BOJONEGORO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lagi-lagi cobaan mewarnai program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terbakar hebat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) malam hingga Senin (2/2/2026) dini hari, dan menyebabkan dua orang pekerja dapur menjadi korban. Satu di antaranya mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, sementara satu korban lainnya menderita luka ringan.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus Salim menjelaskan, para korban mengalami luka saat berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum petugas datang ke lokasi.
“Dapur SPPG yang terbakar mengakibatkan dua orang pekerja karena berusaha memadamkan api secara mandiri,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, laporan baru diterima petugas Damkarmat Pos Baureno pada pukul 00.18 WIB dari penanggung jawab SPPG, Solkhan (40). Selang waktu pelaporan tersebut membuat api terlanjur membesar saat petugas tiba di lokasi.
Menindaklanjuti laporan itu, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Damkarmat Bojonegoro dikerahkan, dibantu satu unit fire truck dari Damkar Lamongan. Total delapan personel terlibat dalam proses pemadaman, dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer dari pos terdekat.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 00.46 WIB. Salah satu korban, Dani Hidayat, kemudian dievakuasi ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Ahmad Agus Salim menyebutkan, tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman. Namun, keterlambatan pelaporan menjadi faktor yang memperbesar dampak kebakaran.
“Meskipun tidak ada kendala, namun pengelola SPPG terlambat melaporkan kejadian kebakaran sehingga api sudah mulai membesar,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran pada regulator atau selang kompor gas elpiji yang digunakan di dapur. Api kemudian dengan cepat menjalar dan membakar sebagian besar peralatan serta bahan baku makanan yang tersimpan di dalam dapur.
Akibat insiden tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 350 juta. Bangunan dapur berukuran 7 x 4 meter beserta sekitar 40 persen isi dapur dilaporkan hangus terbakar. Meski demikian, bangunan utama kompleks SPPG dengan luas sekitar 400 meter persegi berhasil diselamatkan dari amukan api.
Sebagai tindak lanjut, Damkarmat Bojonegoro juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengelola serta warga sekitar terkait pencegahan kebakaran, penanganan awal saat terjadi api, serta bahaya penggunaan peralatan memasak berbahan bakar gas yang tidak memenuhi standar keselamatan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
8


















































