Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

1 day ago 8

Catatan Ekspedisi Seven Summit West Sumatera (Bagian: 1)

Setelah vakum lebih dari enam bulan, ekspedisi Seven Summit West Sumatera kembali kami lanjutkan. Etape keempat. Petualangan ayah dan anak kali ini kami agendakan untuk menapakkan kaki ke puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl). Dengan ketinggian mencapai 3.805 mdpl, Gunung Kerinci kerap disebut sebagai “atap langit” Sumatera.

Laporan : Two Efly & Azib Fattah Mandala Putra

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak tertingginya bernama Indrapura. Tim Seven Summit yang semula berjumlah empat orang kini menjadi sepuluh orang setelah dua tim bergabung. Kesepuluh personel tersebut terdiri dari Two Efly, Azib Fattah Mandala Putra, Dani Fauzi, Habil, Hidayah, Suci Ramadani, Habil Nafian, Abrar, Nur Azira, dan Dima Sasikia Fitri.

Di titik awal pendakian Kersik Tuo, telah menunggu sahabat saya, Lihun Alfonso dan Bang Roy (guide Gunung Kerinci), yang akan memimpin perjalanan. Lihun Alfonso merupakan guide senior, sementara Bang Roy berperan sebagai sweeper. Keduanya juga merupakan anggota Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI).

Menggunakan kendaraan pribadi, kami bergerak dari Padang pada Selasa (21/4) menuju Indarung, kemudian menanjak ke Sitinjaulauik. Perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kanan di pertigaan Lubuk Silasih menuju kawasan Danau Kembar—Danau Di Atas dan Danau Di Bawah—di Alahanpanjang, Kabupaten Solok.

Sekitar satu setengah jam dari Lubuk Silasih, kami tiba di Masjid Ummi Alahan Panjang. Masjid megah yang berdiri di tepi Danau Di Atas ini dibangun oleh mantan Gubernur Sumatera Barat sekaligus Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan dihibahkan untuk masyarakat. Perjalanan menuju Kersik Tuo diperkirakan masih memakan waktu sekitar enam jam lagi dengan laju santai. Menembus Solok Selatan

Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Surian dan Pantai Cermin. Sayangnya jalan nasional di kawasan Air Dingin sangat tak layak. Berlobang, bergelombang dan dapat dikatakan bonyok. Kendaraan harus melintas dengan pelan dan lambat. Salah pilih tapakan, mobil bisa masuk lobang dan kandas. Kita yang berada di dalam mobilpun serasa naik rolercoster.

Catatan Ekspedisi Seven Summit West Sumatera (Bagian: 1)

Setelah vakum lebih dari enam bulan, ekspedisi Seven Summit West Sumatera kembali kami lanjutkan. Etape keempat. Petualangan ayah dan anak kali ini kami agendakan untuk menapakkan kaki ke puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl). Dengan ketinggian mencapai 3.805 mdpl, Gunung Kerinci kerap disebut sebagai “atap langit” Sumatera.

Laporan : Two Efly & Azib Fattah Mandala Putra

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak tertingginya bernama Indrapura. Tim Seven Summit yang semula berjumlah empat orang kini menjadi sepuluh orang setelah dua tim bergabung. Kesepuluh personel tersebut terdiri dari Two Efly, Azib Fattah Mandala Putra, Dani Fauzi, Habil, Hidayah, Suci Ramadani, Habil Nafian, Abrar, Nur Azira, dan Dima Sasikia Fitri.

Di titik awal pendakian Kersik Tuo, telah menunggu sahabat saya, Lihun Alfonso dan Bang Roy (guide Gunung Kerinci), yang akan memimpin perjalanan. Lihun Alfonso merupakan guide senior, sementara Bang Roy berperan sebagai sweeper. Keduanya juga merupakan anggota Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI).

Menggunakan kendaraan pribadi, kami bergerak dari Padang pada Selasa (21/4) menuju Indarung, kemudian menanjak ke Sitinjaulauik. Perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kanan di pertigaan Lubuk Silasih menuju kawasan Danau Kembar—Danau Di Atas dan Danau Di Bawah—di Alahanpanjang, Kabupaten Solok.

Sekitar satu setengah jam dari Lubuk Silasih, kami tiba di Masjid Ummi Alahan Panjang. Masjid megah yang berdiri di tepi Danau Di Atas ini dibangun oleh mantan Gubernur Sumatera Barat sekaligus Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan dihibahkan untuk masyarakat. Perjalanan menuju Kersik Tuo diperkirakan masih memakan waktu sekitar enam jam lagi dengan laju santai. Menembus Solok Selatan

Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Surian dan Pantai Cermin. Sayangnya jalan nasional di kawasan Air Dingin sangat tak layak. Berlobang, bergelombang dan dapat dikatakan bonyok. Kendaraan harus melintas dengan pelan dan lambat. Salah pilih tapakan, mobil bisa masuk lobang dan kandas. Kita yang berada di dalam mobilpun serasa naik rolercoster.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|