Emoh Hawar Daun & Blas Mengganas di Sawah Wonogiri, Ini Cara Petani Karangtengah Menangkal Serangan Hama Sejak Dini

1 day ago 4
PadiIlustrasi petani | dok Joglosemarnews

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman hama tanaman padi kembali menghantui petani di Wonogiri. Serangan Hawar Daun dan Blas menjadi momok serius karena mampu memangkas hasil panen secara drastis jika tidak ditangani sejak awal. Menyadari risiko tersebut, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Karangtengah bergerak cepat dengan menggelar penyuluhan pemberantasan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Balai Pertemuan Dusun Wonoleren, Desa Karangtengah.

Kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu diikuti anggota Kelompok Tani Sido Mulyo dan difokuskan pada upaya pencegahan serta pengendalian hama secara tepat sasaran. Penyuluhan ini menjadi langkah strategis untuk menekan potensi kerusakan tanaman padi yang dapat berujung pada gagal panen.

Koordinator BPP Kecamatan Karangtengah, Putra Prihatin, menegaskan bahwa pengenalan jenis hama dan penanganan sesuai level serangan menjadi kunci utama. Menurutnya, setiap OPT memiliki karakter dan cara pengendalian yang berbeda, sehingga kesalahan perlakuan justru bisa memperparah kondisi tanaman.

“Petani harus mampu mendeteksi sejak dini jenis serangan hama. Jika salah penanganan, dampaknya bukan hanya penurunan hasil, tapi juga kerugian biaya. Penyuluhan ini diarahkan agar petani lebih sigap dan mandiri menghadapi serangan OPT,” jelasnya.

Materi teknis disampaikan langsung oleh POPT-PHP Kecamatan Karangtengah, Fredhy Pradhana, yang memaparkan langkah konkret mengatasi Hawar Daun dan Blas melalui pendekatan pengelolaan ekosistem pertanian. Ia menekankan bahwa pengendalian hama tidak selalu harus bergantung pada pestisida kimia.

Beberapa langkah efektif yang disarankan antara lain:
✓ Pengaturan fenologi tanaman agar fase pertumbuhan tidak rentan serangan
✓ Penggunaan varietas padi tahan hama sesuai karakter lahan
✓ Pemupukan berimbang dan tepat dosis untuk memperkuat ketahanan tanaman
✓ Konservasi serta pengayaan musuh alami/predator hama
✓ Pestisida kimia digunakan selektif dan bijaksana, sesuai ambang kendali

Fredhy mengingatkan bahwa penggunaan pestisida berlebihan justru bisa merusak keseimbangan ekosistem dan memicu resistensi hama. Karena itu, pendekatan terpadu menjadi pilihan paling rasional bagi petani.

Sebagai informasi, penyakit Blas merupakan penyakit utama tanaman padi yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Serangan ditandai bercak putih hingga abu-abu pada daun, batang, dan bulir padi. Dalam kondisi tertentu, Blas mampu menyebabkan kerusakan parah, terutama pada lahan kering dan padi gogo. Kini, penyakit ini juga banyak menyerang padi sawah dan menjadi ancaman serius bagi produksi pangan.

Sementara itu, Hawar Daun disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae yang menyerang daun muda. Gejala awal berupa bercak kecil yang berkembang menjadi cokelat kehitaman, menghambat proses fotosintesis dan menurunkan pengisian bulir. Serangan pada fase generatif berpotensi memangkas produksi gabah secara signifikan, terutama di kondisi lembap dan suhu tinggi.

Melalui penyuluhan ini, petani Karangtengah diharapkan tidak lagi bersikap reaktif saat hama menyerang, tetapi mampu melakukan pencegahan sejak awal musim tanam. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas produksi padi dan keberlanjutan pertanian di Wonogiri. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|