BIAK-Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang secara resmi melepas 900 personil TNI AD yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) RI – PNG, di Dermaga Pelabuhan Biak, Selasa (21/07).
Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY Kupang menggunakan KRI Teluk Banten 516. Mereka bertugas di wilayah Papua Pengunungan selama satu tahun, tepatnya di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Deyai.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada semua anggota Satgas yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, menurutnya, selama menjalankan tugasnya para anggota Satgas ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala ataupun keluhan dari masyarakat di lokasi.
Ia juga memberikan apresiasi dan motovasi bagi prajuritnya, bahwa penugasan yang dilakukan merupakan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, “Kalian patut bersyukur dan bangga, dapat mengemban amanah dan kepercayaan dengan baik, Terlebih kalian telah menciptakan rasa aman, mampu melindungi dan mengatasi kesulitan masyarakat, serta membantu pemerintah dalam memukseskan pembangunan,” ujarnya.
“Saya juga terima kasih kepada para dua Danyon ini, dua Satgas ini, selama penugasan Saya tidak mendengar hal-hal negatif yang terjadi selama di penugasan. Untuk prajurit sendiri, apa yang ditekankan selama bertugas, Saya selalu sampaikan sama prajurit bahwa keadaan kalian di tengah-tengah masyarakat harus memberi dampak,” kata jenderal bintang dua ini kepada wartawan.
Menurutnya selama penugasan kurang lebih setahun, para prajuritnya telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Tidak hanya dari aspek keamanan, namun juga memberikan kontribusi untuk mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat, baik dibidang kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberian makan gratis, pengobatan, dan berbagai hal kegiatan teritorial lainnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, para anggota Satgas dalam menjalankan tugasnya membantu dalam pemberian makan bagi anak-anak sekolah, membantu anak-anak belajar karena ada keterbatasan guru, membantu memenyiapkan fasilitas ibadah bagi masyarakat. Bahkan mereka ada program yang membantu membeli hasil bumi dari mama-mama yang ada di pedalaman.
“Selama menjankan tugas sebagai Satgas Pamtas, mereka memberi dampak langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Contoh sederhana, di beberapa tempat di daerah penugasan, mereka memberikan pelayanan kesehatan dari honai ke honai. Itu dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
“Saya pikir itu hal-hal yang kelihatan sederhana tapi itu berdampak langsung pada aspek kehidupan masyarakat. Ada kedekatan antara kita dengan masyarakat yang ada di daerah penugasan,” lanjutnya.
Pangdam juga mengatakan TNI sangat mencintai lingkungan, karena itu mengingatkan para anggota Satgas supaya tidak membawa tanaman ataupun hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Bahkan Ia meminta kedua Danyon untuk melihat semua anggotanya supaya ada yang membawa tumbuhan atau hewan dari tempat tugasnya.
“Saya kembali ingatkan, bahwa ada hewan dan tumbuhan yang dilindungi, tidak boleh ada yang membawanya. Ini penting kita perhatikan dan jaga sama-sama, kita lindungan Tanah Papua yang kita cintai ini, terima kasih kepada semua prajurit yang telah menjalankan tugasnya dengan bagi bangi bangsa dan negara tercinta ini,” pungkasnya.(ito/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
BIAK-Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang secara resmi melepas 900 personil TNI AD yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) RI – PNG, di Dermaga Pelabuhan Biak, Selasa (21/07).
Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY Kupang menggunakan KRI Teluk Banten 516. Mereka bertugas di wilayah Papua Pengunungan selama satu tahun, tepatnya di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Deyai.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada semua anggota Satgas yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, menurutnya, selama menjalankan tugasnya para anggota Satgas ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala ataupun keluhan dari masyarakat di lokasi.
Ia juga memberikan apresiasi dan motovasi bagi prajuritnya, bahwa penugasan yang dilakukan merupakan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, “Kalian patut bersyukur dan bangga, dapat mengemban amanah dan kepercayaan dengan baik, Terlebih kalian telah menciptakan rasa aman, mampu melindungi dan mengatasi kesulitan masyarakat, serta membantu pemerintah dalam memukseskan pembangunan,” ujarnya.
“Saya juga terima kasih kepada para dua Danyon ini, dua Satgas ini, selama penugasan Saya tidak mendengar hal-hal negatif yang terjadi selama di penugasan. Untuk prajurit sendiri, apa yang ditekankan selama bertugas, Saya selalu sampaikan sama prajurit bahwa keadaan kalian di tengah-tengah masyarakat harus memberi dampak,” kata jenderal bintang dua ini kepada wartawan.
Menurutnya selama penugasan kurang lebih setahun, para prajuritnya telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Tidak hanya dari aspek keamanan, namun juga memberikan kontribusi untuk mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat, baik dibidang kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberian makan gratis, pengobatan, dan berbagai hal kegiatan teritorial lainnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, para anggota Satgas dalam menjalankan tugasnya membantu dalam pemberian makan bagi anak-anak sekolah, membantu anak-anak belajar karena ada keterbatasan guru, membantu memenyiapkan fasilitas ibadah bagi masyarakat. Bahkan mereka ada program yang membantu membeli hasil bumi dari mama-mama yang ada di pedalaman.
“Selama menjankan tugas sebagai Satgas Pamtas, mereka memberi dampak langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Contoh sederhana, di beberapa tempat di daerah penugasan, mereka memberikan pelayanan kesehatan dari honai ke honai. Itu dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
“Saya pikir itu hal-hal yang kelihatan sederhana tapi itu berdampak langsung pada aspek kehidupan masyarakat. Ada kedekatan antara kita dengan masyarakat yang ada di daerah penugasan,” lanjutnya.
Pangdam juga mengatakan TNI sangat mencintai lingkungan, karena itu mengingatkan para anggota Satgas supaya tidak membawa tanaman ataupun hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Bahkan Ia meminta kedua Danyon untuk melihat semua anggotanya supaya ada yang membawa tumbuhan atau hewan dari tempat tugasnya.
“Saya kembali ingatkan, bahwa ada hewan dan tumbuhan yang dilindungi, tidak boleh ada yang membawanya. Ini penting kita perhatikan dan jaga sama-sama, kita lindungan Tanah Papua yang kita cintai ini, terima kasih kepada semua prajurit yang telah menjalankan tugasnya dengan bagi bangi bangsa dan negara tercinta ini,” pungkasnya.(ito/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































