Wabup Jayawijaya Sebut Ada Oknum yang Ingin Wamena Tidak Aman

1 day ago 9

Pembakaran Rumah di Wouma, Bisa Picu Kembali Konflik  di Jayawijaya

WAMENA – Pemkab Jayawijaya meminta kepada oknum -oknum yang sampai saat ini masih melakukan aksi -aksi pembakaran rumah baik di Wouma untuk segera berhenti, sebab tindakan yang dilakukan ini akan kembali memicu konflik di wilayah Kabupaten Jayawijaya sebab situasi ini kini mulai mendapat respon dari para korbannya.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi di Distrik Wouma antara Warga Kurima/ Wouma dan Lanny Jaya telah dinyatakan selesai setelah dilakukan pertemuan antara Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Lanny Jaya, Jayawijaya dan Yahukimo serta DPRP dan DPRK.

“Akhir -akhir ini warga dari Lanny mengadu jika rumah mereka yang di Wouma masih saja terus dibakar sehingga mereka mulai merespon dengan memberikan ancaman, sehingga kami peperintah daerah minta keluarga dari Kurima dan Wouma tidak boleh dulu membuat gerakan tambahan,”ungkapnya Minggu (19/7).

Saat ini, pemerintah membutuhkan Kota Wamena ini bisa kembali aman dengan menjaga keamanan bersama, kejadian pembakaran rumah yang terjadi kemarin itu harus berhenti, sebab jangan membuat masalah ini menimbulkan konflik kembali, sebab pemerintah sangat menyesalkan setiap adanya konflik seperti ini selalu ada nyawa manusia yang hilang bukan nyawa binatang.

“Kalau harta benda yang hilang atau habis terbakar mungkin biasa saja, tapi kalau nyawa yang hilang ini tak bisa diganti, oleh karena itu,  oknum -oknum yang masih terus mempekeruh situasi ini untuk berhenti,”kata Ronny Elopere.

Wakil Bupati Jayawijaya juga meminta bantuan dari aparat keamanan dalam hal ini Polres Jayawijaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap kepala suku atau yang dikatakan Tugure dan kepala kampung bahkan kepala Distrik untuk memberikan araran tidak boleh ada pembakaran-pembakaran dan sekaligus menanyakan pada mereka siapa yang dibalik skenario pembakaran ini.

“Ini pasti ada oknum -oknum yang ingin agar Kota Wamena ini tidak aman dengan melakukan hal -hal seperti ini, keluarga besar Wouma juga jangan tinggal diam, mereka harus bersuara siapa dibalik permainan ini, sebab kita butuh keamanan bersama di kota Wamena yang menjadi milik bersama,” jelasnya.

Wabub juga mengungkapkan kesedihannya karena pasca konflik kemarin puluhan nyawa melayang sia -sia, sementara saat ini orang Papua tinggal sedikit, sehingga perang -perang suku ini harus berakhir, semua sama sebagai orang Papua, baik dari Lanny, Kurima, Wamena, Bahkan seluruh Papua Pegunungan dan Papua secara umum harus saling jaga.

“Setiap hari kami mengikuti perkembangan selalu saja ada orang Papua yang meninggal dunia karena perang suku, kecelakaan karena mabuk, kena penyakit HIV, lebih banyak orang Papua meninggal dari pada saudara -saudara kita non Papua,”bebernya

Ronny juga memberikan catatan khusus dan harus sadar bahwa setiap hari itu banyak orang Papua yang meninggal dan banyak yang masuk dari luar, dan ini perlu disikapi oleh seluruh kepala daerah se Tanah Papua bukan hanya di Jayawijaya saja, apalagi meninggal itu karena perang suku, ini sama sekali tidak ada gunanya.

“Kita dengan kita sendiri saling bunuh dalam perang suku yang mengakibatkan nyawa melayang begitu saja, sebab nyawa manusia itu tidak sebanding dengan harta kekayaan, oleh karena itu, warga yang di Wouma jangan membuat gerakan tembahan dan mengendalikan diri,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Pembakaran Rumah di Wouma, Bisa Picu Kembali Konflik  di Jayawijaya

WAMENA – Pemkab Jayawijaya meminta kepada oknum -oknum yang sampai saat ini masih melakukan aksi -aksi pembakaran rumah baik di Wouma untuk segera berhenti, sebab tindakan yang dilakukan ini akan kembali memicu konflik di wilayah Kabupaten Jayawijaya sebab situasi ini kini mulai mendapat respon dari para korbannya.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi di Distrik Wouma antara Warga Kurima/ Wouma dan Lanny Jaya telah dinyatakan selesai setelah dilakukan pertemuan antara Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Lanny Jaya, Jayawijaya dan Yahukimo serta DPRP dan DPRK.

“Akhir -akhir ini warga dari Lanny mengadu jika rumah mereka yang di Wouma masih saja terus dibakar sehingga mereka mulai merespon dengan memberikan ancaman, sehingga kami peperintah daerah minta keluarga dari Kurima dan Wouma tidak boleh dulu membuat gerakan tambahan,”ungkapnya Minggu (19/7).

Saat ini, pemerintah membutuhkan Kota Wamena ini bisa kembali aman dengan menjaga keamanan bersama, kejadian pembakaran rumah yang terjadi kemarin itu harus berhenti, sebab jangan membuat masalah ini menimbulkan konflik kembali, sebab pemerintah sangat menyesalkan setiap adanya konflik seperti ini selalu ada nyawa manusia yang hilang bukan nyawa binatang.

“Kalau harta benda yang hilang atau habis terbakar mungkin biasa saja, tapi kalau nyawa yang hilang ini tak bisa diganti, oleh karena itu,  oknum -oknum yang masih terus mempekeruh situasi ini untuk berhenti,”kata Ronny Elopere.

Wakil Bupati Jayawijaya juga meminta bantuan dari aparat keamanan dalam hal ini Polres Jayawijaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap kepala suku atau yang dikatakan Tugure dan kepala kampung bahkan kepala Distrik untuk memberikan araran tidak boleh ada pembakaran-pembakaran dan sekaligus menanyakan pada mereka siapa yang dibalik skenario pembakaran ini.

“Ini pasti ada oknum -oknum yang ingin agar Kota Wamena ini tidak aman dengan melakukan hal -hal seperti ini, keluarga besar Wouma juga jangan tinggal diam, mereka harus bersuara siapa dibalik permainan ini, sebab kita butuh keamanan bersama di kota Wamena yang menjadi milik bersama,” jelasnya.

Wabub juga mengungkapkan kesedihannya karena pasca konflik kemarin puluhan nyawa melayang sia -sia, sementara saat ini orang Papua tinggal sedikit, sehingga perang -perang suku ini harus berakhir, semua sama sebagai orang Papua, baik dari Lanny, Kurima, Wamena, Bahkan seluruh Papua Pegunungan dan Papua secara umum harus saling jaga.

“Setiap hari kami mengikuti perkembangan selalu saja ada orang Papua yang meninggal dunia karena perang suku, kecelakaan karena mabuk, kena penyakit HIV, lebih banyak orang Papua meninggal dari pada saudara -saudara kita non Papua,”bebernya

Ronny juga memberikan catatan khusus dan harus sadar bahwa setiap hari itu banyak orang Papua yang meninggal dan banyak yang masuk dari luar, dan ini perlu disikapi oleh seluruh kepala daerah se Tanah Papua bukan hanya di Jayawijaya saja, apalagi meninggal itu karena perang suku, ini sama sekali tidak ada gunanya.

“Kita dengan kita sendiri saling bunuh dalam perang suku yang mengakibatkan nyawa melayang begitu saja, sebab nyawa manusia itu tidak sebanding dengan harta kekayaan, oleh karena itu, warga yang di Wouma jangan membuat gerakan tembahan dan mengendalikan diri,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|