DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO- Tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Medan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sei Glugur, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Pangan Lokal Dalam Mencegah Anemia Dan Stunting Pada Balita” sebagai bentuk pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebanyak 82 anak bawah lima tahun (balita) di desa tersebut dilibatkan sebagai sasaran utama. Berpusat di Balai Desa dan Posyandu setempat, program kesehatan ini berjalan atas kerja sama erat antara institusi pendidikan dan bidan Puskesmas Pancurbatu yang bertugas di wilayah tersebut.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan, Yulina Dwi Hastuty, S.Kep, Ners, M.Biomed, menjelaskan bahwa aksi nyata ini sejalan dengan visi, misi, dan Rencana Strategis (Renstra) kampus melalui jalur pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah (Hb) dan pemeriksaan antropometri berupa penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan. Kami juga memberikan makanan tambahan berbasis pangan lokal, dalam hal ini daun kelor,” ujar Yulina.
“Kegiatan edukasi dilakukan guna meningkatkan pemahaman ibu tentang pentingnya asupan zat gizi bagi anak guna mencegah anemia dan stunting. Kegiatan ini juga dibantu oleh Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Medan,” tambahnya.
Pengabdian masyarakat ini berfokus pada deteksi dini kasus stunting dan anemia pada balita, sekaligus mengedukasi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan zat gizi anak.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim medis menemukan adanya sejumlah balita dengan kadar hemoglobin (Hb) rendah serta pertumbuhan fisik yang tidak sesuai dengan usia mereka. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti secara cepat lewat intervensi medis berupa pemberian makanan tambahan, vitamin, dan konseling kesehatan.
Dosen Poltekkes Kemenkes Medan, Sri Widya Ningsih, M.Si, bersama bidan Puskesmas memberikan edukasi langsung mengenai langkah preventif harian. “Kita harus memberikan perhatian lebih terhadap upaya yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mencegah dan mengatasi stunting dan anemia. Caranya adalah dengan selalu memperhatikan asupan gizi dan kesehatan bayi juga ibunya,” jelas Sri Widya Ningsih saat memberikan konseling.
Kepala Desa Sei Glugur menyambut baik inisiatif ini dan mengajak seluruh warga untuk aktif memanfaatkan sumber daya alam lokal yang melimpah di sekitar tempat tinggal mereka.
“Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara rutin terutama pada Balita dan ibu hamil karena berkaitan dengan kelangsungan masa depan generasi bangsa dan memperkuat ketahanan kesehatan bangsa Indonesia,” tegas Kepala Desa Sei Glugur dalam sambutannya.
Beliau juga berharap status Desa Sei Glugur sebagai desa binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan dapat berjalan berkelanjutan demi membebaskan warga dari ancaman gizi buruk.
“Kami berharap Desa Sei Glugur sebagai desa yang masuk dalam binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Medan dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan kasus stunting dan anemia. Masyarakat Sei Glugur juga dapat memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah dan terjangkau serta mudah didapat disekitar rumah untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pangan lokal,” pungkas Kepala Desa.
Kolaborasi multisektor ini membuktikan bahwa urusan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui program promotif, preventif, serta pemanfaatan teknologi dan pangan lokal, pemerataan kualitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. (adz)
DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO- Tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Medan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sei Glugur, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Pangan Lokal Dalam Mencegah Anemia Dan Stunting Pada Balita” sebagai bentuk pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebanyak 82 anak bawah lima tahun (balita) di desa tersebut dilibatkan sebagai sasaran utama. Berpusat di Balai Desa dan Posyandu setempat, program kesehatan ini berjalan atas kerja sama erat antara institusi pendidikan dan bidan Puskesmas Pancurbatu yang bertugas di wilayah tersebut.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan, Yulina Dwi Hastuty, S.Kep, Ners, M.Biomed, menjelaskan bahwa aksi nyata ini sejalan dengan visi, misi, dan Rencana Strategis (Renstra) kampus melalui jalur pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah (Hb) dan pemeriksaan antropometri berupa penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan. Kami juga memberikan makanan tambahan berbasis pangan lokal, dalam hal ini daun kelor,” ujar Yulina.
“Kegiatan edukasi dilakukan guna meningkatkan pemahaman ibu tentang pentingnya asupan zat gizi bagi anak guna mencegah anemia dan stunting. Kegiatan ini juga dibantu oleh Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Medan,” tambahnya.
Pengabdian masyarakat ini berfokus pada deteksi dini kasus stunting dan anemia pada balita, sekaligus mengedukasi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan zat gizi anak.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim medis menemukan adanya sejumlah balita dengan kadar hemoglobin (Hb) rendah serta pertumbuhan fisik yang tidak sesuai dengan usia mereka. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti secara cepat lewat intervensi medis berupa pemberian makanan tambahan, vitamin, dan konseling kesehatan.
Dosen Poltekkes Kemenkes Medan, Sri Widya Ningsih, M.Si, bersama bidan Puskesmas memberikan edukasi langsung mengenai langkah preventif harian. “Kita harus memberikan perhatian lebih terhadap upaya yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mencegah dan mengatasi stunting dan anemia. Caranya adalah dengan selalu memperhatikan asupan gizi dan kesehatan bayi juga ibunya,” jelas Sri Widya Ningsih saat memberikan konseling.
Kepala Desa Sei Glugur menyambut baik inisiatif ini dan mengajak seluruh warga untuk aktif memanfaatkan sumber daya alam lokal yang melimpah di sekitar tempat tinggal mereka.
“Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara rutin terutama pada Balita dan ibu hamil karena berkaitan dengan kelangsungan masa depan generasi bangsa dan memperkuat ketahanan kesehatan bangsa Indonesia,” tegas Kepala Desa Sei Glugur dalam sambutannya.
Beliau juga berharap status Desa Sei Glugur sebagai desa binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan dapat berjalan berkelanjutan demi membebaskan warga dari ancaman gizi buruk.
“Kami berharap Desa Sei Glugur sebagai desa yang masuk dalam binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Medan dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan kasus stunting dan anemia. Masyarakat Sei Glugur juga dapat memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah dan terjangkau serta mudah didapat disekitar rumah untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pangan lokal,” pungkas Kepala Desa.
Kolaborasi multisektor ini membuktikan bahwa urusan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui program promotif, preventif, serta pemanfaatan teknologi dan pangan lokal, pemerataan kualitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. (adz)

18 hours ago
5

















































