Kader PAN Beri Aplaus Saat Presiden Prabowo Sindir Pakar: “Saking Pintarnya Jadi Goblok”

7 hours ago 14
Partai Amanat Nasional

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang sejumlah pakar yang mengkritik kebijakannya mendapat respons riuh dari kader Partai Amanat Nasional (PAN).

Uniknya, ketika Prabowo menyebut ada pakar yang “saking pintarnya jadi goblok”, audiens pada kader PAN justru memberikan aplaus meriah, meneriakkan dan mengelu-elukan nama sang presiden.

Momen tersebut terjadi saat Prabowo menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).

Pernyataan itu muncul ketika Prabowo berbicara mengenai tekadnya membangun Indonesia yang sejahtera. Ia mengatakan keinginannya sejak muda adalah melihat Indonesia menjadi bangsa yang dihormati sekaligus memastikan tidak ada rakyat yang hidup dalam kelaparan dan kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

“Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya di sumpah saya siap waktu itu, 18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia, tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, persoalan gizi anak juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Ia tidak ingin kondisi kekurangan gizi menghambat kemampuan anak-anak Indonesia untuk berkembang dan bersaing.

“Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan, tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin melihat itu,” ucap dia.

Namun, dari persoalan kesejahteraan tersebut, pidato Prabowo kemudian bergeser ke kritik yang datang dari kalangan pakar.

Prabowo mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan kritik. Namun, ia memberikan sindiran keras kepada pihak yang menurutnya menganggap diri sebagai pakar tetapi justru melontarkan penilaian yang keliru.

“Itu bukan sumpah saya, saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya, terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok,” kata dia.

Pernyataan itu langsung disambut teriakan dari kader PAN yang hadir dalam acara tersebut.

“Prabowo, Prabowo, Prabowo,” ujar kader PAN.

Prabowo kemudian melanjutkan kritiknya terhadap pihak yang disebutnya sebagai pakar. Ia menilai persoalan menjadi berbeda ketika kritik yang disampaikan sudah mengandung fitnah.

Ia bahkan mengaitkannya dengan ajaran agama yang menyebut fitnah sebagai sesuatu yang lebih kejam daripada pembunuhan.

“PAN kan juga ada basis agamis, kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ada ya? Ada? Surat Al-Baqarah ayat 191, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah, tapi sudahlah kita bangsa yang besar bangsa yang kuat, saya mencatat saja, kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur, itu namanya kejujuran intelektual, intelektual honesty, apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual bagi kalangan yang menyandang status cendekiawan maupun pakar.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan respons keras Prabowo terhadap kritik yang menurutnya telah melampaui batas antara perbedaan pandangan dan tuduhan yang dianggap sebagai fitnah. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|