Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

23 hours ago 5

MERAUKE – Kepoala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan Petrus Assem mengungkapkan dari 10 perusahaan yang akan melakukan investasi di bidang perkebunan tebu di Merauke, sampai sekarang baru 2 perusahaan yang beroperasi yakni PT Global Papua Abadi dan PT Murni.

‘’Untuk tebu di Merauke masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN yang dikelola oleh Kementrian Investasi Republik Indonesia,’’ kata Petrus Assem kepada media ini di Pusat Pemerintahan Papua Selatan, Salor Merauke, Senin (20/4) lalu. Dikatakan, 10 perusahaan yang akan berinvestasi di tebu ini merupoakan konsersium yang seluruh dananya bersumber dari swasta dengan rencana nilai investasi sebesar Rp 100 triliun yang sebelumnya berinilai Rp 150 triliun. ‘’Rencana investasi senilai Rp 100 triliun dari sebelumnya Rp 150 triliun dengan luas lahan sekitar 500.000 hektar,’’ katanya.

F-BAWAHPetrus Assem (foto:Sulo/Cepos)

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol untuk menggerakan mesin listrik dengan kapasitas yang diperkirakan 300 MW. “Dari 300 MW itu, direncanakan 100 MW untuk masyarakat umum, sedangkan 200 MW untuk menggerakan industry,’’ katanya. Petrus Assem juga menjelaskan, sampai saat ini jumlah lahan yang sudah dibuka seluas 9.000 hektar berlokasi di 2 tempat yakni di Sermayam, Distrik Tanah Miring seluas 7.000 hektar dan Jagebob seluas 2.000 hektar.

‘’Mereka masih terus melakukan penanaman tebu untuk mendapatkan bibit yang selanjutnya untuk ditanam lagi,’’ terangnya. Pabrik pengolahan sendiri lanjutnya akan dibangun dan rencananya di tahun 2027 mendatang akan mulai dioperasionalkan. ‘’Saat ini jumlah masyarakat yang direkrut baik sebagai karyawan maupun harian lepas sekitar 4.000 orang. Masyarakat senang karena memiliki pendapatan. Kemudian Pendidikan anak dan Kesehatan masyarakat setempat gratis dari perusahaan,’’ tandasnya. (ulo)/ade

MERAUKE – Kepoala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan Petrus Assem mengungkapkan dari 10 perusahaan yang akan melakukan investasi di bidang perkebunan tebu di Merauke, sampai sekarang baru 2 perusahaan yang beroperasi yakni PT Global Papua Abadi dan PT Murni.

‘’Untuk tebu di Merauke masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN yang dikelola oleh Kementrian Investasi Republik Indonesia,’’ kata Petrus Assem kepada media ini di Pusat Pemerintahan Papua Selatan, Salor Merauke, Senin (20/4) lalu. Dikatakan, 10 perusahaan yang akan berinvestasi di tebu ini merupoakan konsersium yang seluruh dananya bersumber dari swasta dengan rencana nilai investasi sebesar Rp 100 triliun yang sebelumnya berinilai Rp 150 triliun. ‘’Rencana investasi senilai Rp 100 triliun dari sebelumnya Rp 150 triliun dengan luas lahan sekitar 500.000 hektar,’’ katanya.

F-BAWAHPetrus Assem (foto:Sulo/Cepos)

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol untuk menggerakan mesin listrik dengan kapasitas yang diperkirakan 300 MW. “Dari 300 MW itu, direncanakan 100 MW untuk masyarakat umum, sedangkan 200 MW untuk menggerakan industry,’’ katanya. Petrus Assem juga menjelaskan, sampai saat ini jumlah lahan yang sudah dibuka seluas 9.000 hektar berlokasi di 2 tempat yakni di Sermayam, Distrik Tanah Miring seluas 7.000 hektar dan Jagebob seluas 2.000 hektar.

‘’Mereka masih terus melakukan penanaman tebu untuk mendapatkan bibit yang selanjutnya untuk ditanam lagi,’’ terangnya. Pabrik pengolahan sendiri lanjutnya akan dibangun dan rencananya di tahun 2027 mendatang akan mulai dioperasionalkan. ‘’Saat ini jumlah masyarakat yang direkrut baik sebagai karyawan maupun harian lepas sekitar 4.000 orang. Masyarakat senang karena memiliki pendapatan. Kemudian Pendidikan anak dan Kesehatan masyarakat setempat gratis dari perusahaan,’’ tandasnya. (ulo)/ade

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|