Kapal Terbalik, 129 Orang Hilang di Laut Jawa, Angkut 243 Penumpang dan Kru, Enam Meninggal, 108 Selamat

10 hours ago 6

SURABAYA – Dini hari kelam melanda rute pelayaran maritim Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang penumpang beserta kru dilaporkan miring mendadak lalu tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Operasi SAR skala besar pun langsung digelar untuk menyelamatkan para korban yang terombang-ambing di tengah lautan.

Hingga tadi malam, Tim SAR gabungan mencatatkan data sementara 114 penumpang berhasil dievakuasi. Dari angka tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam penumpang dinyatakan meninggal dunia. Kini, fokus utama petugas berpacu dengan waktu untuk melacak keberadaan 129 penumpang lain yang masih dinyatakan hilang.

Sedikitnya, 15 armada laut dan udara dikerahkan Basarnas Command Center ke titik koordinat tenggelamnya kapal. Alokasi kekuatan tersebut mencakup 11 kapal perang dan armada SAR, satu helikopter, serta tiga pesawat intai.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, pergerakan armada laut difokuskan dari tiga pangkalan utama, yakni Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar. Empat Kapal Republik Indonesia (KRI) milik TNI AL juga disiagakan memperkuat penyisiran.

“Kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian. Kami juga dibantu unsur udara dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta pesawat Karavan BNPB,” tegas Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin.

Operasi SAR ini dijalankan ketat sesuai standar International Maritime Organization (IMO). Selain armada resmi, kapal-kapal niaga yang berada di rute pelayaran sekitar lokasi ikut dikerahkan sebagai potensi SAR mendesak.

Proses pencarian di lapangan menghadapi kendala alam yang berat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana membeberkan, tinggi gelombang di sekitar titik tenggelamnya kapal mencapai 2 hingga 2,5 meter. Situasi ini memaksa tim SAR menurunkan kapal-kapal berukuran besar di atas 40 meter untuk menjaga keselamatan para personel penolong.

“Laporan dari Nakhoda KN SAR Laksamana mencatat tinggi gelombang antara 2 sampai 2,5 meter. Kondisi ini sangat berisiko bagi kapal kecil. Oleh karena itu, kapal berukuran besar seperti KN SAR Laksamana, KRI Nala, TB Maha Ocean, dan MP Haida kami prioritaskan di garis depan,” ujar Putu.

Langkah penyelamatan darurat yang dilakukan kapal-kapal melintas berhasil menyelematkan puluhan nyawa dari maut. Berdasarkan rincian evakuasi di lapangan, MV Haida berhasil menyelamatkan 69 orang. KM Cahaya Bahari menyelematkan 22 orang selamat. TB Mauhau IX menyelematkan 14 orang selamat, 1 korban luka berat, dan 1 meninggal dunia. Dan TB TCP menyelematkan 1 orang selamat serta mengevakuasi 5 korban meninggal dunia.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang turun langsung ke Banjarmasin menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi cepat seluruh unsur SAR, TNI, Polri, Pemprov Kalsel, dan para pelaut niaga. “Kami berharap seluruh penumpang yang selamat kondisinya baik sehingga dapat kembali berkumpul dengan keluarga secepatnya,” kata Dudy.

Korban selamat yang berhasil dievakuasi bertahap dibawa bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyebutkan, seluruh korban selamat langsung diarahkan ke posko kesehatan dan rumah sakit terdekat, termasuk RS Bhayangkara Banjarmasin, untuk mendapatkan penanganan medis dan penanganan trauma.

Kesaksian memilukan datang dari Ahmad Saudi, salah satu penumpang selamat yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti. Warga asal Surabaya yang hendak mengantar unit bus ke Banjarbaru tersebut menceritakan betapa cepat musibah itu terjadi.

Sekitar pukul 01.20 WITA, kapal yang awalnya melaju tenang mendadak miring ke sisi kiri dalam hitungan detik, tanpa ada sirene alarm maupun pengumuman darurat dari awak kapal.

“Saya lagi tidur di sofa, tiba-tiba ada penumpang lari berteriak kapal miring. Pas saya berdiri, ternyata memang sudah miring sekali. Langsung saya lari ke bawah berpegangan pada tiang jendela. Miringnya cepat banget karena posisinya lari ke kiri,” kenang Ahmad.

Ahmad terus bertahan memegang tiang hingga posisi kapal berbalik dan lambat laun tenggelam. Ia bersama 14 penumpang laki-laki lainnya beruntung bisa meraih sekoci perahu karet. Di atas perahu karet tanpa peneduh itu, mereka harus bertahan selama tiga jam diterjang angin kencang dan ombak tinggi sebelum akhirnya diselamatkan kapal penolong.

“Di perahu karet itu tiga jam kami dihantam ombak terus. Gelombangnya besar. Di dalam kamar-kamar kapal sepertinya masih banyak penumpang, terutama ibu-ibu dan anak-anak yang belum sempat keluar,” tutur Ahmad dengan suara bergetar.

Hilang Kontak Setelah Selat Madura

KM Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Terminal Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Sabtu (12/9) pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data Automatic Identification System of ITS (AISITS) yang dirilis pakar perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Eng Dhimas Widhi Handani, kapal sempat melaju konstan di kecepatan 12 hingga 14 knots saat melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) menuju Karang Jamuang.

Namun, sinyal AIS transponder kapal mendadak terputus dari server pemantau pada Sabtu malam pukul 22.33 WIB di posisi kecepatan 12,9 knots, tak lama setelah melintas di Selat Madura menuju arah timur laut Laut Jawa.

“Terputusnya data dapat terjadi karena kapal keluar dari jangkauan pemantauan atau terdapat kemungkinan perangkat AIS transponder di kapal berhenti mendadak akibat gangguan teknis maupun kelistrikan,” jelas Dhimas.

Data historis pelacakan real-time ini kini diserahkan kepada pihak berwenang sebagai bahan forensik maritim guna menginvestigasi penyebab pasti musibah pelayaran tersebut. Tim SAR gabungan dipastikan terus menyisir perairan Laut Jawa selama 24 jam penuh demi menemukan 130 korban yang belum diketahui nasibnya. (jpc/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|