Pasar Terapung Jadi Daya Tarik Utama

3 hours ago 4

Wali Kota Dorong Promosi Potensi Lokal dan UMKM

JAYAPURA – Kehadiran pasar terapung dalam rangkaian Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Jayapura menjadi salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian masyarakat yang berlangsung di depan kantor Gubernur Papua, Sabtu (25/7).

   Sejak pagi, ratusan warga memadati kawasan pasar terapung untuk menikmati beragam kuliner khas Papua, hasil perikanan, hingga berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipasarkan langsung oleh para pelaku usaha.

   Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar pada umumnya. Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan Kota Jayapura yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

   Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pasar terapung menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan sebagai agenda tahunan Pemerintah Kota Jayapura.

   “Kita melihat antusiasme masyarakat terhadap pasar terapung sangat baik. Ke depan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin karena selain memberikan hiburan, juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Abisai.

   Menurutnya, pasar terapung bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi potensi lokal yang dimiliki Kota Jayapura. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat lebih mengenal sekaligus mencintai produk-produk hasil karya pelaku UMKM maupun hasil alam dari wilayah pesisir.

   Ia menilai masih banyak potensi lokal yang dapat dipasarkan melalui konsep pasar terapung, mulai dari hasil tangkapan nelayan seperti ikan segar, ikan asap, udang, kepiting, dan aneka hasil laut lainnya.

  Selain itu, berbagai pangan lokal seperti sagu, papeda, keladi, ubi, pisang, buah-buahan lokal, serta olahan makanan tradisional khas Papua juga memiliki peluang besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat maupun wisatawan.

  Tidak hanya produk pangan, pasar terapung juga dapat menjadi etalase bagi kerajinan tangan khas Papua, seperti noken, ukiran kayu, anyaman, aksesori berbahan alam, hingga berbagai produk ekonomi kreatif yang dibuat oleh masyarakat lokal.

  Menurut Abisai, jika dikelola secara baik, kegiatan tersebut akan menjadi wadah yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. “Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga mengenal kekayaan budaya, kuliner, dan hasil karya masyarakat Kota Jayapura. Dengan begitu, perputaran ekonomi dapat meningkat dan para pelaku UMKM memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” katanya.

Wali Kota Dorong Promosi Potensi Lokal dan UMKM

JAYAPURA – Kehadiran pasar terapung dalam rangkaian Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Jayapura menjadi salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian masyarakat yang berlangsung di depan kantor Gubernur Papua, Sabtu (25/7).

   Sejak pagi, ratusan warga memadati kawasan pasar terapung untuk menikmati beragam kuliner khas Papua, hasil perikanan, hingga berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipasarkan langsung oleh para pelaku usaha.

   Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar pada umumnya. Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan Kota Jayapura yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

   Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pasar terapung menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan sebagai agenda tahunan Pemerintah Kota Jayapura.

   “Kita melihat antusiasme masyarakat terhadap pasar terapung sangat baik. Ke depan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin karena selain memberikan hiburan, juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Abisai.

   Menurutnya, pasar terapung bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi potensi lokal yang dimiliki Kota Jayapura. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat lebih mengenal sekaligus mencintai produk-produk hasil karya pelaku UMKM maupun hasil alam dari wilayah pesisir.

   Ia menilai masih banyak potensi lokal yang dapat dipasarkan melalui konsep pasar terapung, mulai dari hasil tangkapan nelayan seperti ikan segar, ikan asap, udang, kepiting, dan aneka hasil laut lainnya.

  Selain itu, berbagai pangan lokal seperti sagu, papeda, keladi, ubi, pisang, buah-buahan lokal, serta olahan makanan tradisional khas Papua juga memiliki peluang besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat maupun wisatawan.

  Tidak hanya produk pangan, pasar terapung juga dapat menjadi etalase bagi kerajinan tangan khas Papua, seperti noken, ukiran kayu, anyaman, aksesori berbahan alam, hingga berbagai produk ekonomi kreatif yang dibuat oleh masyarakat lokal.

  Menurut Abisai, jika dikelola secara baik, kegiatan tersebut akan menjadi wadah yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. “Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga mengenal kekayaan budaya, kuliner, dan hasil karya masyarakat Kota Jayapura. Dengan begitu, perputaran ekonomi dapat meningkat dan para pelaku UMKM memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” katanya.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|