menjadi hiburan tersendiri. Permainan yang mengandalkan insting dan keberuntungan itu membuat kemampuan pemain berpengalaman maupun pemula seolah sama rata. Semua larut dalam suasana penuh canda, tawa, dan semangat kebersamaan yang menjadi ruh peringatan Hari Kemerdekaan. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

14 hours ago
8

















































