Polemik Pagar Mal Memanas! Gubernur Minta Dibongkar, Hasan Nasbi Minta Jangan Tebarkan Ketakutan

4 hours ago 2
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena menjamurnya pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran belakangan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Di tengah munculnya berbagai dugaan mengenai alasan di balik pemasangan pagar tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengimbau publik agar tidak larut dalam narasi yang justru memperbesar rasa takut.

Hasan menegaskan masyarakat sebaiknya tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, berbagai kabar yang berkembang perlu diuji terlebih dahulu sebelum dipercaya dan disebarluaskan.

“Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik,” ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia bahkan menantang kalangan media untuk melakukan verifikasi langsung terhadap berbagai isu yang beredar terkait pemasangan pagar tersebut.

“Teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar enggak, fear mongering yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan,” katanya.

Belakangan, pemasangan pagar baru memang terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan. Salah satunya berada di kawasan Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Berdasarkan laporan Antara, pagar berwarna abu-abu dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan panjang sekitar 100 meter dipasang di area pintu masuk utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.

Fenomena serupa juga mulai terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan di daerah lain, termasuk Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa pemasangan pagar bukanlah sesuatu yang baru. Menurutnya, banyak pusat perbelanjaan yang sejak awal pembangunannya memang telah dilengkapi pagar sebagai bagian dari pengaturan kawasan.

“Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja,” kata Alphonzus seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, pagar juga berfungsi sebagai batas yang jelas antara area privat milik pengelola pusat perbelanjaan dengan ruang publik, termasuk area yang kerap digunakan masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil sikap berbeda. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar pagar-pagar tinggi yang baru dipasang tersebut dibongkar. Pemprov disebut segera berkomunikasi dengan pengelola pusat perbelanjaan maupun gedung perkantoran.

Menurut Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, pemasangan pagar yang berlebihan justru dapat memunculkan persepsi bahwa kondisi keamanan ibu kota sedang tidak baik.

“Gubernur menilai langkah pemasangan pagar tinggi muncul dari kekhawatiran yang berlebihan,” ujar Chico saat dikonfirmasi pada Sabtu (1/8/2026).

Ia menambahkan, kondisi keamanan Jakarta hingga kini tetap terkendali. Pemerintah Provinsi Jakarta juga terus menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami ingin masyarakat dan pelaku usaha merasa aman serta nyaman beraktifitas di Jakarta,” kata Chico. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|