Inilah sapi peranakan Simental bernama Parikesit asal Sukoharjo yang berbobot 1,13 ton. Sapi tersebut terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha tahun 2026 ini / AndoSUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Salah satu sapi milik peternak asal Kabupaten Sukoharjo kembali terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha tahun ini. Sapi bernama Parikesit tersebut memiliki bobot mencapai 1,13 ton dan merupakan sapi peranakan Simental dengan indukan Peranakan Ongole (PO).
Pemilik Mulyani Rejeki Farm, Kuncoro Budi Santoso, mengatakan proses terpilihnya sapi tersebut diawali dari monitoring yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo terhadap peternak sapi di wilayah setempat.
“Dinas melakukan monitoring di seluruh peternak di Kabupaten Sukoharjo. Sapi dari para peternak satu per satu dicek. Kebetulan sapi ternak saya yang terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo,” ujar Kuncoro saat ditemui.
Ia menuturkan, sapi bernama Parikesit itu dipilih karena memiliki postur besar dan kondisi kesehatan yang sangat baik. Nama Parikesit sendiri diambil dari tokoh pewayangan putra Abimanyu.
“Parikesit itu tokoh pewayangan, anaknya Abimanyu. Saya memang senang dengan nama Parikesit. Alhamdulillah untuk dibeli Presiden sudah dua kali ini, tahun kemarin dan tahun ini. Dari zaman Presiden Jokowi juga pernah dibeli,” sambungnya.
Menurut Kuncoro, selain pakan berkualitas, perawatan sapi juga dilakukan dengan perhatian khusus, termasuk menjaga kondisi emosional hewan ternak. Parikesit rutin dimandikan dan diperlakukan dengan penuh kasih sayang.
Nantinya, sapi kurban Presiden tersebut akan disembelih di Masjid Darussalam, Desa Cemani, Kabupaten Sukoharjo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryanto, menjelaskan proses pengajuan sapi kurban Presiden dilakukan secara daring melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.
“Kami diminta mengidentifikasi sapi terbaik di wilayah Sukoharjo. Syarat minimal bobotnya 900 kilogram. Dari hasil inventarisasi, sapi milik Pak Kuncoro dengan bobot lebih dari satu ton ini yang kami ajukan ke Sekretariat Negara,” terangnya.
Bagas menambahkan, proses seleksi dilakukan cukup ketat, termasuk melalui video call untuk menunjukkan spesifikasi sapi secara detail kepada pihak Sekretariat Negara.
“Melalui penawaran sistem online kemudian video call kita tunjukkan spesifikasinya. Alhamdulillah setelah melalui rangkaian proses panjang disepakati untuk digunakan oleh Presiden,” imbuhnya.
Ia memastikan kondisi kesehatan sapi Parikesit telah memenuhi seluruh persyaratan syariat dan kesehatan hewan. Pemeriksaan meliputi tes darah, pemeriksaan feses hingga pemeriksaan anatomi telah dilakukan secara menyeluruh.
“Semua memenuhi syarat sehat. Vaksinasi PMK dan pengobatan cacing juga sudah dilakukan. Kita pastikan ternak ini dalam kondisi sehat dan terus diawasi,” tandasnya. (Ando)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

4 hours ago
7
















































