Jalur Temon–Keren Ditutup Gegara Truk Boks Raksasa Nyasar Ikuti Maps, Mobil Tak Bisa Lewat

2 days ago 11
NyasarTruk nyasar di jalur alternatif Temon-Keren hingga membuat akses tertutup untuk kendaraan roda empat. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Akses jalur alternatif Temon–Keren, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, mendadak lumpuh setelah sebuah truk boks berukuran besar nyasar dan terhenti di tengah jalan sempit, Kamis (15/1/2026). Insiden ini langsung berdampak pada arus lalu lintas dari arah Baturetno menuju Wonogiri maupun sebaliknya, khususnya kendaraan roda empat yang terpaksa tidak bisa melintas sama sekali.

Truk boks dengan kombinasi warna hijau dan boks berwarna silver serta berpelat nomor B 9305 TEV itu diduga kuat mengikuti petunjuk aplikasi peta digital. Tanpa mengetahui kondisi jalan sebenarnya, sopir nekat masuk ke jalur alternatif Temon–Keren yang memang dikenal sempit dan minim ruang untuk kendaraan besar.

Akibatnya, truk berhenti di sebuah tikungan tajam dekat Bukit Jenggruk, kawasan perbatasan Desa Temon dan Dusun Keren, Desa Setrorejo.

Sejak truk tersebut terjebak, jalur alternatif itu langsung ditutup untuk kendaraan roda empat. Penutupan dilakukan di dua titik, yakni pertigaan masuk Desa Temon di sisi selatan dan pertigaan masuk Dusun Keren di sisi utara.

Hanya kendaraan roda dua yang masih diizinkan melintas, itupun dengan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.

Kondisi jalan Temon–Keren sendiri sebenarnya sudah lama menjadi perhatian warga. Meski permukaannya telah berupa cor blok, lebar jalan sangat terbatas. Bahkan untuk dua mobil pribadi berpapasan saja, salah satunya harus keluar jalur atau berhenti mencari ruang aman. Ketika kendaraan besar seperti truk boks masuk, jalan praktis tidak memiliki toleransi ruang sama sekali.

Padahal, jalur alternatif ini sangat vital bagi pengguna jalan. Banyak warga memilih melewati Temon–Keren karena bisa memangkas jarak dan waktu tempuh dibandingkan jalur utama. Tidak heran jika penutupan mendadak ini memicu keluhan dari para pengguna jalan yang terpaksa memutar lebih jauh.

Salah satu pengguna jalan, Andi, warga Baturetno, mengaku cukup dirugikan dengan kejadian tersebut.

“Kalau lewat sini biasanya lebih cepat, nggak sampai 15 menit sudah tembus jalur ke Wonogiri tanpa melalui bangjo Batu, Boto, dan seterusnya. Sekarang harus muter, bisa nambah waktu banyak apalagi hujan,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi penutupan.

Keluhan serupa disampaikan Suyatno, pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius.

“Harapannya jalan ini diperlebar atau minimal ada rambu besar yang jelas supaya kendaraan besar tidak masuk,” tegasnya.

Menurut informasi, sopir truk diketahui datang dari arah utara. Saat memasuki jalur Temon–Keren, truk masih bisa berjalan. Namun begitu mendekati tikungan Bukit Jenggruk, sopir tidak bisa melanjutkan perjalanan karena lebar jalan semakin menyempit dan kondisi tikungan yang tidak memungkinkan kendaraan panjang bermanuver.

Warga pun terpaksa membantu mengatur lalu lintas sambil menunggu proses evakuasi truk. Hingga berita ini ditulis, truk boks tersebut masih berada di lokasi dan menunggu penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali memunculkan harapan masyarakat agar jalur alternatif Temon–Keren mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain pelebaran jalan, warga juga berharap adanya pemasangan rambu larangan kendaraan besar dan pembaruan data pada aplikasi peta digital agar kejadian serupa tidak terus berulang. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|