MIMIKA – Sejak akhir juli penjualan pernak-pernik HUR TI seperti bendera, umbul-umbul dan sebagainya mulai menjamur di Kota Timika. Pada tahun ini tampak sedikit berbeda. Di Mimika, sejumlah pedagang bendera musiman mengaku tak bisa berharap banyak dalam penjualannya pasalnya, penjualannya masih sepi
Ijang, penjual bendera asal Garut, Jawa Barat, yang membuka lapak penjualan bendera di sekitaran jalan Cenderawasih, SP2 yang lokasinya berhadapan langsung dengan sebuah toko Roti mengaku sudah berjualan sejak dua pekan sebelumnya.
Namun, jualannya belum juga laris manis. Padahal, sudah ada surat edaran Bupati Mimika yang dikeluarkan untuk menginstruksikan semua pihak di Mimika menyemarakkan kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan, tak terkecuali pemasangan bendera merah putih hingga aksesori kemerdekaan lainnya.
“Untuk saya pribadi belum terlalu ramai. Memang setiap hari ada, tapi tidak seperti tahun lalu, masyarakat datang dari pedalaman-pedalaman, borong barang begitu. Sejauh ini belum ada,” ujar Ijang saat diwawancarai, Minggu (3/8).
Di lapak milik Ijang, untuk beberapa dekorasi kemerdekaan berlatar belakang merah putih dijual mulai harga Rp400 ribu. Kemudian, untuk umbul-umbul dijual dengan harga Rp40 ribu untuk ukuran 3 meter, dan bendera merah putih ukuran 90 sentimeter Rp35 ribu dan bendera ukuran 180 sentimeter seharga Rp100 ribu.
Sedangkan, untuk bendera hias kendaraan dijual Ijang dengan harga Rp5 ribu hingga Rp25 ribu dan aksesoris kemerdekaan lainnya seharga Rp15 ribu.
Ijang tampak sabar menunggu, sembari menahan cuaca Timika yang amat sangat tidak bersahabat. Sesekali, jika ada pejalan kaki yang lewat, ia menawarkan pembelian kepada mereka.
“Mudah-mudah dekat tujuhbelasan pembeli semakin bertambah. Ini kan masih awal bulan. Tapi tahun lalu seperti ini sudah ramai. Tahun ini mungkin ditunggu beberapa hari lagi,” pungkasnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
MIMIKA – Sejak akhir juli penjualan pernak-pernik HUR TI seperti bendera, umbul-umbul dan sebagainya mulai menjamur di Kota Timika. Pada tahun ini tampak sedikit berbeda. Di Mimika, sejumlah pedagang bendera musiman mengaku tak bisa berharap banyak dalam penjualannya pasalnya, penjualannya masih sepi
Ijang, penjual bendera asal Garut, Jawa Barat, yang membuka lapak penjualan bendera di sekitaran jalan Cenderawasih, SP2 yang lokasinya berhadapan langsung dengan sebuah toko Roti mengaku sudah berjualan sejak dua pekan sebelumnya.
Namun, jualannya belum juga laris manis. Padahal, sudah ada surat edaran Bupati Mimika yang dikeluarkan untuk menginstruksikan semua pihak di Mimika menyemarakkan kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan, tak terkecuali pemasangan bendera merah putih hingga aksesori kemerdekaan lainnya.
“Untuk saya pribadi belum terlalu ramai. Memang setiap hari ada, tapi tidak seperti tahun lalu, masyarakat datang dari pedalaman-pedalaman, borong barang begitu. Sejauh ini belum ada,” ujar Ijang saat diwawancarai, Minggu (3/8).
Di lapak milik Ijang, untuk beberapa dekorasi kemerdekaan berlatar belakang merah putih dijual mulai harga Rp400 ribu. Kemudian, untuk umbul-umbul dijual dengan harga Rp40 ribu untuk ukuran 3 meter, dan bendera merah putih ukuran 90 sentimeter Rp35 ribu dan bendera ukuran 180 sentimeter seharga Rp100 ribu.
Sedangkan, untuk bendera hias kendaraan dijual Ijang dengan harga Rp5 ribu hingga Rp25 ribu dan aksesoris kemerdekaan lainnya seharga Rp15 ribu.
Ijang tampak sabar menunggu, sembari menahan cuaca Timika yang amat sangat tidak bersahabat. Sesekali, jika ada pejalan kaki yang lewat, ia menawarkan pembelian kepada mereka.
“Mudah-mudah dekat tujuhbelasan pembeli semakin bertambah. Ini kan masih awal bulan. Tapi tahun lalu seperti ini sudah ramai. Tahun ini mungkin ditunggu beberapa hari lagi,” pungkasnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos