Demo Memanas, Warga Bangun Purba Tolak Pelantikan Kades, Bupati Asri Ludin Dievakuasi Pakai Mobil Polisi

2 hours ago 4

LUBUKPAKAM – Ratusan warga Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, menggelar aksi unjuk rasa menolak pelantikan Kepala Desa Perguroan terpilih, Anton Sembiring, di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubukpakam, Kamis (25/6/2026). Aksi yang dipicu dugaan kecurangan dalam pemilihan kepala desa itu sempat memanas hingga membuat Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, dievakuasi menggunakan mobil Unit Reaksi Cepat (URC) milik Polresta Deliserdang.

Sejak siang, massa bergerak dari Kantor Bupati Deliserdang, berlanjut ke Kantor DPRD Deliserdang, sebelum akhirnya berkumpul di Graha Bhineka Perkasa Jaya yang menjadi lokasi pelantikan kepala desa hasil Pilkades serentak.

Di bawah terik matahari, massa secara bergantian menyampaikan orasi, mendesak agar pelantikan Anton Sembiring dibatalkan. Mereka juga berupaya menemui langsung Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang untuk menyampaikan tuntutannya.

Namun upaya tersebut dihalau aparat gabungan dari Polresta Deliserdang dan Satpol PP. Situasi sempat memanas ketika massa memaksa masuk ke dalam gedung hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan. “Bupati Aci di mana kau? Jangan jadi penghianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu,” teriak salah seorang peserta aksi.

Warga menuding kemenangan Anton Sembiring dalam Pilkades Perguroan tidak lepas dari dugaan keterlibatan oknum camat yang dianggap tidak netral dan berpihak kepada salah satu calon.

Setelah prosesi pelantikan selesai, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana terlihat berdialog dengan Bupati Asri Ludin Tambunan. Tak lama berselang, Asri Ludin meninggalkan lokasi dengan menumpangi mobil pikap hitam bertuliskan URC milik Polresta Deliserdang yang dikawal personel Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Deliserdang.

Karena menggunakan kendaraan dengan kaca gelap, sebagian besar massa tidak mengetahui bahwa orang nomor satu di Deliserdang itu telah meninggalkan lokasi. Sementara mobil dinas bupati masih terparkir di area gedung.

Koordinator aksi, Alwan Sembiring, menegaskan kehadiran mereka semata-mata untuk meminta keadilan kepada Bupati Deliserdang dengan membatalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan.

“Kami tidak asal bicara. Kami memiliki bukti rekaman yang menunjukkan adanya keterlibatan oknum camat dalam mengampanyekan salah satu calon,” ujarnya.

Senada dengan itu, Jaki Saragih mengaku kecewa terhadap sikap Bupati Deliserdang yang dinilai lamban menyikapi persoalan tersebut.

“Kami kecewa terhadapmu Pak Bupati. Padahal kami adalah pendukungmu saat Pilkada Deliserdang. Kami datang tidak meminta apa-apa, hanya meminta keadilan dengan membatalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan,” katanya.

Menurut Jaki, warga sebelumnya juga memprotes sikap mantan Camat Bangun Purba, Boby Arianto, yang diduga tidak netral selama tahapan Pilkades. Meski sempat dinonaktifkan, pejabat tersebut justru dilantik menjadi Camat Pantai Labu.

“Kami kecewa. Mengapa oknum camat yang diduga mengampanyekan salah satu calon bukannya diberi sanksi, tetapi malah dipindahkan ke kecamatan lain,” ucapnya.

Sementara itu, Wakapolresta Deliserdang AKBP Juliani Prihartini mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara santun. “Tolong mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Sampaikan permasalahan dengan baik dan santun,” imbaunya.

Setelah mendengarkan imbauan aparat kepolisian, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Tidak lama kemudian, mobil dinas yang membawa Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang juga terlihat meninggalkan kawasan Graha Bhineka Perkasa Jaya. (btr/ila)

LUBUKPAKAM – Ratusan warga Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, menggelar aksi unjuk rasa menolak pelantikan Kepala Desa Perguroan terpilih, Anton Sembiring, di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubukpakam, Kamis (25/6/2026). Aksi yang dipicu dugaan kecurangan dalam pemilihan kepala desa itu sempat memanas hingga membuat Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, dievakuasi menggunakan mobil Unit Reaksi Cepat (URC) milik Polresta Deliserdang.

Sejak siang, massa bergerak dari Kantor Bupati Deliserdang, berlanjut ke Kantor DPRD Deliserdang, sebelum akhirnya berkumpul di Graha Bhineka Perkasa Jaya yang menjadi lokasi pelantikan kepala desa hasil Pilkades serentak.

Di bawah terik matahari, massa secara bergantian menyampaikan orasi, mendesak agar pelantikan Anton Sembiring dibatalkan. Mereka juga berupaya menemui langsung Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang untuk menyampaikan tuntutannya.

Namun upaya tersebut dihalau aparat gabungan dari Polresta Deliserdang dan Satpol PP. Situasi sempat memanas ketika massa memaksa masuk ke dalam gedung hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan. “Bupati Aci di mana kau? Jangan jadi penghianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu,” teriak salah seorang peserta aksi.

Warga menuding kemenangan Anton Sembiring dalam Pilkades Perguroan tidak lepas dari dugaan keterlibatan oknum camat yang dianggap tidak netral dan berpihak kepada salah satu calon.

Setelah prosesi pelantikan selesai, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana terlihat berdialog dengan Bupati Asri Ludin Tambunan. Tak lama berselang, Asri Ludin meninggalkan lokasi dengan menumpangi mobil pikap hitam bertuliskan URC milik Polresta Deliserdang yang dikawal personel Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Deliserdang.

Karena menggunakan kendaraan dengan kaca gelap, sebagian besar massa tidak mengetahui bahwa orang nomor satu di Deliserdang itu telah meninggalkan lokasi. Sementara mobil dinas bupati masih terparkir di area gedung.

Koordinator aksi, Alwan Sembiring, menegaskan kehadiran mereka semata-mata untuk meminta keadilan kepada Bupati Deliserdang dengan membatalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan.

“Kami tidak asal bicara. Kami memiliki bukti rekaman yang menunjukkan adanya keterlibatan oknum camat dalam mengampanyekan salah satu calon,” ujarnya.

Senada dengan itu, Jaki Saragih mengaku kecewa terhadap sikap Bupati Deliserdang yang dinilai lamban menyikapi persoalan tersebut.

“Kami kecewa terhadapmu Pak Bupati. Padahal kami adalah pendukungmu saat Pilkada Deliserdang. Kami datang tidak meminta apa-apa, hanya meminta keadilan dengan membatalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan,” katanya.

Menurut Jaki, warga sebelumnya juga memprotes sikap mantan Camat Bangun Purba, Boby Arianto, yang diduga tidak netral selama tahapan Pilkades. Meski sempat dinonaktifkan, pejabat tersebut justru dilantik menjadi Camat Pantai Labu.

“Kami kecewa. Mengapa oknum camat yang diduga mengampanyekan salah satu calon bukannya diberi sanksi, tetapi malah dipindahkan ke kecamatan lain,” ucapnya.

Sementara itu, Wakapolresta Deliserdang AKBP Juliani Prihartini mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara santun. “Tolong mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Sampaikan permasalahan dengan baik dan santun,” imbaunya.

Setelah mendengarkan imbauan aparat kepolisian, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Tidak lama kemudian, mobil dinas yang membawa Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang juga terlihat meninggalkan kawasan Graha Bhineka Perkasa Jaya. (btr/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|