MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi suhu panas dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, diperkirakan suhu panas dan angin kencang akan terjadi selama sepekan ke depan.
Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Fauziah Fitri Damanik mengatakan, secara umum untuk sepekan ke depan, Sumut masih dalam periode musim kemarau. “Seminggu ke depan, secara umum wilayah Sumut cerah berawan dan masih ada potensi hujan ringan hingga sedang tapi dalam probabilitas yang rendah,” kata Fauziah kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (20/7).
Dijelaskannya, berdasarkan analisa pola angin menunjukkan angin baratan yang cukup kuat dan bersifat divergen (menyebar), sehingga secara tidak langsung mempengaruhi suhu panas dan angin kencang di wilayah Sumut. “Angin yang divergen (menyebar) mengakibatkan pertumbuhan awan cukup sulit sehingga cahaya matahari sangat instens menembus ke permukaan tanpa adanya tutupan awan, sehingga mengakibatkan suhu udara cukup tinggi,” jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, angin divergen tersebut secara tidak langsung juga menyebabkan angin kencang. Di sisi lain terdapat pula siklon tropis wipha di perairan Filipina yang mengakibatkan adanya percepatan angin yang melalui wilayah Sumut menuju perairan Filiphina yang secara tidak langsung mempengaruhi kecepatan angin di wilayah Sumut.
“Prospek cuaca dari 21-23 Juli 2025, potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Dairi, Pakpakbharat, Humbanghasundutan (Humbahas), Sibolga, Langkat, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Nias, Nias Utara, Nias Barat, Gunung Sitoli, Karo dan Mandailingnatal (Madina). Dengan suhu udara maksimum dapat mencapai 37 derajat celcius,” imbuhnya.
Fauziah menambahkan, dalam beberapa hari ke depan, diprakirakan pola cuaca hampir sama dengan kemarin. Mengingat cuaca yang masih cukup panas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat memicu kebakaran, mengurangi kegiatan di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan buah serta menggunakan sunscreen.
“Diimbau juga kepada masyarakat untuk waspada potensi suhu panas dan angin kencang di wilayah Sumut. Untuk itu masyarakat dapat mengurangi kegiatan di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, waspada risiko kebakaran akibat kondisi kering dan panas. Selain itu tetap waspada karena cuaca bersifat dinamis dan selalu pantau sosial media kita di @infobmkgsumut,” pungkasnya.
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Picu Kebakaran
Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, Sumatera Utara khususnya Kota Medan dilanda cuaca panas dan angin kencang. Namun begitu, hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan belum ada menerima laporan rumah rusak akibat disapu angin kencang. “Hingga saat ini, kita tidak ada menerima laporan rumah masyarakat yang rusak terdampak angin kencang,” kata Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari kepada Sumut Pos, Minggu (20/7).
Dikatakan Yunita, bila terdapat rumah ataupun bangunan yang rusak akibat angin kencang, pihaknya pasti akan mendapatkan laporan tersebut dari perangkat kewilayahan. “Artinya, memang tidak ada kejadian apapun karena angin kencang di Kota Medan,” tegasnya.
Yunita juga menyebutkan, BMKG sudah memperingatkan warga Kota Medan untuk mewaspadai terjadinya suhu panas disertai angin kencang. “Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan,” kata Yunita.
Kondisi cuaca panas disertai angin kencang ini, sambung Yunita, berpotensi meningkatkan terjadinya kebakaran. Untuk itu, ia pun mengimbau warga Kota Medan untuk waspada dan lebih memperhatikan kondisi di sekitar tempat tinggalnya. “Karena kondisi panas dan angin ini, maka diperingatkan adanya potensi terjadinya kebakaran. Tetap waspada, perhatikan semua hal yang bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” pungkasnya.
25 Rumah Ludes Terbakar di Putri Hijau Medan
Sementara pada Minggu (20/7) dini hari, sebanyak 25 rumah di kawasan pemukiman penduduk Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan, M Yunus mengatakan, pihaknya sempat kesulitan dalam memadamkan api karena tiupan angin yang cukup kencing. Angin kencang itu membuat api dengan mudah merambat ke rumah lainnya hingga mengakibatkan puluhan rumah hangus terbakar.
Setidaknya kata dia, 11 unit armada mobil pemadaman dikerahkan untuk memadamkan api. “Sekira pukul 07.00 WIB tadi, api telah berhasil dipadamkan. Kita menurunkan sebanyak 11 armada mobil pemadam kebakaran,” ujarnya.
Lebih kurang empat jam berjibaku, akhirnya petugas dapat memadamkan kobaran api. Sementara warga yang menjadi korban kebakaran telah menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. “Untuk penyebab dari musibah kebakaran ini masih diselidiki pihak yang berwajib. Dari data yang telah dihimpun kurang lebih sebanyak 25 rumah ludes terbakar. Sedangkan kerugian yang dialami belum bisa diperkirakan,” jelasnya.
Menurut laporan akhir DPKP Kota Medan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai nilai yang belum dapat ditaksir secara pasti. Untuk menjinakkan kobaran api yang membesar, DPKP Kota Medan mengerahkan 11 unit armada pemadam kebakaran dengan total kapasitas air terpakai mencapai 216.500 liter.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Lokasi kejadian saat ini telah diamankan untuk proses investigasi lebih lanjut guna mengungkap pemicu kebakaran tersebut. (dwi/map/man/adz)