Forum Akademisi di Istana Hanya Didominasi Paparan Presiden Prabowo, Tak Ada Diskusi

2 days ago 10
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Prediksi sebagian Guru Besar UII dan UGM Yogyakarta yang menolak datang memenuhi undangan Presiden Prabowo ke Istana Negara, ternyata benar adanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Guru Besar UII Prof. Masduki dan Guru Besar UGM, Prof. Bakti Setiawan adalah sebagian Guru Besar yang menolak hadir.

Mereka menilai pertemuan dengan Presiden Prabowo tersebut hanyalah bersifat seremonial dan tidak efektif sebagai sarana diskusi maupun menyampaikan kritik dan aspirasi.

Faktanya, selama tiga jam pertemuan, tak ada ruang dialog dan diskusi antara presiden dan para Guru Besar. Ketiadaan ruang dialog itu dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Ia mengakui forum yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026), tidak menyediakan sesi diskusi formal antara presiden dan para akademikus.

Brian menyebut keterbatasan waktu menjadi alasan utama tidak dibukanya forum tanya jawab. Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, menurut dia, telah melewati batas waktu yang direncanakan.

“Mohon maaf tadi karena terus terang waktu sangat terbatas tadi sudah masuk jam 12.00 WIB, kemudian terus sampai jam 12.30 WIB, sehingga tidak ada secara khusus sesi diskusi,” kata Brian seusai acara.

Meski tanpa sesi dialog resmi, Brian mengklaim Presiden Prabowo tetap berinteraksi secara informal dengan sebagian peserta. Menurutnya, presiden sempat berbincang singkat dengan sejumlah guru besar di sela-sela acara maupun saat forum berakhir.

Brian juga menyampaikan rencana Presiden Prabowo untuk kembali mengundang kalangan akademisi pada kesempatan berikutnya. Dalam pertemuan lanjutan itu, presiden disebut ingin membuka ruang diskusi yang lebih terstruktur bersama pimpinan perguruan tinggi dan guru besar. “Jadi seperti itu, meskipun tadi tidak ada secara langsung forum (diskusi) tetapi dalam proses meninggalkan ruangan Bapak Presiden sempat melakukan diskusi kecil dengan beberapa peserta,” ucap Brian.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik dari dunia kampus. Ia menyebut komunikasi dengan perguruan tinggi telah berlangsung secara rutin, termasuk dengan Universitas Gadjah Mada.

“Kami rutin menerima (usulan) tidak hanya dari UGM. Inilah kadang-kadang kami berkirim surat kemudian melakukan koordinasi, melakukan diskusi,” ujar Prasetyo. Menurut politikus Partai Gerindra itu, mekanisme komunikasi tersebut menjadi salah satu jalur resmi penyampaian aspirasi kepada pemerintah.

Namun, pengalaman berbeda disampaikan salah satu akademikus yang hadir dalam forum tersebut. Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan, mengatakan tidak ada kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan atau masukan langsung kepada Presiden Prabowo.

Cecep menyebut seluruh rangkaian acara diisi dengan paparan presiden tanpa dialog terbuka. Ia mengaku memperoleh penjelasan bahwa absennya sesi tanya jawab disebabkan keterbatasan waktu. “Jadi, paparan Presiden saja,” kata Cecep seusai pertemuan di Istana, Kamis (15/1/2026).

Meski demikian, Cecep menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berjanji akan menggelar pertemuan lanjutan yang secara khusus difokuskan untuk menyerap aspirasi dari perguruan tinggi. “Prabowo mengatakan akan ada pertemuan berikutnya yang bisa ada dialog,” ujarnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|