Normalisasi Waduk untuk Pengendalian Banjir di Tanjungpura, Ricky Anthony Apresiasi Pemprov Sumut

1 month ago 19

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Normalisasi waduk untuk pengendalian dan mengatasi banjir yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di Tanjungpura, Langkat, mendapat apresiasi dari Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony. Karena itu, politisi muda dari Partai NasDem itu, pun mengapresiasi kinerja Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Normalisasi waduk ini akan dikebut pada 2025 ini. Anggaran untuk normalisasi waduk pengendali banjir di Tanjungpura juga sudah disiapkan. Pompa air lama di sana juga sudah diganti dengan unit yang baru. Sehingga, antisipasi genangan air bisa lebih maksimal.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Dalam R APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2025 ini, sudah disiapkan untuk hal tersebut,” ungkap RA, sapaan karib Ricky Anthony, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (26/7) lalu.

Seperti diketahui, banjir selalu terjadi di Kecamatan Tanjungpura setiap tahun. Bagi RA, gebrakan Bobby melakukan normalisasi waduk adalah sebuah komitmen sebagai seorang pemimpin yang berintegritas.

“Untuk tahun berikutnya, in sya Allah akan disiapkan juga anggaran untuk pelebaran waduk di Tanjungpura dan sekitarnya. Sehingga dapat memberi manfaat maksimal bagi warga di sana,” jelasnya.

Waduk Tanjungpura sudah beberapa tahun belakangan ini terbengkalai. Saluran air yang tak berfungsi dan sedimentasi menjadi penyebab banjir setiap tahun. Hal ini pun sangat menggangu aktivitas masyarakat sekitar.

“Saat masa kampanye lalu, saya berjanji akan memperbaiki persoalan ini. Hari ini, saya kembali ke sini, menepati janji itu. Sekaligus meninjau langsung proses pengerukan sedimen di Waduk Tanjungpura,” tutur Bobby.

Warga setempat bernama Upik, mengaku kesulitan saat banjr melanda. Rumahnya pernah tergenang air selama lima bulan. Setelah normalisasi waduk dimulai, Upik tidak lagi merasakan banjir. Padahal, saat itu dua malam berturut-turut turun hujan.

“Alhamdulillah, ini sudah ada pengerukan. Hujan pun dua malam gak banjir. Biasanya, banjir bisa semata kaki saya, lima bulan baru surut,” bebernya.

Ke depannya, pengerukan akan terus dianjutkan agar fungsinya sebagai penampung dan saluran pengairan dapat kembali optimal. Telah diserahkan pula dua unit bantuan mesin pompa air, sebagai dukungan tambahan bagi petani setempat. (ted/saz)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Normalisasi waduk untuk pengendalian dan mengatasi banjir yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di Tanjungpura, Langkat, mendapat apresiasi dari Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony. Karena itu, politisi muda dari Partai NasDem itu, pun mengapresiasi kinerja Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Normalisasi waduk ini akan dikebut pada 2025 ini. Anggaran untuk normalisasi waduk pengendali banjir di Tanjungpura juga sudah disiapkan. Pompa air lama di sana juga sudah diganti dengan unit yang baru. Sehingga, antisipasi genangan air bisa lebih maksimal.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Dalam R APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2025 ini, sudah disiapkan untuk hal tersebut,” ungkap RA, sapaan karib Ricky Anthony, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (26/7) lalu.

Seperti diketahui, banjir selalu terjadi di Kecamatan Tanjungpura setiap tahun. Bagi RA, gebrakan Bobby melakukan normalisasi waduk adalah sebuah komitmen sebagai seorang pemimpin yang berintegritas.

“Untuk tahun berikutnya, in sya Allah akan disiapkan juga anggaran untuk pelebaran waduk di Tanjungpura dan sekitarnya. Sehingga dapat memberi manfaat maksimal bagi warga di sana,” jelasnya.

Waduk Tanjungpura sudah beberapa tahun belakangan ini terbengkalai. Saluran air yang tak berfungsi dan sedimentasi menjadi penyebab banjir setiap tahun. Hal ini pun sangat menggangu aktivitas masyarakat sekitar.

“Saat masa kampanye lalu, saya berjanji akan memperbaiki persoalan ini. Hari ini, saya kembali ke sini, menepati janji itu. Sekaligus meninjau langsung proses pengerukan sedimen di Waduk Tanjungpura,” tutur Bobby.

Warga setempat bernama Upik, mengaku kesulitan saat banjr melanda. Rumahnya pernah tergenang air selama lima bulan. Setelah normalisasi waduk dimulai, Upik tidak lagi merasakan banjir. Padahal, saat itu dua malam berturut-turut turun hujan.

“Alhamdulillah, ini sudah ada pengerukan. Hujan pun dua malam gak banjir. Biasanya, banjir bisa semata kaki saya, lima bulan baru surut,” bebernya.

Ke depannya, pengerukan akan terus dianjutkan agar fungsinya sebagai penampung dan saluran pengairan dapat kembali optimal. Telah diserahkan pula dua unit bantuan mesin pompa air, sebagai dukungan tambahan bagi petani setempat. (ted/saz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|