Pemkab Dairi Wujudkan Kabupaten Layak Anak

8 hours ago 3

DAIRI– Pemerintah Kabupaten Dairi terus memperkuat komitmennya dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak sebagai langkah strategis untuk kembali meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi kebijakan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga non-pemerintah, insan media, hingga dunia usaha. Kegiatan ini digelar oleh Dinas P3AP2KB Kabupaten Dairi di Aula Hotel Beristra, Selasa (21/4/2026).

Sekretaris Daerah Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas KLA, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali capaian KLA yang pernah diraih pada tahun 2022 dengan predikat Madya.

“Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam memenuhi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman serta ramah anak,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang telah disusun dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Menurutnya, peran media sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait perlindungan anak. Sementara itu, dunia usaha diharapkan dapat berkontribusi melalui kebijakan ramah anak di lingkungan kerja maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara optimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Dinas P3AP2KB Provinsi Sumatera Utara Mohammad Andi, menekankan pentingnya keterlibatan lembaga non-pemerintah sebagai mitra aktif dalam pendampingan serta pengawasan implementasi kebijakan perlindungan anak.

Ia menyebut, advokasi dan sosialisasi seperti ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antar pihak, sehingga upaya pemenuhan hak anak dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

“Sinergi yang baik juga akan mendukung pertukaran data dan informasi antar lembaga sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” ujar Andi.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Dairi, Nitawaty Sitohang, perwakilan kepolisian, kejaksaan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan kecamatan dan desa.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Dairi berharap komitmen bersama dalam perlindungan anak semakin kuat, sehingga cita-cita menjadikan Dairi sebagai Kabupaten Layak Anak dapat kembali terwujud dalam waktu dekat. (rud/ila)

DAIRI– Pemerintah Kabupaten Dairi terus memperkuat komitmennya dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak sebagai langkah strategis untuk kembali meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi kebijakan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga non-pemerintah, insan media, hingga dunia usaha. Kegiatan ini digelar oleh Dinas P3AP2KB Kabupaten Dairi di Aula Hotel Beristra, Selasa (21/4/2026).

Sekretaris Daerah Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas KLA, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali capaian KLA yang pernah diraih pada tahun 2022 dengan predikat Madya.

“Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam memenuhi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman serta ramah anak,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang telah disusun dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Menurutnya, peran media sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait perlindungan anak. Sementara itu, dunia usaha diharapkan dapat berkontribusi melalui kebijakan ramah anak di lingkungan kerja maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara optimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Dinas P3AP2KB Provinsi Sumatera Utara Mohammad Andi, menekankan pentingnya keterlibatan lembaga non-pemerintah sebagai mitra aktif dalam pendampingan serta pengawasan implementasi kebijakan perlindungan anak.

Ia menyebut, advokasi dan sosialisasi seperti ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antar pihak, sehingga upaya pemenuhan hak anak dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

“Sinergi yang baik juga akan mendukung pertukaran data dan informasi antar lembaga sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” ujar Andi.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Dairi, Nitawaty Sitohang, perwakilan kepolisian, kejaksaan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan kecamatan dan desa.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Dairi berharap komitmen bersama dalam perlindungan anak semakin kuat, sehingga cita-cita menjadikan Dairi sebagai Kabupaten Layak Anak dapat kembali terwujud dalam waktu dekat. (rud/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|