Melihat Pelayanan Pengisian BBM Bersubsidi Untuk Angkutan Umum Yang Ada di Kota Wamena
Menjaga nadi transportasi Lembah Baliem tentu memiliki tantangan dan solusi pelayanan yang perlu untuk diperhatikan, salah satunya dalam pengisian BBM Subsidi. Tak jarang para sopir tak kebagian jatah BBM bersubsidi.
Denny A Tonjauw- Wamena
Kota Wamena yang terletak di jantung Lembah Baliem, merupakan pusat urat nadi perekonomian bagi wilayah Pegunungan Papua.
Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan pilar penting yang menghubungkan masyarakat, barang, dan hasil bumi dari distrik-distrik, bahkan Kabupaten lain untuk masuk ke Kota Wamena.
Namun kelancaran pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi sektor transportasi publik menjadi hal yang sangat krusial, potret penyaluran BBM subsidi di Wamena kerap kali diwarnai oleh dinamika unik seperti tantangan geografis yang tidak mudah, sistem kupon dari pemerintah khususnya BBM solar dan juga banyaknya para pengetab yang menjualkan BBM subsidi ke Industri.
Tantangan distribusi di Wamena sebagai daerah yang akses logistik utamanya masih sangat bergantung pada jalur udara dan jalur darat Trans-Papua yang menantang, pasokan BBM ke Wamena memiliki kerentanan tinggi, beberapa persoalan utama yang sering dihadapi dalam pelayanan BBM subsidi bagi angkutan umum meliputi antrean panjang dan Pengetap.
Pemandangan antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wamena sudah menjadi hal yang lumrah. Disamping itu dari 4 SPBU di Wamena hanya 3 yang masih melayani angkutan umum, namun tantangan terbesar adalah memastikan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.
Salah satu Sopir Angkot yang berhasil ditemui Cenderawasih Pos Pieter Gombo, mengaku keterbatasan kuota harian untuk BBM ini ada banyak faktor seperti kendala logistik cuaca atau operasional penerbangan/kargo darat, pasokan ke SPBU terkadang tidak menentu, menyebabkan kuota harian cepat habis sebelum semua sopir angkutan umum kebagian.
“Dampak pada tarif angkutan ketika sopir angkot terpaksa membeli BBM eceran karena kehabisan di SPBU, biaya operasional mereka membengkak. Hal ini langsung berdampak pada kenaikan tarif angkutan yang membebani masyarakat kecil.” ungkapnya Rabu (8/7).
Menyikapi tantangan tersebut, pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat keamanan terus berbenah untuk memperbaiki tata kelola pelayanan BBM subsidi.
Beberapa langkah konkret yang diimplementasikan digitalisasi yang kini mulai di berlalukan menjadi kunci utama dalam penyaluran BBM Subsidi yang tepat, sehingga kepada setiap armada angkutan umum di Wamena diwajibkan mendaftarkan kendaraannya untuk mendapatkan QR Code
Langkah ini efektif membatasi pembelian berulang kali oleh oknum yang sama dalam sehari dan memastikan volume pengisian sesuai dengan regulasi yang ditetapkan, selain itu, untuk menghindari bentrokan antrean dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum SPBU di Wamena perlu menerapkan jalur khusus atau alokasi waktu tertentu bagi angkutan umum resmi.
“Hal ini membantu para sopir agar tidak kehilangan waktu narik atau mencari penumpang terlalu lama hanya untuk mengantre BBM, kalau sekarang ini sering kali di campurkan sehingga banyak waktu terbuang hanya untuk mengantri BBM,” Kata Pieter
Disamping itu perlu juga ada pengawasan bersama Tim Terpadu Pengawasan di lapangan diperketat dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan aparat TNI/Polri. Tujuannya adalah menertibkan kendaraan dengan tangki modifikasi dan memastikan SPBU menyalurkan BBM sesuai aturan.
“Perlu ada ketegasan regulasi pemerintah, komitmen distribusi dari Pertamina, serta kesadaran masyarakat untuk tidak menyalahgunakan BBM subsidi adalah formula utama demi terwujudnya Wamena yang lebih maju dan sejahtera.” tutup Gombo (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Melihat Pelayanan Pengisian BBM Bersubsidi Untuk Angkutan Umum Yang Ada di Kota Wamena
Menjaga nadi transportasi Lembah Baliem tentu memiliki tantangan dan solusi pelayanan yang perlu untuk diperhatikan, salah satunya dalam pengisian BBM Subsidi. Tak jarang para sopir tak kebagian jatah BBM bersubsidi.
Denny A Tonjauw- Wamena
Kota Wamena yang terletak di jantung Lembah Baliem, merupakan pusat urat nadi perekonomian bagi wilayah Pegunungan Papua.
Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan pilar penting yang menghubungkan masyarakat, barang, dan hasil bumi dari distrik-distrik, bahkan Kabupaten lain untuk masuk ke Kota Wamena.
Namun kelancaran pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi sektor transportasi publik menjadi hal yang sangat krusial, potret penyaluran BBM subsidi di Wamena kerap kali diwarnai oleh dinamika unik seperti tantangan geografis yang tidak mudah, sistem kupon dari pemerintah khususnya BBM solar dan juga banyaknya para pengetab yang menjualkan BBM subsidi ke Industri.
Tantangan distribusi di Wamena sebagai daerah yang akses logistik utamanya masih sangat bergantung pada jalur udara dan jalur darat Trans-Papua yang menantang, pasokan BBM ke Wamena memiliki kerentanan tinggi, beberapa persoalan utama yang sering dihadapi dalam pelayanan BBM subsidi bagi angkutan umum meliputi antrean panjang dan Pengetap.
Pemandangan antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wamena sudah menjadi hal yang lumrah. Disamping itu dari 4 SPBU di Wamena hanya 3 yang masih melayani angkutan umum, namun tantangan terbesar adalah memastikan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.
Salah satu Sopir Angkot yang berhasil ditemui Cenderawasih Pos Pieter Gombo, mengaku keterbatasan kuota harian untuk BBM ini ada banyak faktor seperti kendala logistik cuaca atau operasional penerbangan/kargo darat, pasokan ke SPBU terkadang tidak menentu, menyebabkan kuota harian cepat habis sebelum semua sopir angkutan umum kebagian.
“Dampak pada tarif angkutan ketika sopir angkot terpaksa membeli BBM eceran karena kehabisan di SPBU, biaya operasional mereka membengkak. Hal ini langsung berdampak pada kenaikan tarif angkutan yang membebani masyarakat kecil.” ungkapnya Rabu (8/7).
Menyikapi tantangan tersebut, pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat keamanan terus berbenah untuk memperbaiki tata kelola pelayanan BBM subsidi.
Beberapa langkah konkret yang diimplementasikan digitalisasi yang kini mulai di berlalukan menjadi kunci utama dalam penyaluran BBM Subsidi yang tepat, sehingga kepada setiap armada angkutan umum di Wamena diwajibkan mendaftarkan kendaraannya untuk mendapatkan QR Code
Langkah ini efektif membatasi pembelian berulang kali oleh oknum yang sama dalam sehari dan memastikan volume pengisian sesuai dengan regulasi yang ditetapkan, selain itu, untuk menghindari bentrokan antrean dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum SPBU di Wamena perlu menerapkan jalur khusus atau alokasi waktu tertentu bagi angkutan umum resmi.
“Hal ini membantu para sopir agar tidak kehilangan waktu narik atau mencari penumpang terlalu lama hanya untuk mengantre BBM, kalau sekarang ini sering kali di campurkan sehingga banyak waktu terbuang hanya untuk mengantri BBM,” Kata Pieter
Disamping itu perlu juga ada pengawasan bersama Tim Terpadu Pengawasan di lapangan diperketat dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan aparat TNI/Polri. Tujuannya adalah menertibkan kendaraan dengan tangki modifikasi dan memastikan SPBU menyalurkan BBM sesuai aturan.
“Perlu ada ketegasan regulasi pemerintah, komitmen distribusi dari Pertamina, serta kesadaran masyarakat untuk tidak menyalahgunakan BBM subsidi adalah formula utama demi terwujudnya Wamena yang lebih maju dan sejahtera.” tutup Gombo (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































