ABK Asal Purwantoro Wonogiri Moko Masih Dicari Pasca Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa

8 hours ago 5
KapalIlustrasi kapal menerjang badai. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar tentang nasib salah satu warga Wonogiri masih menjadi perhatian keluarga dan publik Kota Mete setelah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Moko Indra Triyanto (38), warga Dusun Sidowayah RT 02 RW 01, Desa Ploso, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) dengan posisi Wakil Bosun di KM Virgo Transport 8.

Pria yang telah menikah dan memiliki dua anak tersebut hingga Kamis (17/9/2026) masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Camat Purwantoro Khamid Wijaya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Moko merupakan warga Purwantoro yang bekerja sebagai ABK di KM Virgo Transport 8.

“Iya, benar. Moko merupakan warga Purwantoro dan bekerja sebagai ABK di Kapal Virgo Transport 8. Sampai sekarang masih dalam pencarian,” kata Khamid Wijaya.

Nama Moko menjadi bagian dari daftar panjang orang yang masih dicari setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut mengalami kecelakaan di Laut Jawa.

Berdasarkan laporan Basarnas dan sejumlah pemberitaan nasional, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dalam manifes, termasuk kru, penumpang, sopir, kernet serta pihak lain yang berada di kapal. Kapal juga mengangkut puluhan kendaraan. Data yang disampaikan Kementerian Perhubungan menyebut kapal berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 waktu setempat menuju Banjarmasin.

Kronologi kecelakaan bermula ketika KM Virgo Transport 8 tengah melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin. Pada Minggu (13/9/2026) dini hari, kapal dilaporkan mengalami masalah di kawasan perairan Masalembo.

Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, kapal mengalami listing atau kemiringan dan kemudian kehilangan kontak. Informasi tersebut kemudian memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan.

Laporan sejumlah media menyebut kapal sebelumnya menghadapi kondisi cuaca buruk. Basarnas juga menyampaikan adanya hantaman ombak dari sisi lambung kanan yang memicu kemiringan kapal. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi dan tidak tepat disimpulkan hanya dari kondisi cuaca.

Dalam kesaksian salah seorang ABK yang selamat, kapal disebut tiba-tiba miring. Akmal, ABK yang berhasil dievakuasi, mengaku ketika terbangun kapal sudah dalam kondisi miring.

“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata dia.

Proses pencarian kemudian dilakukan dari laut dan udara. Tim SAR mengerahkan berbagai unsur untuk menemukan penumpang dan awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.

Hingga hari keempat operasi, Rabu (16/9/2026), Basarnas menyatakan belum ada tambahan korban yang berhasil ditemukan. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes. Sebelumnya, 108 orang berhasil diselamatkan dan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Pencarian tidak berlangsung mudah. Kondisi bangkai kapal yang berada dalam posisi terbalik serta arus laut yang mencapai 6,8 knot menjadi kendala bagi penyelam untuk melakukan pencarian di bawah permukaan. Karena itu, operasi juga terus dilakukan melalui penyisiran permukaan menggunakan unsur laut dan udara.

Area pencarian juga diperluas. Pada operasi hari keempat, tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga sekitar 6.120 mil laut persegi dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri dan BNPB.

Sementara itu, bangkai KM Virgo Transport 8 dilaporkan bergeser mengikuti arus laut. Kondisi kapal yang terbalik turut menyulitkan upaya pencarian korban di bagian dalam karena menyangkut keselamatan penyelam.

Bagi keluarga Moko Indra Triyanto di Purwantoro, operasi SAR tersebut tentu menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Moko.

Moko bukan hanya seorang ABK. Di rumahnya di Dusun Sidowayah, Desa Ploso, ia merupakan seorang suami sekaligus ayah dari dua anak.

Kini keluarga masih menunggu kabar dari laut. Sementara tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap 129 orang yang hingga perkembangan terakhir masih dinyatakan belum ditemukan.

Pemerintah juga memastikan pencarian terus dioptimalkan. Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 dilakukan secara serius dan investigasi terhadap insiden tersebut berjalan secara mendalam dan objektif.

Di tengah operasi SAR yang masih berlangsung, keluarga korban termasuk keluarga Moko Indra Triyanto masih menanti satu hal yang paling penting: kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Harapannya diketemukan dalam kondisi selamat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|