DAIRI— Bencana angin puting beliung disertai hujan es melanda wilayah Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Rabu (15/4). Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 12 unit rumah warga di Desa Lae Parira dan Desa Buluduri mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah fasilitas umum termasuk gedung Sekolah Dasar (SD) juga terdampak cukup parah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir cukup besar. Sejumlah rumah warga bahkan mengalami kerusakan pada bagian atap hingga dinding, sementara sebagian lainnya rusak akibat tertimpa pohon tumbang yang tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Camat Lae Parira, Laris Sihombing, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu malam. Ia menjelaskan bahwa angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, namun cukup untuk menimbulkan kerusakan di sejumlah titik.
“Angin kencang disertai hujan es ini merusak rumah warga di Desa Lae Parira dan Buluduri, termasuk gedung SD di Lae Parira. Selain itu, banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 12 rumah mengalami rusak berat, sementara belasan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain pemukiman warga, satu unit kilang padi juga dilaporkan ikut terdampak akibat terpaan angin kencang tersebut.
Kerusakan paling dominan terjadi pada bagian atap bangunan yang beterbangan akibat kuatnya hembusan angin. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lanjutan, mengingat kondisi cuaca masih tidak stabil.
Hingga saat ini, pemerintah kecamatan bersama perangkat desa masih melakukan pendataan terhadap jumlah kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyaluran bantuan dari pemerintah daerah. “Kami masih melakukan pendataan bersama pemerintah desa untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan warga,” kata Laris.
Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim.
Pemerintah daerah juga diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan darurat, baik berupa kebutuhan logistik maupun material perbaikan rumah, agar warga dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa. (rud/ila)
DAIRI— Bencana angin puting beliung disertai hujan es melanda wilayah Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Rabu (15/4). Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 12 unit rumah warga di Desa Lae Parira dan Desa Buluduri mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah fasilitas umum termasuk gedung Sekolah Dasar (SD) juga terdampak cukup parah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir cukup besar. Sejumlah rumah warga bahkan mengalami kerusakan pada bagian atap hingga dinding, sementara sebagian lainnya rusak akibat tertimpa pohon tumbang yang tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Camat Lae Parira, Laris Sihombing, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu malam. Ia menjelaskan bahwa angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, namun cukup untuk menimbulkan kerusakan di sejumlah titik.
“Angin kencang disertai hujan es ini merusak rumah warga di Desa Lae Parira dan Buluduri, termasuk gedung SD di Lae Parira. Selain itu, banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 12 rumah mengalami rusak berat, sementara belasan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain pemukiman warga, satu unit kilang padi juga dilaporkan ikut terdampak akibat terpaan angin kencang tersebut.
Kerusakan paling dominan terjadi pada bagian atap bangunan yang beterbangan akibat kuatnya hembusan angin. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lanjutan, mengingat kondisi cuaca masih tidak stabil.
Hingga saat ini, pemerintah kecamatan bersama perangkat desa masih melakukan pendataan terhadap jumlah kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyaluran bantuan dari pemerintah daerah. “Kami masih melakukan pendataan bersama pemerintah desa untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan warga,” kata Laris.
Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim.
Pemerintah daerah juga diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan darurat, baik berupa kebutuhan logistik maupun material perbaikan rumah, agar warga dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa. (rud/ila)

2 hours ago
2

















































