Pembekalan siswa SMPN 2 Giritontro Wonogiri seputar tertib berlalu lintas dan bijak bermedia sosial. Istimewa WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 650 siswa SMPN 2 Giritontro, Kabupaten Wonogiri, mendapat pembekalan khusus dari kepolisian tentang dua hal yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari: keselamatan di jalan raya dan penggunaan media sosial.
Sosialisasi tata tertib lalu lintas dan kebijakan bermedia sosial itu digelar bersama Polsek Giritontro di halaman SMPN 2 Giritontro, Kamis (17/9/2026).
Materi disampaikan Aipda Rachmat Ary dari Polsek Giritontro. Di hadapan ratusan pelajar, ia mengingatkan bahwa menjadi pengguna jalan maupun pengguna media sosial sama-sama membutuhkan tanggung jawab.
Untuk urusan lalu lintas, para siswa diingatkan agar tidak menganggap remeh aturan ketika berada di jalan raya. Kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta perilaku berkendara yang tertib menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
“Ketertiban berlalu lintas bukan hanya tentang menaati aturan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Aipda Rachmat kepada para siswa.
Pesan tersebut menjadi penting karena pelajar merupakan salah satu kelompok yang cukup aktif beraktivitas di jalan raya, baik ketika berangkat dan pulang sekolah maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Selain keselamatan berlalu lintas, polisi juga mengajak para siswa lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial.
Menurut Aipda Rachmat, setiap unggahan maupun informasi yang dibagikan di media sosial perlu dipikirkan terlebih dahulu. Sebab, jejak digital dapat tersimpan dalam waktu lama dan berpotensi menimbulkan dampak di kemudian hari.
Para siswa diminta tidak asal membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Mereka juga diingatkan untuk menghindari perundungan di media sosial, berita bohong, ujaran kebencian, serta konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sebaliknya, media sosial dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif, seperti mencari bahan belajar, berbagi informasi bermanfaat hingga mengembangkan kreativitas.
Bagi SMPN 2 Giritontro, pembekalan semacam itu menjadi bagian dari pendidikan karakter yang tidak berhenti pada kemampuan akademik.
Kepala SMPN 2 Giritontro Retno Wulandari mengatakan materi yang diberikan Polsek Giritontro sangat dekat dengan kehidupan para siswa.
“Sekolah sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dari Polsek Giritontro. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan siswa saat ini, terutama berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas dan penggunaan media sosial,” tutur Retno.
Ia menilai edukasi mengenai keselamatan di jalan dan etika bermedia sosial perlu diberikan secara berkelanjutan. Apalagi, kehidupan pelajar saat ini tidak terpisahkan dari lingkungan digital sekaligus aktivitas di jalan raya.
Retno berharap materi yang diterima 650 siswa tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan di sekolah, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap anak-anak dapat menerapkan apa yang sudah disampaikan. Jadilah pelajar yang tertib di jalan, santun dalam pergaulan, serta bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” harapnya.
Kegiatan tersebut mempertemukan peran sekolah dan kepolisian dalam memberikan pemahaman kepada pelajar tentang aturan, keselamatan dan etika.
Bagi para siswa, dua pesan utama yang dibawa pulang cukup sederhana: jangan meremehkan keselamatan ketika berada di jalan dan jangan sembarangan ketika meninggalkan jejak di dunia digital. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
5















































