Sekolah Rakyat akan Segera Dibuka, Dinsos Medan Cari 100 Murid

1 month ago 18

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah Rakyat (SR) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan segera digelar. Rencananya, proses belajar-mengajar akan berlangsung di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan di Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal.

“Ini lagi kita cari muridnya. Total yang dicari 100 murid yang terbagi 50 siswa untuk SD dan 50 siswa untuk SMA,” ucap Kadinsos Medan, Khoiruddin Rangkuti saat dikonfirmasi, Rabu (23/7).

Khoiruddin menjelaskan, saat ini kuota siswa untuk SMA sudah terpenuhi. Namun untuk SD masih 27 siswa. “Begitu sudah lengkap muridnya kegiatan langsung jalan. Makanya saya bilang kami lagi fokus untuk mencari muridnya itu, karena begitu dapat langsung digelar,” jelasnya.

Ditanya soal regulasi pencarian murid, Khoiruddin menyebut bahwa pihaknya mengutamakan anak-anak tidak mampu yang tergabung dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Medan. “Jadi patokan kita tetap DTKS. Selanjutnya kita verifikasi ulang untuk memastikan kondisi warga tersebut apakah memang masih tergolong tidak mampu.

Lalu anaknya yang kita masukkan ke dalam SR,” katanya.
Anak-anak Sudah Nyaman, tapi Rindu Orangtua Seperti diketahui, Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah digelar di Balai Sentra Bahagia Kementerian Sosial Jalan William Iskandar, Medan Tembung, mulai 14 Juli lalu. Di sana, 100 siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu mendapatkan pendidikan secara gratis.

Menurut pantauan Sumut Pos di Sekolah Rakyat yang kini bernama Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan ini, para siswa terlihat sangat bahagia dan sudah mulai merasakan kenyamanan berada di asrama. “Selama di sini senang, bahagia, dan gembira. Karena mendapatkan kawan baru, dan guru-gurunya juga semua baik dan ramah-ramah. Jadi, saya merasa nyaman dan enak di sini,” kata seorang siswi, Salsabila Putri saat ditemui Sumut Pos usai salat zuhur berjamaah dan menanti waktu makan siang, Rabu (23/7).

Salsabila mengaku, makanan yang tersedia enak dan bergizi, sama seperti yang pernah dinikmati di rumah. Namun, di balik rasa bahagia dan nyaman yang mulai tumbuh, Salsabila mengaku masih menyimpan rasa kerinduan yang teramat dalam kepada orangtua dan dua saudara kandungnya. “Rindu sama orangtua dan kakak-kakak, biasa tidur dan berkumpul sama mereka di rumah. Sekarang ini harus di asrama berpisah dari mereka,” kenang anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Namun, Salsabila menyadari, untuk melanjutkan pendidikannya, dia harus rela berpisah dari keluarga tercinta. “Kemarin kata mamak (ibu), ini demi berlangsung sekolah saya. Jadi, saya harus mau berpisah dari mereka. Walaupun sedih dan selalu rindu sama mereka, tapi orangtua dan keluarga bisa jenguk saya di sini kok,” ungkap Salsabila lagi, yang mengaku baru dikunjungi orangtua dan keluarga pada hari Minggu (20/7) kemarin.

Di sisi lain, Desi, Wali Asrama Putri SRMP 2 Medan mengatakan, selama 10 hari berjalan ini belum mendapati kesulitan yang berat dalam menghadapi anak-anak atau siswa dan siswi di asrama. “Saya senang banyak anak-anak yang bersama saya di sini, merasa ramai dan benar-benar seperti anak sendiri.

Kesulitan yang dihadapi sampai sekarang ini, karena baru juga hitungan hari, masih belum ada kesulitan yang luar biasa. Cuma masih sebatas menghadapi prilaku, tingkah, sikap, dan sifat anak-anak yang berbeda-beda satu dan lainnya. Jadi tetap kita pelajari semuanya, untuk menghindari kesalahan dalam menghadapinya” Kata Desi.

Desi mengatakan, dengan berbagai karakter anak-anak, selalu Wali Asrama, dirinya dan wali asrama lainnya serta pendamping asrama, selalu melakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan yang terjadi, serta bagaimana tindakan ke depannya.

“Sejauh ini, keluhan anak-anak dan terkadang diperlihatkan lewat sikapnya, adalah kerinduan kepada orangtua dan keluarga lainnya. Mungkin kebanyakan dari mereka baru kali ini berpisah dalam waktu yang cukup lama dengan orangtua dan keluarga lainnya, jadi wajar kalau mereka memiliki rasa rindu yang kuat, apalagi ini masih hitungan hari,” terang Desi lagi.

Sementara itu, Pembantu Kepala Sekolah (PKS) SRMP 2 Medan Khairul Hasyim Haloho, mengaku masih terus melakukan evaluasi dari setiap proses yang dilakukan. “Kita tetap melakukan evaluasi dari semua proses, untuk bisa menghasilkan metode yang pas dalam menghadapi anak-anak didik, baik pola di kelas maupun pola di asrama.

Karena ini baru hitungan hari kita berjalan tentunya kita masih berfokus pada anak-anak. Bagaimana memberikan rasa aman, nyaman, serta bahagia untuk mereka. Selanjutnya kita akan berfokus pada pola disiplin anak-anak dalam segi waktu” terang Khairul.

Sama halnya dengan Desi, Khairul juga mengatakan, belum mendapati kesulitan serius dalam menghadapi anak-anak didik di SRMP 2 Medan. “ Kita belum bisa mengatakan adanya kesulitan, bahkan untuk mengatakan perkembangan anak-anak kita belum bisa katakan karena masih dalam hitungan hari.

Tapi, mereka sudah mulai merasakan kenyamana dan terlihat bahagia bersama di Asrama. Keluhan mereka hanya satu, yaitu rindu orangtua dan keluarga, itu saja yang ada sampai sejauh ini,” pungkasnya. (map/mag-2/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|