BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, bertindak sebagai pembina upacara dengan pesertanya merupakan pelajar SMP Negeri 14 Binjai, Senin (4/8). Orang nomor dua di lingkup Pemko Binjai itu, mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa, karena telah menerimanya sebagai pembina upacara.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Kepala SMP Negeri 14 dan guru-guru serta anak-anak didik kami,” ungkap Jiji, sapaan karib Hasanul Jihadi.
Jiji pun menyampaikan sejumlah arahan dari Wali Kota Binjai dan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kita harus sama-sama memahami apa yang disampaikan Bapak Presiden dalam tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Bangun cepat, gemar beribadah, gemar belajar, makan makanan bergizi, gemar berolahraga, gemar bermasyarakat,” bebernya.
Dia juga berpesan kepada pelajar SMP Negeri 14 Binjai untuk mengamalkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat tersebut. Tak lupa, juga manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
“Jangan sampai lupa PR, itu tugas utama. Bantu orang tua, dan saya sangat senang melihat anak-anak yang bantu orang tuanya,” kata Jiji lagi.
“Saya termasuk mulai dari siswa hobi membaca karena dari hobi membaca itu, memiliki daya imajinasi yang luar biasa. Jangan pernah takut bermimpi, jangan pernah minder terhadap sesuatu,” ujarnya.
Pemko Dukung Program Lima Hari Sekolah
Pada kesempatan ini, Jiji juga memberi apresiasi kepada tiga pelajar SMP Negeri 14 Binjai yang telah mengharumkan nama sekolahnya. Ketiga pelajar itu telah berbuat dan menunjukkan eksistensinya demi membuat bangga nama SMP Negeri 14 Binjai.
Usai menjadi pembina apel, Jiji yang diwawancarai wartawan, menegaskan, Pemko Binjai siap mendukung program pemerintah provinsi terkait lima hari sekolah. Bahkan, dia menyebut, Pemko Binjai sudah sangat siap menerima program tersebut.
“Kami (Pemo Binjai) sebenarnya sangat siap untuk menerima program sekolah lima hari. Dalam sekolah lima hari, yang paling penting itu nantinya terjadi bonding antara anak dan orang tua,” jelasnya.
“Ini juga tentunya selaras dengan program pak menteri dalam sistem DPL (dimensi profil lulus). Jadi memang anak didik kita ini, harus mampu mengolah hati, mengolah rasa, dan mengolah pikir, sehingga menjadi ada sebuah kreativitas dalam dimensi pikiran anak-anak. Sekali lagi, kami Pemko Binjai sangat menerima program tersebut,” sebut Jiji.
Namun begitu, Jiji ada mendengar ketidaksiapan dari anggotanya pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai terkait program lima hari sekolah tersebut.
“Jika ada yang beberapa pihak menyatakan tidak siap, harusnya ketika pimpinan siap, anak buah juga harus lebih siap,” tegasnya.
Disinggung ada sekolah di Kota Binjai yang menerapkan pembelajaran siang hari, menurut dia, hal tersebut sudah diketahui Jiji. Namun begitu, lanjutnya, Pemko Binjai sudah menyiapkan langkah menyikapi hal tersebut.
“Kita bisa menerapkan bleanded learning (metode pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring) dan dapat dibuat moving class. Secara umum, Binjai siap (menerapkan program lima hari sekolah),” pungkasnya. (ted/saz)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, bertindak sebagai pembina upacara dengan pesertanya merupakan pelajar SMP Negeri 14 Binjai, Senin (4/8). Orang nomor dua di lingkup Pemko Binjai itu, mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa, karena telah menerimanya sebagai pembina upacara.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Kepala SMP Negeri 14 dan guru-guru serta anak-anak didik kami,” ungkap Jiji, sapaan karib Hasanul Jihadi.
Jiji pun menyampaikan sejumlah arahan dari Wali Kota Binjai dan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kita harus sama-sama memahami apa yang disampaikan Bapak Presiden dalam tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Bangun cepat, gemar beribadah, gemar belajar, makan makanan bergizi, gemar berolahraga, gemar bermasyarakat,” bebernya.
Dia juga berpesan kepada pelajar SMP Negeri 14 Binjai untuk mengamalkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat tersebut. Tak lupa, juga manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
“Jangan sampai lupa PR, itu tugas utama. Bantu orang tua, dan saya sangat senang melihat anak-anak yang bantu orang tuanya,” kata Jiji lagi.
“Saya termasuk mulai dari siswa hobi membaca karena dari hobi membaca itu, memiliki daya imajinasi yang luar biasa. Jangan pernah takut bermimpi, jangan pernah minder terhadap sesuatu,” ujarnya.
Pemko Dukung Program Lima Hari Sekolah
Pada kesempatan ini, Jiji juga memberi apresiasi kepada tiga pelajar SMP Negeri 14 Binjai yang telah mengharumkan nama sekolahnya. Ketiga pelajar itu telah berbuat dan menunjukkan eksistensinya demi membuat bangga nama SMP Negeri 14 Binjai.
Usai menjadi pembina apel, Jiji yang diwawancarai wartawan, menegaskan, Pemko Binjai siap mendukung program pemerintah provinsi terkait lima hari sekolah. Bahkan, dia menyebut, Pemko Binjai sudah sangat siap menerima program tersebut.
“Kami (Pemo Binjai) sebenarnya sangat siap untuk menerima program sekolah lima hari. Dalam sekolah lima hari, yang paling penting itu nantinya terjadi bonding antara anak dan orang tua,” jelasnya.
“Ini juga tentunya selaras dengan program pak menteri dalam sistem DPL (dimensi profil lulus). Jadi memang anak didik kita ini, harus mampu mengolah hati, mengolah rasa, dan mengolah pikir, sehingga menjadi ada sebuah kreativitas dalam dimensi pikiran anak-anak. Sekali lagi, kami Pemko Binjai sangat menerima program tersebut,” sebut Jiji.
Namun begitu, Jiji ada mendengar ketidaksiapan dari anggotanya pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai terkait program lima hari sekolah tersebut.
“Jika ada yang beberapa pihak menyatakan tidak siap, harusnya ketika pimpinan siap, anak buah juga harus lebih siap,” tegasnya.
Disinggung ada sekolah di Kota Binjai yang menerapkan pembelajaran siang hari, menurut dia, hal tersebut sudah diketahui Jiji. Namun begitu, lanjutnya, Pemko Binjai sudah menyiapkan langkah menyikapi hal tersebut.
“Kita bisa menerapkan bleanded learning (metode pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring) dan dapat dibuat moving class. Secara umum, Binjai siap (menerapkan program lima hari sekolah),” pungkasnya. (ted/saz)