Gas Amonia Pabrik Es di Kalasan Bocor, Warga Sesak Napas dan Ikan di Kolam Mati Mendadak

10 hours ago 7
Ilustrasi dada nyeri sesak nafas. Foto/JSnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bau menyengat yang menyeruak di tengah malam membuat warga di sekitar pabrik es kristal di wilayah Kalasan, Sleman, panik berhamburan keluar rumah. Tak sedikit warga mengalami sesak napas dan iritasi mata setelah kebocoran gas amonia terjadi di area pabrik pada Jumat (8/5/2026) malam.

Dampak kebocoran gas industri itu bahkan menjalar hingga lingkungan permukiman warga. Sejumlah kolam ikan dilaporkan tercemar dan menyebabkan ikan-ikan mati mendadak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan hingga Sabtu (9/5/2026), area pabrik masih dalam pengawasan ketat tim gabungan dari Gegana Polda DIY, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Ada beberapa kolam warga yang ikannya mati akibat saluran airnya kena gas. Pabrik sesekali masih bau. Ini saya di lokasi. Warga masih menjauh dari lokasi, yang radius 200 sampai 300 meter masih masjid, di posko tempat pengungsian sementara,” ujar Bambang.

Menurutnya, sebagian warga memilih mengungsi mandiri ke masjid dan posko darurat lantaran khawatir terdampak paparan gas amonia. Di lokasi pengungsian, petugas medis disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan.

“Ada Dinkes, Puskesmas Kalasan yang memeriksa, merawat warga yang sesak nafas dan matanya iritasi,” katanya.

Insiden ini bermula ketika para pekerja pabrik mencium aroma gas menyengat saat proses produksi berlangsung pada Jumat malam sekitar pukul 23.30 WIB. Menyadari adanya kebocoran, karyawan langsung mematikan mesin produksi guna mencegah kondisi semakin memburuk.

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Sleman, Raditya Kusuma Tejamurti, mengungkapkan hingga Sabtu siang sedikitnya 25 warga telah menjalani pemeriksaan medis di posko kesehatan darurat.

Dari jumlah tersebut, tiga warga mengalami sesak napas cukup serius hingga membutuhkan bantuan oksigen karena saturasi awal di bawah 95 persen.

“Setelah mendapatkan oksigenasi selama 30 menit keadaan membaik dan telah dipulangkan. Jadi dari 25 yang diperiksa di posko, sudah banyak yang dipulangkan. Terakhir ada 21 dipulangkan. Tambah baru 4, (kini) dalam penanganan,” jelasnya.

Tim gabungan dari Sleman Emergency Services (SES), PMI, BPBD, dan Damkar Sleman telah melakukan penanganan sejak malam kejadian. Situasi mulai dinyatakan terkendali sekitar pukul 05.30 WIB, meski pemantauan di sekitar lokasi masih terus dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menyebut persoalan yang kini dihadapi warga bukan hanya iritasi fisik akibat paparan gas, tetapi juga trauma dan kecemasan. Karena itu, selain pelayanan medis, petugas juga memberikan pendampingan psikologis bagi warga terdampak.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap masker biasa cukup melindungi diri dari paparan gas amonia.

“Jadi untuk masuk ke area kebocoran, harus menggunakan masker full face. (Dampak jika terkena paparan), iritasi pada mata, kulit maupun saluran nafas bisa sampai sesak nafas. Kalau masyarakat terpapar maka segera keluar ruangan menuju ruangan terbuka dengan udara yang bersih,” katanya.

Gas amonia sendiri merupakan senyawa kimia yang umum dipakai sebagai bahan pendingin dalam industri, termasuk pabrik es kristal dan cold storage. Meski efektif menyerap panas, zat ini sangat berbahaya jika bocor karena bersifat korosif dan dapat merusak saluran pernapasan, mata, hingga kulit.

Paparan gas amonia dalam kadar tinggi juga dapat mencemari air dan mematikan organisme hidup di dalamnya. Saat bercampur dengan air kolam, amonia membentuk senyawa yang meningkatkan kadar basa air secara drastis sehingga beracun bagi ikan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|