KEDIRI– Sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa yang sering muncul di tangan dan kaki sering kali dianggap sebagai gangguan kecil yang akan hilang dengan sendirinya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai parestesia. Meskipun sering terjadi secara spontan, kesemutan sebenarnya adalah cara sistem saraf memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada aliran darah atau jalur komunikasi saraf di bagian tubuh tersebut.
Kesemutan terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan dalam waktu lama atau aliran darah ke saraf terhambat. Kondisi ini bisa bersifat sementara (akut) maupun berkepanjangan (kronis). Kesemutan sementara biasanya hilang hanya dengan mengubah posisi tubuh atau melakukan peregangan ringan. Penting untuk membedakan antara kesemutan biasa dengan kesemutan yang bersifat kronis atau membahayakan.
Kesemutan harus mulai diwaspadai jika durasinya berlangsung lama dan disertai dengan gejala lain seperti kelemahan otot, kesulitan menggerakkan anggota gerak, hingga perubahan warna kulit menjadi pucat atau dingin. Dalam kasus yang lebih ekstrem, kesemutan yang muncul mendadak pada satu sisi tubuh disertai bicara cadel bisa menjadi indikator awal serangan stroke.
Selain itu, kesemutan yang terus berulang di ujung jari tangan dan kaki sering kali menjadi tanda awal kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi atau diabetes. Perbaiki postur, hindari duduk bersila atau menekuk tangan dalam waktu yang terlalu lama. Berdirilah sejenak setiap 30 menit bekerja di depan laptop. Cukupi nutrisi saraf, konsumsi makanan yang kaya vitamin b1, b6, dan b12 (vitamin neurotropik) yang berfungsi memperbaiki jaringan saraf.
Gaya hidup sehat, rutin berolahraga membantu sirkulasi darah tetap lancar ke seluruh ujung saraf. Kelola stres, ternyata stres berat bisa menyebabkan pola napas tidak teratur yang memicu sensasi kesemutan di area wajah dan tangan. Banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai penyebab kesemutan, salah satunya adalah anggapan bahwa kesemutan selalu identik dengan gejala asam urat atau kolesterol tinggi.
Padahal secara medis, kesemutan lebih sering berhubungan dengan masalah saraf tepi dan sirkulasi darah dibandingkan kadar zat tertentu dalam darah.Mitos lain menyebutkan bahwa kesemutan cukup diatasi dengan hanya memijat area yang mati rasa. Faktanya, pijatan memang membantu relaksasi otot, namun jika penyebab utamanya adalah saraf kejepit atau defisiensi vitamin, maka penanganan medis dan pemenuhan nutrisi adalah kunci utama penyembuhannya.(*/Jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
KEDIRI– Sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa yang sering muncul di tangan dan kaki sering kali dianggap sebagai gangguan kecil yang akan hilang dengan sendirinya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai parestesia. Meskipun sering terjadi secara spontan, kesemutan sebenarnya adalah cara sistem saraf memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada aliran darah atau jalur komunikasi saraf di bagian tubuh tersebut.
Kesemutan terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan dalam waktu lama atau aliran darah ke saraf terhambat. Kondisi ini bisa bersifat sementara (akut) maupun berkepanjangan (kronis). Kesemutan sementara biasanya hilang hanya dengan mengubah posisi tubuh atau melakukan peregangan ringan. Penting untuk membedakan antara kesemutan biasa dengan kesemutan yang bersifat kronis atau membahayakan.
Kesemutan harus mulai diwaspadai jika durasinya berlangsung lama dan disertai dengan gejala lain seperti kelemahan otot, kesulitan menggerakkan anggota gerak, hingga perubahan warna kulit menjadi pucat atau dingin. Dalam kasus yang lebih ekstrem, kesemutan yang muncul mendadak pada satu sisi tubuh disertai bicara cadel bisa menjadi indikator awal serangan stroke.
Selain itu, kesemutan yang terus berulang di ujung jari tangan dan kaki sering kali menjadi tanda awal kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi atau diabetes. Perbaiki postur, hindari duduk bersila atau menekuk tangan dalam waktu yang terlalu lama. Berdirilah sejenak setiap 30 menit bekerja di depan laptop. Cukupi nutrisi saraf, konsumsi makanan yang kaya vitamin b1, b6, dan b12 (vitamin neurotropik) yang berfungsi memperbaiki jaringan saraf.
Gaya hidup sehat, rutin berolahraga membantu sirkulasi darah tetap lancar ke seluruh ujung saraf. Kelola stres, ternyata stres berat bisa menyebabkan pola napas tidak teratur yang memicu sensasi kesemutan di area wajah dan tangan. Banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai penyebab kesemutan, salah satunya adalah anggapan bahwa kesemutan selalu identik dengan gejala asam urat atau kolesterol tinggi.
Padahal secara medis, kesemutan lebih sering berhubungan dengan masalah saraf tepi dan sirkulasi darah dibandingkan kadar zat tertentu dalam darah.Mitos lain menyebutkan bahwa kesemutan cukup diatasi dengan hanya memijat area yang mati rasa. Faktanya, pijatan memang membantu relaksasi otot, namun jika penyebab utamanya adalah saraf kejepit atau defisiensi vitamin, maka penanganan medis dan pemenuhan nutrisi adalah kunci utama penyembuhannya.(*/Jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































