Sebagai Tokoh Pemekaran, Ketum Iklab Raya Rivai Nasution Terima Cenderamata dari Bupati Labusel

1 month ago 21

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Ikatan Keluarga Labuhanbatu (Iklab) Raya Drs H Rivai Nasution MM menerima cenderamata dari Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Ferry Sahputra Simatupang sebagai tokoh pemekaran. Dari 14 tokoh yang menerima cenderamata ini, Rivai Nasution adalah salah satunya yang cukup aktif memperjuangkan pemekaran Labuhanbatu menjadi tiga kabupaten.

Ketika itu, Rivai dipercaya sebagai Sekretaris Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu (P5KLB) yang berjuang bersama para tokoh Iklab di tingkat provinsi bersama Alm H Abdul Wahab Dalimunthe SH, Alm H Sahminan Pasaribu, Alm Usman Nasution, Drs Daudsah Munthe MM, Drs Ridwan Siregar, dr Fatni Sulani, dan banyak tokoh lainnya.

Tidak hanya di tingkat provinsi, Rivai juga ikut berjuang bersama tim di daerah, seperti Alm H Rustam Nasution, Alm Herein Harahap, Alm Zainal Harahap, Yunus Nasution, Miran Widodo,. Kasmi Zamrin, Abdul Rahim Ritonga, Fatahunnur, serta sejumlah tokoh lainnya.

Mereka sangat intens dalam memperjuangkan pemekaran selama enam tahun, hingga terwujudnya tiga pemerintahan otonomi baru yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Di sela-sela sidang paripurna istimewa DPRD Labusel dengan agenda peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Labusel, Rivai berharap kepada Bupati Ferry Sahputra Simatupang dan Syahdian Purba Siboro agar berkolaborasi dengan para tokoh pemekaran dalam mengisi dan mengawal pembangunan menuju Labusel yang maju dan sejahtera. Diantaranya, menuntaskan pembangunan jalan lingkar luar (ringroad) Kotapinang. “Sudah 17 tahun jalan lingkar ini direncanakan pembangunannya, namun sampai saat ini belum juga selesai,” ujarnya.

Padahal, lanjut Rivai, jalan lingkar ini sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di pusat kota Kotapinang. “Selama ini, truk-truk bertonase tinggi masuk ke inti kota, sehingga menimbulkan kemacetan dan memicu kerusakan badan jalan. Apalagi, jalannya menanjak, truk yang tak mampu menanjak dapat menyebabkan kecelakaan,” beber Ketua Umum PB Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (Iklas) ini.

Selain itu, Rivai juga sangat berharap, Ferry dan Syahdian dapat menjadi Istana Bahran Kotapinang sebagai ikon Kabupaten Labusel dan menjadi cagar budaya sesuai UU Cagar Budaya. “Ini adalah salah satu daya saing yang kita miliki, karena belum tentu kabupaten lain memilikinya,” ujarnya.

Menurut Rivai, Istana Bahran ini bisa dijadikan objek wisata heritage yang mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata. “Istana ini bisa dijadikan museum kesultanan yang menyimpan barang-barang peninggalan sejarah Kesultanan Kotapinang, sehingga para generasi kita mengetahui simbol kejayaan peradaban Melayu di Kotapinang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rivai, Labusel juga dikenal sebagai daerah yang cukup subur. Ini dibuktikan dengan banyaknya perkebunan dan pertanian di sana. “Apabila ini dikelola dengan baik, Labusel bisa menjadi “syurga” bagi masyarakatnya. Makanya, tidak salah jika ada yang mengatakan, Labusel adalah petro dollarnya Sumatera Utara,” sebutnya.

“Hal ini juga berkaitan dengan perbaikan insftrastruktur jalan, untuk mempermudah akses penghubung ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan serta sarana parawisata,” pungkasnya. (adz)

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Ikatan Keluarga Labuhanbatu (Iklab) Raya Drs H Rivai Nasution MM menerima cenderamata dari Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Ferry Sahputra Simatupang sebagai tokoh pemekaran. Dari 14 tokoh yang menerima cenderamata ini, Rivai Nasution adalah salah satunya yang cukup aktif memperjuangkan pemekaran Labuhanbatu menjadi tiga kabupaten.

Ketika itu, Rivai dipercaya sebagai Sekretaris Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu (P5KLB) yang berjuang bersama para tokoh Iklab di tingkat provinsi bersama Alm H Abdul Wahab Dalimunthe SH, Alm H Sahminan Pasaribu, Alm Usman Nasution, Drs Daudsah Munthe MM, Drs Ridwan Siregar, dr Fatni Sulani, dan banyak tokoh lainnya.

Tidak hanya di tingkat provinsi, Rivai juga ikut berjuang bersama tim di daerah, seperti Alm H Rustam Nasution, Alm Herein Harahap, Alm Zainal Harahap, Yunus Nasution, Miran Widodo,. Kasmi Zamrin, Abdul Rahim Ritonga, Fatahunnur, serta sejumlah tokoh lainnya.

Mereka sangat intens dalam memperjuangkan pemekaran selama enam tahun, hingga terwujudnya tiga pemerintahan otonomi baru yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Di sela-sela sidang paripurna istimewa DPRD Labusel dengan agenda peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Labusel, Rivai berharap kepada Bupati Ferry Sahputra Simatupang dan Syahdian Purba Siboro agar berkolaborasi dengan para tokoh pemekaran dalam mengisi dan mengawal pembangunan menuju Labusel yang maju dan sejahtera. Diantaranya, menuntaskan pembangunan jalan lingkar luar (ringroad) Kotapinang. “Sudah 17 tahun jalan lingkar ini direncanakan pembangunannya, namun sampai saat ini belum juga selesai,” ujarnya.

Padahal, lanjut Rivai, jalan lingkar ini sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di pusat kota Kotapinang. “Selama ini, truk-truk bertonase tinggi masuk ke inti kota, sehingga menimbulkan kemacetan dan memicu kerusakan badan jalan. Apalagi, jalannya menanjak, truk yang tak mampu menanjak dapat menyebabkan kecelakaan,” beber Ketua Umum PB Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (Iklas) ini.

Selain itu, Rivai juga sangat berharap, Ferry dan Syahdian dapat menjadi Istana Bahran Kotapinang sebagai ikon Kabupaten Labusel dan menjadi cagar budaya sesuai UU Cagar Budaya. “Ini adalah salah satu daya saing yang kita miliki, karena belum tentu kabupaten lain memilikinya,” ujarnya.

Menurut Rivai, Istana Bahran ini bisa dijadikan objek wisata heritage yang mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata. “Istana ini bisa dijadikan museum kesultanan yang menyimpan barang-barang peninggalan sejarah Kesultanan Kotapinang, sehingga para generasi kita mengetahui simbol kejayaan peradaban Melayu di Kotapinang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rivai, Labusel juga dikenal sebagai daerah yang cukup subur. Ini dibuktikan dengan banyaknya perkebunan dan pertanian di sana. “Apabila ini dikelola dengan baik, Labusel bisa menjadi “syurga” bagi masyarakatnya. Makanya, tidak salah jika ada yang mengatakan, Labusel adalah petro dollarnya Sumatera Utara,” sebutnya.

“Hal ini juga berkaitan dengan perbaikan insftrastruktur jalan, untuk mempermudah akses penghubung ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan serta sarana parawisata,” pungkasnya. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|