JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura terus mengembangkan sagu sebagai pangan lokal unggulan yang berkelanjutan hal ini dikarenakan komoditas tersebut merupakan salah satu pendukung ketahanan pangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa di Jayapura, Senin mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada pemanfaatan hasil sagu, tetapi juga memperkuat aspek budidaya agar keberlanjutan tanaman tetap terjaga. “Kami ingin petani tidak hanya mengambil hasil, tetapi juga belajar membudidayakan sagu sehingga populasinya tetap terjaga,” katanya.
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus menjaga ekosistem hutan sagu yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Papua. “Selain itu kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, terutama di wilayah yang memiliki potensi sagu besar seperti Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, serta Kabupaten dan Kota Jayapura,” ujarnya.
Dia menjelaskan karena pengembangan sagu akan berjalan seiring dengan program pertanian lainnya, termasuk cetak sawah rakyat dan peremajaan kelapa sawit, tanpa mengabaikan peran pangan lokal. “Komoditas pangan lokal seperti sagu tidak kami tinggalkan. Justru kami terus mendampingi petani agar bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” katanya .
Dia menambahkan pihaknya berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan lokal Papua, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP). (*/ANTARA)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura terus mengembangkan sagu sebagai pangan lokal unggulan yang berkelanjutan hal ini dikarenakan komoditas tersebut merupakan salah satu pendukung ketahanan pangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa di Jayapura, Senin mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada pemanfaatan hasil sagu, tetapi juga memperkuat aspek budidaya agar keberlanjutan tanaman tetap terjaga. “Kami ingin petani tidak hanya mengambil hasil, tetapi juga belajar membudidayakan sagu sehingga populasinya tetap terjaga,” katanya.
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus menjaga ekosistem hutan sagu yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Papua. “Selain itu kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, terutama di wilayah yang memiliki potensi sagu besar seperti Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, serta Kabupaten dan Kota Jayapura,” ujarnya.
Dia menjelaskan karena pengembangan sagu akan berjalan seiring dengan program pertanian lainnya, termasuk cetak sawah rakyat dan peremajaan kelapa sawit, tanpa mengabaikan peran pangan lokal. “Komoditas pangan lokal seperti sagu tidak kami tinggalkan. Justru kami terus mendampingi petani agar bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” katanya .
Dia menambahkan pihaknya berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan lokal Papua, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP). (*/ANTARA)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































