Investor China Siap Gelontorkan Rp160 Miliar untuk Proyek Air Minum di Jateng, Daerah Ini Jadi Perhatian

22 hours ago 8
InvestasiPertemuan Wagub Jateng dan perwakilan investor China. Dok. Pemprov Jateng

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jawa Tengah kembali menjadi magnet investasi asing. Perusahaan asal China, PT Foshan Jinke, menyatakan kesiapannya menanamkan modal besar untuk proyek air minum dengan nilai mencapai Rp160 miliar. Investasi tersebut direncanakan berlokasi di Kabupaten Boyolali, yang dinilai memiliki sumber mata air paling ideal dibanding wilayah lain di Jawa Tengah.

Melansir laman resmi Pemprov Jateng, rencana investasi ini mencuat setelah perwakilan PT Foshan Jinke melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Kamis (15/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, dibahas pematangan proyek yang kini telah memasuki tahap lanjutan setelah melalui serangkaian survei lapangan.

Sebelumnya, PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah meninjau sedikitnya enam titik sumber mata air di berbagai daerah. Dari hasil peninjauan tersebut, Boyolali dinilai paling memenuhi kriteria perusahaan, terutama karena kualitas airnya yang baik serta lokasi sumber mata air yang relatif jauh dari kawasan permukiman warga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa pemerintah provinsi pada prinsipnya mendukung rencana investasi tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses harus berjalan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk aspek tata ruang dan perlindungan lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan lokasi usaha tidak bersinggungan dengan lahan persawahan maupun permukiman. Menurutnya, jarak aman antara sumber mata air dan aktivitas warga menjadi pertimbangan utama agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Taj Yasin menjelaskan, lokasi sumber mata air di Boyolali dinilai telah memenuhi ketentuan karena berada cukup jauh dari permukiman. Jarak antara sumber air dan hunian warga disebut berada pada kisaran satu hingga lima kilometer, sehingga dianggap aman untuk pengembangan proyek air minum berskala besar.

Sementara itu, perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh, mengungkapkan bahwa ketertarikan perusahaannya berinvestasi di Jawa Tengah didasari hasil riset mendalam terhadap kualitas sumber mata air. Menurutnya, air di wilayah tersebut memiliki tingkat kebersihan yang tinggi dan sesuai dengan standar industri yang dibutuhkan perusahaan.

Ia menyebutkan, para investor merasa yakin setelah melihat langsung kondisi lapangan. Kualitas air yang bersih menjadi faktor penentu utama dalam keputusan menanamkan modal di Jawa Tengah, khususnya di Boyolali.

Nilai investasi yang disiapkan PT Foshan Jinke diperkirakan mencapai 7 hingga 10 juta dolar AS atau setara sekitar Rp160 miliar. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat industri air minum di Jawa Tengah, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah, termasuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|