WAMENA – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan minta kepada pemerintah Pusat, Pemprov Papua Pegunungan, pemkab Jayawijaya, Yahukimo dan Lanny Jaya untuk segera duduk bersama menyelesaikan persoalan yang masih terus ditimbulkan dari pasca konflik yang terjadi di Distrik Wouma.
Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Bupati Jayawijaya Atenius Murib, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom segera duduk bersama duduk bersama untuk menyelesaikan konflik antara dua kelompok warga di Wouma.
Anggota DPRP Papua Pegunungan usai memberikan keterangan di depan Kantor Rabu (8/7)“Permintaan kami sampaikan sebab situasi keamanan dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih setelah konflik yang melibatkan warga dari wilayah Kurima dan Lanny Jaya bahkan hingga kemarin masih ada pembakaran-pembakaran yang dilakukan,”ungkapnya Rabu (8/7) di Wamena.
Ketua DPRD Papua Pegunungan, Yos Elopere, mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memfasilitasi prosesi adat patah panah sebagai upaya perdamaian. Namun penyelesaian konflik tidak cukup berhenti pada prosesi tersebut, namun kondisi yang terjadi ditengah masyarakat belum sepenuhnya normal, karena masih ada warga yang belum menerima mediasi tersebut.
“Prosesi adat sudah dilakukan, kami mengapresiasi langkah ibu Wamendagri, Gubernur, serta para Bupati, Namun hingga saat ini masyarakat masih merasa belum nyaman. Kehidupan sosial dan ekonomi belum kembali normal sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih serius,” katanya
Yos menilai pemerintah perlu segera melakukan rekonsiliasi lanjutan serta menangani dampak konflik, termasuk kerusakan rumah warga yang terbakar dan pemulihan kondisi masyarakat agar konflik serupa tidak kembali terjadi, disamping itu ada juga masyarakat juga masih ada yang tinggal di pengungsian.
Selain itu, DPRP Papua Pegunungan meminta adanya penguatan pengamanan di wilayah Wamena, sebab insiden pembakaran rumah yang kembali terjadi di kawasan Wouma bisa saja menunjukkan situasi keamanan masih memerlukan perhatian serius.
“Kami tidak ingin konflik kembali berlanjut. Karena itu kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, termasuk meminta penambahan personel keamanan untuk membantu Polres Jayawijaya menjaga situasi tetap kondusif,” Tegas Yos Elopere.
Di tempat yang sama Ketua II DPRP Papua Pegunungan, Terius Yigibalom SH, M.Si mengatakan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten harus segera memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak konflik. Warga yang kehilangan rumah maupun harta benda membutuhkan bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal sementara, hingga pendampingan agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Ia juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk ikut menjaga situasi keamanan serta mendukung proses rekonsiliasi agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal, serta tidak memberikan informasi -informasi yang menyesatkan atau provokasi terhadap masyarakat pada media sosial.
“Persoalan ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga perdamaian dan mencegah konflik kembali terjadi, sehingga Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
WAMENA – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan minta kepada pemerintah Pusat, Pemprov Papua Pegunungan, pemkab Jayawijaya, Yahukimo dan Lanny Jaya untuk segera duduk bersama menyelesaikan persoalan yang masih terus ditimbulkan dari pasca konflik yang terjadi di Distrik Wouma.
Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Bupati Jayawijaya Atenius Murib, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom segera duduk bersama duduk bersama untuk menyelesaikan konflik antara dua kelompok warga di Wouma.
Anggota DPRP Papua Pegunungan usai memberikan keterangan di depan Kantor Rabu (8/7)“Permintaan kami sampaikan sebab situasi keamanan dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih setelah konflik yang melibatkan warga dari wilayah Kurima dan Lanny Jaya bahkan hingga kemarin masih ada pembakaran-pembakaran yang dilakukan,”ungkapnya Rabu (8/7) di Wamena.
Ketua DPRD Papua Pegunungan, Yos Elopere, mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memfasilitasi prosesi adat patah panah sebagai upaya perdamaian. Namun penyelesaian konflik tidak cukup berhenti pada prosesi tersebut, namun kondisi yang terjadi ditengah masyarakat belum sepenuhnya normal, karena masih ada warga yang belum menerima mediasi tersebut.
“Prosesi adat sudah dilakukan, kami mengapresiasi langkah ibu Wamendagri, Gubernur, serta para Bupati, Namun hingga saat ini masyarakat masih merasa belum nyaman. Kehidupan sosial dan ekonomi belum kembali normal sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih serius,” katanya
Yos menilai pemerintah perlu segera melakukan rekonsiliasi lanjutan serta menangani dampak konflik, termasuk kerusakan rumah warga yang terbakar dan pemulihan kondisi masyarakat agar konflik serupa tidak kembali terjadi, disamping itu ada juga masyarakat juga masih ada yang tinggal di pengungsian.
Selain itu, DPRP Papua Pegunungan meminta adanya penguatan pengamanan di wilayah Wamena, sebab insiden pembakaran rumah yang kembali terjadi di kawasan Wouma bisa saja menunjukkan situasi keamanan masih memerlukan perhatian serius.
“Kami tidak ingin konflik kembali berlanjut. Karena itu kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, termasuk meminta penambahan personel keamanan untuk membantu Polres Jayawijaya menjaga situasi tetap kondusif,” Tegas Yos Elopere.
Di tempat yang sama Ketua II DPRP Papua Pegunungan, Terius Yigibalom SH, M.Si mengatakan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten harus segera memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak konflik. Warga yang kehilangan rumah maupun harta benda membutuhkan bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal sementara, hingga pendampingan agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Ia juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk ikut menjaga situasi keamanan serta mendukung proses rekonsiliasi agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal, serta tidak memberikan informasi -informasi yang menyesatkan atau provokasi terhadap masyarakat pada media sosial.
“Persoalan ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga perdamaian dan mencegah konflik kembali terjadi, sehingga Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































