Janji 20 Ambulans Gratis Belum Terpenuhi, Pemko Tahun Ini Hanya Targetkan Tambah 8 Unit

13 hours ago 10

MEDAN – Program Ambulans Gratis 24 Jam yang menjadi salah satu janji kampanye Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap kembali menjadi sorotan. Pasalnya, target penyediaan ambulans yang dipaparkan dalam evaluasi capaian janji kampanye belum sesuai dengan angka yang pernah dijanjikan kepada masyarakat saat Pilkada 2024.

Dalam Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang digelar di Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026), terungkap bahwa program penambahan armada ambulans gratis masih berjalan di bawah target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan dokumen capaian program, pasangan Rico Waas-Zakiyuddin Harahap sempat menjanjikan penyediaan satu unit ambulans gratis pada 2025 dan penambahan 20 unit ambulans gratis pada 2026 yang akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Kota Medan.

Namun realisasinya, satu unit ambulans yang direncanakan pada 2025 tidak terealisasi. Sementara untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Medan hanya menargetkan pengadaan delapan unit ambulans baru dengan alokasi anggaran lebih dari Rp6,3 miliar.

Dikonfirmasi usai rapat, Rico Waas membenarkan bahwa tahun ini Pemko Medan hanya akan menambah delapan unit ambulans.”Tahun ini kita tambahkan delapan unit,” ujar Rico.

Menurutnya, jumlah tersebut perlu dilihat secara keseluruhan karena saat ini Pemko Medan telah memiliki 14 unit ambulans yang beroperasi. “Kita saat ini punya 14 ambulans. Ditambahkan tahun ini delapan unit, jadi nanti ada 22 unit. Itu untuk yang Pemko Medan punya,” katanya.

Saat ditanya mengenai perbedaan antara target kampanye sebanyak 20 unit ambulans pada 2026 dengan rencana pengadaan yang hanya delapan unit, Rico menyebut pihaknya masih memiliki waktu untuk memenuhi kebutuhan armada tersebut.

Menurut dia, upaya penambahan ambulans akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat.

“Ini kita masih punya waktu lagi untuk kita tambahkan. Kalau masih kekurangan maka kita harus kerjasamakan dengan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Rico menegaskan bahwa yang terpenting bukan hanya jumlah armada, melainkan efektivitas layanan agar ambulans dapat menjangkau masyarakat dengan cepat ketika dibutuhkan.

Ia mencontohkan pentingnya sistem jaringan informasi yang terintegrasi sehingga laporan kebutuhan ambulans dari warga dapat langsung ditangani oleh unit terdekat. “Jangan nanti pasiennya di Marelan, tetapi ambulansnya datang dari tengah kota. Ini harus bisa ditangkap oleh sistem dan jaringan yang ada agar pelayanan lebih cepat,” katanya.

Program Ambulans Gratis 24 Jam merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan pasangan Rico-Zakiyuddin untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Selain target 20 unit pada 2026, pasangan tersebut juga menjanjikan penambahan 10 unit ambulans pada 2027 serta masing-masing dua unit pada 2028 dan 2029. (map/ila)

MEDAN – Program Ambulans Gratis 24 Jam yang menjadi salah satu janji kampanye Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap kembali menjadi sorotan. Pasalnya, target penyediaan ambulans yang dipaparkan dalam evaluasi capaian janji kampanye belum sesuai dengan angka yang pernah dijanjikan kepada masyarakat saat Pilkada 2024.

Dalam Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang digelar di Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026), terungkap bahwa program penambahan armada ambulans gratis masih berjalan di bawah target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan dokumen capaian program, pasangan Rico Waas-Zakiyuddin Harahap sempat menjanjikan penyediaan satu unit ambulans gratis pada 2025 dan penambahan 20 unit ambulans gratis pada 2026 yang akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Kota Medan.

Namun realisasinya, satu unit ambulans yang direncanakan pada 2025 tidak terealisasi. Sementara untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Medan hanya menargetkan pengadaan delapan unit ambulans baru dengan alokasi anggaran lebih dari Rp6,3 miliar.

Dikonfirmasi usai rapat, Rico Waas membenarkan bahwa tahun ini Pemko Medan hanya akan menambah delapan unit ambulans.”Tahun ini kita tambahkan delapan unit,” ujar Rico.

Menurutnya, jumlah tersebut perlu dilihat secara keseluruhan karena saat ini Pemko Medan telah memiliki 14 unit ambulans yang beroperasi. “Kita saat ini punya 14 ambulans. Ditambahkan tahun ini delapan unit, jadi nanti ada 22 unit. Itu untuk yang Pemko Medan punya,” katanya.

Saat ditanya mengenai perbedaan antara target kampanye sebanyak 20 unit ambulans pada 2026 dengan rencana pengadaan yang hanya delapan unit, Rico menyebut pihaknya masih memiliki waktu untuk memenuhi kebutuhan armada tersebut.

Menurut dia, upaya penambahan ambulans akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat.

“Ini kita masih punya waktu lagi untuk kita tambahkan. Kalau masih kekurangan maka kita harus kerjasamakan dengan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Rico menegaskan bahwa yang terpenting bukan hanya jumlah armada, melainkan efektivitas layanan agar ambulans dapat menjangkau masyarakat dengan cepat ketika dibutuhkan.

Ia mencontohkan pentingnya sistem jaringan informasi yang terintegrasi sehingga laporan kebutuhan ambulans dari warga dapat langsung ditangani oleh unit terdekat. “Jangan nanti pasiennya di Marelan, tetapi ambulansnya datang dari tengah kota. Ini harus bisa ditangkap oleh sistem dan jaringan yang ada agar pelayanan lebih cepat,” katanya.

Program Ambulans Gratis 24 Jam merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan pasangan Rico-Zakiyuddin untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Selain target 20 unit pada 2026, pasangan tersebut juga menjanjikan penambahan 10 unit ambulans pada 2027 serta masing-masing dua unit pada 2028 dan 2029. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|