TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tiga unit rumah petak semi permanen di Jalan Kartini Kelurahan Tebingtinggi Lama Kota Tebingtinggi, hangus terbakar, Seni (21/7) sekira pukul 03.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar di perkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Ipda JF Sormin dan personel Polres Tebingtinggi bertindak cepat, segera mendatangi lokasi begitu menerima laporan dari warga. Bersama tim dari SPKT dan Inafis, serta dukungan Polsek Padang Hilir, petugas langsung melakukan pengamanan dilokasi, olah TKP, identifikasi, serta pemasangan garis polisi.
“Kedatangan petugas kepolisian di lokasi untuk memastikan keselamatan warga, mengamankan TKP, dan mengumpulkan data serta barang bukti. Ini merupakan langkah cepat dan sebagai bentuk pelayanan kami terhadap masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Mulyono.
Berawal dua orang saksi yang melihat terjadinya kebakaran dibagian atap salah satu rumah. Keduanya sempat membangunkan pemilik rumah dan menghubungi kepolisian, serta meminta bantuan warga untuk memadamkan api. Sebanyak tiga warga menjadi korban dalam peristiwa ini, yakni Aulia Fitra (41), Rudi Anggara (38) dan Puji Lestari (39).
Api dapat dipadamkan sekira pukul 05.30 WIB setelah pemadam kebakaran Kota Tebingtinggi diturunkan. Dari penyelidikan awal diduga bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting arus listrik dari lantai atas salah satu rumah.
“Saat ini kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Kasi Humas AKP Mulyono.
Salah seorang korban, Fitra Auli yang juga kepala lingkungan menuturkan dirinya bersama istri dan anak sedang tertidur, tiba-tiba warga sekitar membangunkan bahwa telah terjadi kebakaran dirumahnya.
“Setelah terbangun, Kami satu keluarga menyelamatkan diri keluar rumah. Untung saja ada warga, jadi kami selamat semua, sedangkan harta benda ludes terbakar karena api cepat membesar,” ujarnya. (ian/azw)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tiga unit rumah petak semi permanen di Jalan Kartini Kelurahan Tebingtinggi Lama Kota Tebingtinggi, hangus terbakar, Seni (21/7) sekira pukul 03.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar di perkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Ipda JF Sormin dan personel Polres Tebingtinggi bertindak cepat, segera mendatangi lokasi begitu menerima laporan dari warga. Bersama tim dari SPKT dan Inafis, serta dukungan Polsek Padang Hilir, petugas langsung melakukan pengamanan dilokasi, olah TKP, identifikasi, serta pemasangan garis polisi.
“Kedatangan petugas kepolisian di lokasi untuk memastikan keselamatan warga, mengamankan TKP, dan mengumpulkan data serta barang bukti. Ini merupakan langkah cepat dan sebagai bentuk pelayanan kami terhadap masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Mulyono.
Berawal dua orang saksi yang melihat terjadinya kebakaran dibagian atap salah satu rumah. Keduanya sempat membangunkan pemilik rumah dan menghubungi kepolisian, serta meminta bantuan warga untuk memadamkan api. Sebanyak tiga warga menjadi korban dalam peristiwa ini, yakni Aulia Fitra (41), Rudi Anggara (38) dan Puji Lestari (39).
Api dapat dipadamkan sekira pukul 05.30 WIB setelah pemadam kebakaran Kota Tebingtinggi diturunkan. Dari penyelidikan awal diduga bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting arus listrik dari lantai atas salah satu rumah.
“Saat ini kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Kasi Humas AKP Mulyono.
Salah seorang korban, Fitra Auli yang juga kepala lingkungan menuturkan dirinya bersama istri dan anak sedang tertidur, tiba-tiba warga sekitar membangunkan bahwa telah terjadi kebakaran dirumahnya.
“Setelah terbangun, Kami satu keluarga menyelamatkan diri keluar rumah. Untung saja ada warga, jadi kami selamat semua, sedangkan harta benda ludes terbakar karena api cepat membesar,” ujarnya. (ian/azw)