Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar acara wisuda selama tiga hari bagi 2.440 lulusan. Pada Rabu (24/7) dilakukan prosesi wisuda hari kedua dengan 839 wisudawan yang berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Agama Islam (FAI) dengan 237 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 431 lulusan serta Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) dengan 171 lulusan.
Turut hadir Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP, Wakil Rektor I UMSU Prof.Dr. Muhammad Arifin, M.Hum, Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto, MSi, direktur sekolah pascasarjana, dekan dan ketua program studi serta keluarga wisudawan dan undangan lainnya.
Pada prosesi wisuda ini, wisudawati Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi yang beragama Kristen membagikan pengalaman kuliah di UMSU sebagai seorang mahasiswa Kristen di lingkungan kampus yang kental dengan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan.
“Saya seorang Kristiani di kampus yang penuh dengan keislaman, dengan ciri khas kemuhammadiyahannya. Tapi itulah Muhammadiyah, sangat toleran dan menghargai perbedaan,” ujar Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi.
Wisudawati ini mengaku sempat diliputi keraguan sebelum memutuskan kuliah di UMSU. “Saya pernah ragu ketika masuk UMSU. Apakah saya akan dibedakan? Karena sebelumnya saya seorang guru minggu, atau dalam Islam seperti guru ngaji. Saya bertanya-tanya, apakah keimanan saya akan hilang di lingkungan yang sangat Islami? tuturnya.
Keraguan tersebut sirna ketika Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi merasakan suasana kampus yang inklusif dan penuh penerimaan. “Saya disambut hangat dan tidak dibedakan. Terbukti orangtua saya mempercayakan dua anaknya kuliah disini,” terangnya.
Nilai toleransi yang dia rasakan di UMSU menjadi bukti nyata implementasi Islam yang rahmatan lil alamin. “Disaat yang lain memilih perdebatan tentang kebenaran agama masing-masing, Muhammadiyah justru menjadikan perbedaan sebagai ruang diskusi dan memperkaya pengetahuan,” ujarnya.
Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi menutup pesannya dengan ungkapan syukur dan harapan untuk masa depan. “Rahmatan lil alamin betul-betul saya rasakan di UMSU. Terima kasih UMSU telah menerima saya dengan hangat. Semoga langkah kita dipenuhi kesuksesan dan keberkahan. Pendidikan yang sesungguhnya selalu punya ruang bagi semua manusia,” katanya.
Wisudawati berprestasi Anggita Sari Rangkuti dari FEB UMSU yang pernah menjadi finalis pemilihannmahasiswa prestasi nasional mengajak para lulusan untuk berani melangkah meski belum mengetahui seluruh jawabannya.
“Hidup tidak meminta kita tahu jawabannya terlebih dahulu, tapi bagaimana kita melakukannya. Tidak semua perjalanan besar dimulai dari peta yang besar, tapi dari saya coba dulu,” ujarnya.
Sebelumnya Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengucapkan selamat kepada para wisudawan dimana keberhasilan meraih gelar sarjana tidak lepas dari perjuangan panjang yang dilalui mahasiswa bersama orangtua. “Dibalik setiap toga terdapat air mata pengorbanan. Ada air mata orangtua yang berjuang agar anak-anaknya sampai di titik ini,” katanya.
Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga memaparkan berbagai prestasi akademik UMSU. Diantaranya perangkingan lembaga pemeringkatan internasional QS Stars, THE Impact Rangking, World University Ranking hingga MQA Malaysia. Tak kalah menarik yakni akreditasi internasional FIBA untuk dua prodi di FEB dan Bisnis dan dua Prodi di FAI.
Pada wisuda periode pertama ini, rektor UMSU memberi beasiswa alumni untuk melanjutkan jenjang pascasarjana kepada lulusan terbaik dan berprestasi Anggita Sari Rangkuti dan Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang berasal dari berbagai negara. Diantaranya dari Kamboja dan Thailand yang menempuh pendidikan di FEB, FIKTI dan FAI.
Sementara itu Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP bangga atas terselenggaranya wisuda yang menandakan proses akademik berjalan dengan baik. “Sejak semalam wisuda sudah dimulai. Tentu ini sebuah kebanggaan, artinya proses akademik berjalan dengan baik. Capaian para lulusan dapat dibuktikan di tengah masyarakat melalui kontribusi nyata,” pesannya.
Ketua BPH juga menegaskan optimisme UMSU untuk mencapai target sebagai world class university sebelum tahun 2033. “Kita harap nantinya UMSU menuju world class university sebelum 2033 akan tercapai dengan dukungan seluruh pihak,” katanya.
Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumut Prof. Dr. Abdullah Jamil, M.A juga mengapresiasi capaian UMSU, khususnya FAI. “Kami ikut berbangga atas capaian dan prestasi yang diraih UMSU,” ujarnya.
Prof. Dr. Abdullah Jamil, M.A menilai keberhasilan tersebut sejalan dengan slogan dan jati diri UMSU sebagai kampus yang terus bergerak maju. “Capaian ini tentunya sesuai dengan slogan yang menjadi konsep jati diri UMSU. Inilah konsep kemajuan yang akan membawa UMSU pada keberlanjutan,” katanya.
Wakil koordinator Kopertais Wilayah IX Sumut berharap UMSU terus memperkuat kualitas akademik melalui penambahan program studi unggulan dimasa depan. (dmp)

4 hours ago
5

















































