Syah Afandin Dukung Penuh Koperasi Merah Putih untuk Ekonomi Desa

1 month ago 19

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Syah Afandin, menyatakan komitmen dan kesiapan penuh Pemkab Langkat dalam mendukung pro-gram nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai ujung tombak penguatan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis desa.

Hal ini disampaikan Ondim, sapaan karib Syah Afandin, usai mengikuti Zoom Meeting Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (21/7) lalu. Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan dari Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Untuk Kabupaten Langkat, pelaksanaan kegiatan berlangsung secara virtual di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, yang turut diikuti oleh unsur Forkopimda Langkat, Sekdakab Langkat, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD terkait, para camat, hingga kepala desa dan lurah se-Kabupaten Langkat.

Peluncuran koperasi ini merupakan bagian dari strategi nasional guna membangun kemandirian ekonomi desa, dan dilandasi oleh Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang mulai berlaku sejak 27 Maret 2025. Presiden Prabowo menekankan, koperasi adalah simbol gotong royong, sekaligus langkah nyata untuk membangun kemandirian bangsa dari desa.

“Gerakan Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar simbol. Ini adalah upaya nyata untuk memberdayakan rakyat, memperkuat ekonomi desa, dan membangun kemandirian bangsa dari bawah,” ungkap Prabowo, dalam siaran langsung nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, selaku Ketua Satgas Koperasi Merah Putih, menyampaikan, koperasi ini akan dirancang sebagai pusat layanan ekonomi rakyat di desa, yang mencakup unit usaha. Seperti gerai sembako, layanan obat murah, klinik desa, simpan pinjam, cold storage, hingga distribusi bantuan pemerintah seperti PKH, gas dan pupuk bersubsidi.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan kendaraan utama untuk pemerataan ekonomi dan pemerdekaan rakyat dari kemiskinan,” jelas Zulhas.

Hingga 13 Juli 2025, sudah terbentuk 81.147 Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), dan 77.888 di antaranya telah mengantongi badan hukum resmi dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Menanggapi hal tersebut, Ondim menyambut baik peluncuran program strategis nasional ini. Dia menilai, keberadaan koperasi desa akan menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekonomi lokal yang kuat dan inklusif.

“Koperasi adalah jantung ekonomi kerakyatan. Kami siap menyukseskan program ini, dengan mendukung penuh pembinaan dan pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ondim menuturkan, Pemkab Langkat akan menindaklanjuti program ini dengan penguatan kelembagaan dan pembinaan teknis melalui perangkat daerah terkait, guna memastikan koperasi desa tidak hanya terbentuk secara administratif, tapi juga berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Peluncuran Koperasi Merah Putih ini menjadi momentum penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Langkat, sejalan dengan semangat Presiden untuk membangun kemandirian bangsa dari akar rumput. (rel/saz)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Syah Afandin, menyatakan komitmen dan kesiapan penuh Pemkab Langkat dalam mendukung pro-gram nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai ujung tombak penguatan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis desa.

Hal ini disampaikan Ondim, sapaan karib Syah Afandin, usai mengikuti Zoom Meeting Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (21/7) lalu. Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan dari Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Untuk Kabupaten Langkat, pelaksanaan kegiatan berlangsung secara virtual di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, yang turut diikuti oleh unsur Forkopimda Langkat, Sekdakab Langkat, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD terkait, para camat, hingga kepala desa dan lurah se-Kabupaten Langkat.

Peluncuran koperasi ini merupakan bagian dari strategi nasional guna membangun kemandirian ekonomi desa, dan dilandasi oleh Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang mulai berlaku sejak 27 Maret 2025. Presiden Prabowo menekankan, koperasi adalah simbol gotong royong, sekaligus langkah nyata untuk membangun kemandirian bangsa dari desa.

“Gerakan Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar simbol. Ini adalah upaya nyata untuk memberdayakan rakyat, memperkuat ekonomi desa, dan membangun kemandirian bangsa dari bawah,” ungkap Prabowo, dalam siaran langsung nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, selaku Ketua Satgas Koperasi Merah Putih, menyampaikan, koperasi ini akan dirancang sebagai pusat layanan ekonomi rakyat di desa, yang mencakup unit usaha. Seperti gerai sembako, layanan obat murah, klinik desa, simpan pinjam, cold storage, hingga distribusi bantuan pemerintah seperti PKH, gas dan pupuk bersubsidi.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan kendaraan utama untuk pemerataan ekonomi dan pemerdekaan rakyat dari kemiskinan,” jelas Zulhas.

Hingga 13 Juli 2025, sudah terbentuk 81.147 Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), dan 77.888 di antaranya telah mengantongi badan hukum resmi dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Menanggapi hal tersebut, Ondim menyambut baik peluncuran program strategis nasional ini. Dia menilai, keberadaan koperasi desa akan menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekonomi lokal yang kuat dan inklusif.

“Koperasi adalah jantung ekonomi kerakyatan. Kami siap menyukseskan program ini, dengan mendukung penuh pembinaan dan pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ondim menuturkan, Pemkab Langkat akan menindaklanjuti program ini dengan penguatan kelembagaan dan pembinaan teknis melalui perangkat daerah terkait, guna memastikan koperasi desa tidak hanya terbentuk secara administratif, tapi juga berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Peluncuran Koperasi Merah Putih ini menjadi momentum penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Langkat, sejalan dengan semangat Presiden untuk membangun kemandirian bangsa dari akar rumput. (rel/saz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|