Usai Bukber, Puluhan Pelajar Terlibat Bentrok di Jalan Imogiri Barat, 8 Diamankan  

11 hours ago 5
ilustrasi aksi tawuranIlustrasi aksi tawuran massal

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Niat berbuka puasa bersama berubah jadi keributan di jalan raya. Puluhan pelajar yang konvoi sepeda motor di Jalan Imogiri Barat, Bantul, justru terlibat bentrok dengan kelompok lain hingga membuat warga turun tangan.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Polisi bersama warga akhirnya mengamankan delapan pelajar yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari kegiatan buka bersama yang digelar salah satu SMP di Bantul.

“Awalnya, sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan dari siswa salah satu SMP di Bantul mengadakan buka bersama di Dorpie Coffe Jalan Imogiri Barat. Adapun peserta buka bersama dari siswa salah satu SMP tersebut sejumlah kurang lebih 100 orang,” katanya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Usai kegiatan tersebut, para siswa pulang secara bergerombol menggunakan sekitar 50 sepeda motor dan melaju ke arah selatan melalui Jalan Imogiri Barat.

Namun saat tiba di simpang empat Sudimoro, rombongan itu dihadang kelompok lain yang tidak dikenal. Kelompok tersebut disebut mengendarai sekitar 20 sepeda motor berbagai jenis, di antaranya Kawasaki KLX, Honda PCX, Yamaha NMAX, dan lainnya.

“Rombongan yang sudah menghadang tersebut kemudian mengikuti dan mendahului rombongan SMP dengan cara membleyer dan menyeret standar kendaraan ke aspal serta sambil mengayunkan benda semacam gasper,” tuturnya.

Situasi semakin tak terkendali ketika kedua kelompok bertemu kembali di wilayah Timbulharjo. Keributan pun pecah di jalan, memicu kepanikan warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian itu berupaya membubarkan dan melerai para remaja. Beberapa di antaranya berhasil diamankan sebelum akhirnya diserahkan ke aparat kepolisian.

“Ada beberapa orang dari rombongan yang terlibat keributan tersebut yang berhasil diamankan warga. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sewon,” papar Rita.

Delapan pelajar yang diamankan masing-masing berinisial KPL (15), MRS (14), ANR (15), DM (15), DNF (14), AK (20), AA (19) asal Kapanewon Pundong, serta MIA (15) asal Kapanewon Imogiri.

Selain mengamankan para pelajar, polisi juga mencatat adanya korban luka akibat insiden tersebut. Seorang petani berinisial S (51) asal Karang Tengah, Imogiri, mengalami memar di kaki kanan serta kerusakan pada sepeda motornya.

Kemudian, seorang pria berinisial MR (23) warga Kricak, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, mengalami luka di pipi kanan akibat ledakan kembang api.

Sebagai barang bukti, petugas menyita lima unit sepeda motor milik pelajar yang diduga terlibat keributan, termasuk kendaraan milik korban yang mengalami kerusakan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal kepada para remaja yang terlibat, petugas Unit Reskrim Polsek Sewon kembali menyerahkan masing-masing pelajar kepada orang tua,” tutup Rita.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa konvoi dan euforia berlebihan di jalan raya dapat memicu konflik yang membahayakan diri sendiri maupun masyarakat sekitar. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|