Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

1 day ago 4

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas aksi pungutan terhadap masyarakat dan wisatawan yang melintasi ruas Jalan Skori–Puay yang belakangan menjadi destinasi wisata baru dan viral di media sosial.

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu kenyamanan wisatawan serta menciptakan citra negatif terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Jayapura.

“Saya tegaskan kepada masyarakat, khususnya para pemuda yang berada di sepanjang ruas Jalan Skori–Puay, agar tidak melakukan penagihan atau pungutan kepada setiap pengunjung yang datang ke lokasi tersebut,” tegas Yunus.

Ia mengaku menerima laporan terkait aktivitas sejumlah pemuda yang melakukan aksi pemalangan jalan dan meminta sejumlah uang kepada pengendara maupun wisatawan yang melintasi kawasan tersebut.

Menurutnya, apabila praktik tersebut terus dilakukan, pemerintah daerah akan meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah tegas. “Saya akan melaporkan hal ini kepada Kapolres Jayapura maupun Kapolsek setempat untuk menindak tegas setiap aksi pemalangan yang disertai pungutan terhadap masyarakat maupun pengunjung yang melintasi Jalan Skori–Puay,” katanya.

Yunus menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata baru yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut dengan cara yang positif.

Ia mengimbau masyarakat setempat untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari meningkatnya kunjungan wisatawan, misalnya dengan berjualan makanan, minuman, maupun produk lokal lainnya.

“Kalau masyarakat ingin berjualan silakan. Jual kelapa muda, papeda bungkus, ikan goreng atau produk lainnya. Tetapi jangan melakukan pemalangan dan meminta uang kepada pengunjung hanya untuk melintas,” ujarnya.

Menurut Bupati, generasi muda seharusnya lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang ekonomi dibandingkan melakukan tindakan yang dapat merugikan daerah.  “Kalian masih muda, harus bisa bekerja dan berjualan. Jangan mengganggu daerah-daerah yang memiliki potensi wisata,” katanya.

“Potensi wisata Kabupaten Jayapura sangat besar. Jangan sampai praktik-praktik seperti ini justru menghambat kemajuan daerah dan merugikan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas aksi pungutan terhadap masyarakat dan wisatawan yang melintasi ruas Jalan Skori–Puay yang belakangan menjadi destinasi wisata baru dan viral di media sosial.

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu kenyamanan wisatawan serta menciptakan citra negatif terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Jayapura.

“Saya tegaskan kepada masyarakat, khususnya para pemuda yang berada di sepanjang ruas Jalan Skori–Puay, agar tidak melakukan penagihan atau pungutan kepada setiap pengunjung yang datang ke lokasi tersebut,” tegas Yunus.

Ia mengaku menerima laporan terkait aktivitas sejumlah pemuda yang melakukan aksi pemalangan jalan dan meminta sejumlah uang kepada pengendara maupun wisatawan yang melintasi kawasan tersebut.

Menurutnya, apabila praktik tersebut terus dilakukan, pemerintah daerah akan meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah tegas. “Saya akan melaporkan hal ini kepada Kapolres Jayapura maupun Kapolsek setempat untuk menindak tegas setiap aksi pemalangan yang disertai pungutan terhadap masyarakat maupun pengunjung yang melintasi Jalan Skori–Puay,” katanya.

Yunus menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata baru yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut dengan cara yang positif.

Ia mengimbau masyarakat setempat untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari meningkatnya kunjungan wisatawan, misalnya dengan berjualan makanan, minuman, maupun produk lokal lainnya.

“Kalau masyarakat ingin berjualan silakan. Jual kelapa muda, papeda bungkus, ikan goreng atau produk lainnya. Tetapi jangan melakukan pemalangan dan meminta uang kepada pengunjung hanya untuk melintas,” ujarnya.

Menurut Bupati, generasi muda seharusnya lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang ekonomi dibandingkan melakukan tindakan yang dapat merugikan daerah.  “Kalian masih muda, harus bisa bekerja dan berjualan. Jangan mengganggu daerah-daerah yang memiliki potensi wisata,” katanya.

“Potensi wisata Kabupaten Jayapura sangat besar. Jangan sampai praktik-praktik seperti ini justru menghambat kemajuan daerah dan merugikan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|