PU Deliserdang Janji Beresi Jalan Rusak di Tanjungmorawa, Anggarkan Biaya Rp10 Miliar

1 month ago 26

SUMUTPOS.CO – Kerusakan sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang dipastikan segera diperbaiki. Semua akan rampung dilakukan di akhir Tahun 2025 ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Deliserdang, Ir Janso Sipahutar ketika dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (12/7).
Kepastian perbaikan jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Tanjungmorawan menjadi skala prioritas Dinas PU Pemkab Deliserdang. Mengingat, Pemerinh Kabupaten (Pemkab) Deliserdang telah menganggarkan sekitar Rp10 miliar untuk biaya perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa.

Untuk mendukung rencana itu Dinas PU juga telah melakukan pemetaan serta survei terhadap lokasi jalan yang mengalami kerusakan. Dari hasil pemetaan serta survei jalan rusak, bahwa kerusakan jalan tidak satu hamparan, namun terpencar-pencar. Ada di Desa Bangunrejo, Jalan Limaumanis, dan Jalan Industri serta ada beberapa jalan lainnya.

Ditambahkan Janso Sipahutar lagi selain rencana perbaikan jalan rusak akan ada pelebaran badan jalan di Jalan Industri dari 10 meter menjadi 15 meter.
“Selain perbaikan di Jalan Industri di sana ada pelebaran. Di sana banyak pabrik pabrik dan pelebaran menjadi kebutuhan. Target akhir tahun ini beres semua,” ungkap Janso.

Sementara itu Janso Sipahutar tidak terpengaruh dengan belum dibahasnya serta disahkannya dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Deliserdang tahun 2025.

“Perbaikan akan tetap kita jalankan. Pembiayanya bisa digunakan APBD induk bukan menunggu anggaran Perubahan APBD 2025,” imbuhnya.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Deliserdang, Agusetiawan Saragih SE menjelaksan pihaknya terus mendukung Dinas PU dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Persoalan polemik yang terjadi antara pihak eksekutif dengan legislatif di Deliserdang, Agusetiawan memastikan pimpinan DPRD akan sepakat membahas dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Deliserdang tahun 2025.

“Eksekutif terlalu memaksan kehendak sementara menurut jadwalnya belum terlambat untuk membahas P-APBD. Pasti kami sahkan agar pembangunan berjalan,” ungkap politisi PDI-Perjuangan ini.

Menuruntya, kerusakan jalan di Kecamatan Tanjungmorawa sangat meresahkan warga di sana. Apa bila hujan turun akan tercipta kubangan air namun bila musim kamarau debu bertebaran.

Seperti yang dialami Budinyata (43) warga yang berdomisili di Jalan Konsi ini menjelaskan saat melintas di Jalan Limaumanis jantungnya selalu berdebar debar. Kerusakan jalan disana cukup parah hampir seluruh badan jalan terkelupas dan membentuk lubang lubang besar. Kondisi ini semakin parah apabila hujan turun. Disana akan ada kubangan air yang kedalamnya 50-70 centimeter.

“Sudah Jatuh beberapa kali. Pernah saat mengantar anak ke sekolah terperosok ke kubangan air. Terpaksa gagal mengantarnya balek lagi kerumah. Baju ku dan baju anakku basah kuyup,” ujar pria yang memiliki 2 anak ini.

Pria yang keseharian berkerja sebagai karyawan swasta ini berharap kepada Pemkab Deliserdang agar segera melakukan perbaikan Jalan Limaumanis. Selain dirinya dan orang tua siswa lain bahwa Jalan Limaumanis itu merupakan jalan akses ke desa lain.

Kerusakan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa disebabkan kondisi jalan sudah lama tidak mendapat perawan. Namun terkhusus Jalan Limau Manis kerusakan disebabkan adanya hilir mudik sejumlah kendaran pengangkut tanah timbun.

“Truk pengangkut tanah tak henti hentinya melintas. Truk-truk itu bertonase berat padahal Jalan Limau Manis kelas 3 atau jalan kabupaten. Percuma dilakukan perbaikan jalan kalau kendaran yang melintas melangar aturan kelebihan tonase ,” pungkasnya. (btr/azw)

SUMUTPOS.CO – Kerusakan sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang dipastikan segera diperbaiki. Semua akan rampung dilakukan di akhir Tahun 2025 ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Deliserdang, Ir Janso Sipahutar ketika dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (12/7).
Kepastian perbaikan jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Tanjungmorawan menjadi skala prioritas Dinas PU Pemkab Deliserdang. Mengingat, Pemerinh Kabupaten (Pemkab) Deliserdang telah menganggarkan sekitar Rp10 miliar untuk biaya perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa.

Untuk mendukung rencana itu Dinas PU juga telah melakukan pemetaan serta survei terhadap lokasi jalan yang mengalami kerusakan. Dari hasil pemetaan serta survei jalan rusak, bahwa kerusakan jalan tidak satu hamparan, namun terpencar-pencar. Ada di Desa Bangunrejo, Jalan Limaumanis, dan Jalan Industri serta ada beberapa jalan lainnya.

Ditambahkan Janso Sipahutar lagi selain rencana perbaikan jalan rusak akan ada pelebaran badan jalan di Jalan Industri dari 10 meter menjadi 15 meter.
“Selain perbaikan di Jalan Industri di sana ada pelebaran. Di sana banyak pabrik pabrik dan pelebaran menjadi kebutuhan. Target akhir tahun ini beres semua,” ungkap Janso.

Sementara itu Janso Sipahutar tidak terpengaruh dengan belum dibahasnya serta disahkannya dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Deliserdang tahun 2025.

“Perbaikan akan tetap kita jalankan. Pembiayanya bisa digunakan APBD induk bukan menunggu anggaran Perubahan APBD 2025,” imbuhnya.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Deliserdang, Agusetiawan Saragih SE menjelaksan pihaknya terus mendukung Dinas PU dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Persoalan polemik yang terjadi antara pihak eksekutif dengan legislatif di Deliserdang, Agusetiawan memastikan pimpinan DPRD akan sepakat membahas dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Deliserdang tahun 2025.

“Eksekutif terlalu memaksan kehendak sementara menurut jadwalnya belum terlambat untuk membahas P-APBD. Pasti kami sahkan agar pembangunan berjalan,” ungkap politisi PDI-Perjuangan ini.

Menuruntya, kerusakan jalan di Kecamatan Tanjungmorawa sangat meresahkan warga di sana. Apa bila hujan turun akan tercipta kubangan air namun bila musim kamarau debu bertebaran.

Seperti yang dialami Budinyata (43) warga yang berdomisili di Jalan Konsi ini menjelaskan saat melintas di Jalan Limaumanis jantungnya selalu berdebar debar. Kerusakan jalan disana cukup parah hampir seluruh badan jalan terkelupas dan membentuk lubang lubang besar. Kondisi ini semakin parah apabila hujan turun. Disana akan ada kubangan air yang kedalamnya 50-70 centimeter.

“Sudah Jatuh beberapa kali. Pernah saat mengantar anak ke sekolah terperosok ke kubangan air. Terpaksa gagal mengantarnya balek lagi kerumah. Baju ku dan baju anakku basah kuyup,” ujar pria yang memiliki 2 anak ini.

Pria yang keseharian berkerja sebagai karyawan swasta ini berharap kepada Pemkab Deliserdang agar segera melakukan perbaikan Jalan Limaumanis. Selain dirinya dan orang tua siswa lain bahwa Jalan Limaumanis itu merupakan jalan akses ke desa lain.

Kerusakan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa disebabkan kondisi jalan sudah lama tidak mendapat perawan. Namun terkhusus Jalan Limau Manis kerusakan disebabkan adanya hilir mudik sejumlah kendaran pengangkut tanah timbun.

“Truk pengangkut tanah tak henti hentinya melintas. Truk-truk itu bertonase berat padahal Jalan Limau Manis kelas 3 atau jalan kabupaten. Percuma dilakukan perbaikan jalan kalau kendaran yang melintas melangar aturan kelebihan tonase ,” pungkasnya. (btr/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|