Satlantas Polres Binjai Gelar Razia, Sasar Pajak Tunggak dan Pelanggaran Umum

3 weeks ago 15

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Binjai terus gencar melakukan razia pada sejumlah titik di wilayah hukumnya, meski jadwal Operasi Patuh Toba yang dimulai dari 14-27 Juli 2025 telah berakhir. Namun, sasaran razia kali ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Melainkan, petugas menyasar kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

Hal ini terungkap, dari video saat petugas melakukan razia kendaraan bermotor, yang beredar di media sosial (medsos).

Masyarakat pun heran, razia tetap dilakukan petugas meski Operasi Patuh Toba 2025 telah berakhir. Selain heran, suara dalam video juga menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan melengkapi surat-surat kendaraan bermotor.

Menanggapi hal ini, Kasatlantas Polres Binjai, AKP Syamsul Arifin Batubara menjelaskan, pelaksanaan razia dilakukan tidak saat operasi saja. “Itu kegiatan rutin Satlantas. Jadi, razia itu bukan pada saat operasi saja. Razia yang kami lakukan adalah razia pelanggaran kasat mata, yakni terutama pengendara roda dua yang melintas di jalan raya tidak memakai helm,” ungkap Syamsul, Rabu (6/8).

Tak ketinggalan, lanjut Syamsul, sasaran razia juga kepada kendaraan bermotor yang menunggak pajak. Dalam hal ini, Satlantas Polres Binjai menggandeng Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumut.

“Ada juga kegiatan bersama Dispenda (Sumut) untuk penertiban pajak kendaraan bermotor, khususnya berpelat BK Binjai,” bebernya.

Operasi Patuh Toba 2025 yang dilakukan Satlantas Polres Binjai mencatat penindakan tilang kepada 253 pengendara, terkhusus terhadap knalpot brong, SIM, dan STNK. Selain itu, polisi juga memberikan 399 teguran kepada pengguna jalan yang melanggar aturan.

Dibandingkan 2024, jumlah pelanggaran 2025 ini mengalami peningkatan, walau tidak signifikan. Terkait tunggakan pajak kendaraan bermotor, auditor menemukan 300-an kendaraan dinas yang merupakan aset Pemko Binjai yang menunggak. Ratusan kendaraan itu dikuasai oleh sejumlah organisasi perangkat daerah hingga kelurahan dan kecamatan serta puskesmas. (ted/saz)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Binjai terus gencar melakukan razia pada sejumlah titik di wilayah hukumnya, meski jadwal Operasi Patuh Toba yang dimulai dari 14-27 Juli 2025 telah berakhir. Namun, sasaran razia kali ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Melainkan, petugas menyasar kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

Hal ini terungkap, dari video saat petugas melakukan razia kendaraan bermotor, yang beredar di media sosial (medsos).

Masyarakat pun heran, razia tetap dilakukan petugas meski Operasi Patuh Toba 2025 telah berakhir. Selain heran, suara dalam video juga menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan melengkapi surat-surat kendaraan bermotor.

Menanggapi hal ini, Kasatlantas Polres Binjai, AKP Syamsul Arifin Batubara menjelaskan, pelaksanaan razia dilakukan tidak saat operasi saja. “Itu kegiatan rutin Satlantas. Jadi, razia itu bukan pada saat operasi saja. Razia yang kami lakukan adalah razia pelanggaran kasat mata, yakni terutama pengendara roda dua yang melintas di jalan raya tidak memakai helm,” ungkap Syamsul, Rabu (6/8).

Tak ketinggalan, lanjut Syamsul, sasaran razia juga kepada kendaraan bermotor yang menunggak pajak. Dalam hal ini, Satlantas Polres Binjai menggandeng Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumut.

“Ada juga kegiatan bersama Dispenda (Sumut) untuk penertiban pajak kendaraan bermotor, khususnya berpelat BK Binjai,” bebernya.

Operasi Patuh Toba 2025 yang dilakukan Satlantas Polres Binjai mencatat penindakan tilang kepada 253 pengendara, terkhusus terhadap knalpot brong, SIM, dan STNK. Selain itu, polisi juga memberikan 399 teguran kepada pengguna jalan yang melanggar aturan.

Dibandingkan 2024, jumlah pelanggaran 2025 ini mengalami peningkatan, walau tidak signifikan. Terkait tunggakan pajak kendaraan bermotor, auditor menemukan 300-an kendaraan dinas yang merupakan aset Pemko Binjai yang menunggak. Ratusan kendaraan itu dikuasai oleh sejumlah organisasi perangkat daerah hingga kelurahan dan kecamatan serta puskesmas. (ted/saz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|