SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta kembali membuat langkah strategis yang mencuri perhatian. Tak sekadar wacana, kampus Islam ini resmi memperluas jejaring global lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) internasional dan penjajakan kerja sama akademik di Malaysia, yang berlangsung selama 24 Januari hingga 1 Februari 2026.
Agenda internasional ini menjadi bukti keseriusan IIM Surakarta dalam memperkuat peran perguruan tinggi Islam di level global, khususnya pada isu pendidikan aman, inklusif, dan ramah anak yang kini menjadi tantangan serius di era modern dan digital.
Dalam lawatan tersebut, IIM Surakarta menggandeng sejumlah institusi pendidikan ternama di Malaysia, di antaranya SAMTAJ Selangor, MITTIS Selangor, serta melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan International Islamic University Malaysia (IIUM). Fokus kolaborasi diarahkan pada pengembangan pengabdian masyarakat, riset bersama, hingga program pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang responsif terhadap persoalan sosial dan pendidikan lintas negara.
Isu sekolah aman dan kesejahteraan siswa menjadi benang merah dari rangkaian kegiatan akademik yang digelar. Delegasi IIM Surakarta menghadirkan tiga pemateri dengan latar belakang keilmuan yang kuat dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Rektor IIM Surakarta Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.S.I menegaskan bahwa konsep sekolah aman sejatinya telah mengakar kuat dalam ajaran Islam. Melalui materi bertema Nilai-Nilai Islam dalam Membangun Sekolah Aman dan Ramah Anak, ia menekankan pentingnya prinsip rahmah, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia dalam lingkungan pendidikan. Sekolah, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang aman untuk tumbuhnya karakter, empati, dan perlindungan terhadap hak anak.
Sementara itu, Dr. Meti Fatimah, M.Pd.I mengulas persoalan perundungan yang masih menjadi momok serius di dunia pendidikan. Dalam paparannya tentang Fenomena Bullying dan Dampaknya terhadap Siswa, ia menyoroti bahwa bullying bukan sekadar masalah disiplin, tetapi ancaman nyata bagi kesehatan mental siswa. Dampaknya bisa berkepanjangan, mulai dari rendahnya kepercayaan diri, gangguan kecemasan, hingga trauma psikologis. Ia menegaskan perlunya keterlibatan aktif sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan yang menyeluruh.
Isu yang tak kalah krusial disampaikan oleh Izzun Khoirunnisa, S.E., M.E.K. yang mengangkat tema Cyber Bullying: Ancaman Mental Siswa di Era Digital. Ia mengungkap bahwa perundungan kini tak lagi terbatas di ruang fisik, tetapi merambah dunia digital yang sulit diawasi. Cyber bullying dinilai lebih berbahaya karena terjadi tanpa batas waktu dan meninggalkan jejak digital yang memperpanjang tekanan psikologis korban. Literasi digital dan penguatan karakter berbasis nilai Islam menjadi solusi utama yang ditawarkan.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya memperkuat diplomasi akademik, tetapi juga menegaskan posisi IIM Surakarta sebagai kampus yang aktif, adaptif, dan progresif di kancah internasional. Melalui MoU dengan SAMTAJ dan MITTIS serta penjajakan dengan IIUM, terbuka peluang kerja sama berkelanjutan seperti:
✓ Pertukaran dosen dan mahasiswa
✓ Penelitian kolaboratif lintas negara
✓ Seminar dan konferensi internasional
✓ Program pengabdian masyarakat global
✓ Pengembangan kurikulum dan pelatihan guru
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan model pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman, tanpa kehilangan akar nilai dan karakter.
Lewat langkah internasional ini, IIM Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi nyata dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berorientasi pada masa depan. Sinergi lintas negara bukan hanya memperluas jejaring, tetapi juga membuka ruang lahirnya solusi pendidikan yang berdampak luas, baik secara lokal maupun global.
Agenda ini menjadi pijakan awal bagi berbagai program konkret yang memperkuat peran pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi dinamika era digital tanpa kehilangan jati diri. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
5


















































