UMSU Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor Universitas Muhammadiyah Malaysia

4 hours ago 5

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengukuhkan Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail sebagai canselor Universiti Muhammadiyah Malaysia (Umam) masa jabatan 2026-2031, Senin (14/9).

Pengukuhan digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Pengukuhan raja muda Perlis berkaitan dengan dukungan yang selama ini diberikan pihak kerajaan terhadap pendirian Umam.

“Pemasyhuran hari ini juga merupakan kesinambungan hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Penghargaan juga kami sampaikan kepada Saidul Amin dan seluruh warga Umam yang telah bekerja dengan penuh kesungguhan. Semua ini lahir dari ikhtiar, kesabaran, dan kerja panjang,” katanya.

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed berharap raja muda Perlis dapat menjadikan Umam sebagai jembatan ilmu pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia. “Umam lahir dari dua bangsa yang memiliki sejarah dekat. Kami berharap Umam menjadi jembatan ilmu antara Indonesia dan Malaysia,” harapnya.

Keberadaan Umam, sebut menteri, bukan sekadar pekerjaan administratif atau pengelolaan perguruan tinggi. Tetapi bagian dari kerja besar Muhammadiyah dalam membangun peradaban. “Universitas dibangun oleh manusia yang percaya kepada cita-cita. Apa yang dilakukan Umam bukan hanya pekerjaan pengurusan, tetapi kerja peradaban,” ujarnya.

Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Umam tidak boleh hanya mengejar kemajuan secara kelembagaan dan teknologi, tetapi juga harus mampu memberikan makna bagi kemajuan tersebut.

Raja muda Perlis pada tahun 2025 telah menerima gelar doktor kehormatan (honoris causa) bidang ilmu hukum dari UMSU sehingga menjadi alumni. Raja muda Perlis juga mendapatkan anugerah bintang tertinggi Muhammadiyah. Hal ini menjadi salah satu alasan UMSU sebagai tuan rumah pengukuhan.

Raja Muda Perlis Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra didampingi Raja Puan Muda Perlis Tuanku Dr. Hajah Lailatul Shahreen Akashah Khalil berterima kasih kepada PP Muhammadiyah, Umam, UMSU, pimpinan universitas, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mandat kepadanya. Ia mengaku memiliki ikatan khusus dengan UMSU setelah menerima gelar doktor kehormatan sehingga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah dan alumni UMSU.

“Saya telah dianugerahkan gelar doktor kehormatan sehingga menjadi alumni UMSU. Umam memiliki cita-cita untuk menjadi universiti terbaik di dunia dan kini telah memasuki tahun ketiga perjalanannya,” katanya.

Raja muda Perlis melihat Umam memiliki potensi besar menjadi pusat ilmu pengetahuan yang dapat mendekatkan masyarakat di berbagai negara Asia. Perkembangan Umam harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu keilmuan.

Tuanku Syed Faizuddin Putra menegaskan bahwa ukuran utama keberhasilan sebuah universitas bukan hanya pertumbuhan fisik atau peringkat kelembagaan. Tetapi juga kualitas pendidikan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengatakan bahwa pengukuhan ini merupakan kehormatan besar bagi UMSU dan merupakan momentum bersejarah bagi Umam dan internasionalisasi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. “Pemasyhuran Tuanku menjadi kebahagiaan tersendiri bagi UMSU. Kami yakin Uman akan semakin kuat menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang unggul dan bergerak menuju universitas global,” jelasnya.

Naib Canselor Umam Dr. H. Saidul Amin, M.A menyampaikan bahwa keberadaan Universitas Muhammadiyah Malaysia merupakan manifestasi nyata internasionalisasi Muhammadiyah. Muhammadiyah yang saat ini memiliki 165 universitas di Indonesia. Umam hadir di Malaysia dengan membawa gagasan Islam berkemajuan untuk semesta.

Kegiatan di UMSU ini turut dihadiri Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A, Muhammad Sayuti, M.Pd, M.Ed, Ph.D, Setiausaha Perlis Dato’ Noor Azman beserta istri, Konsul Republik Indonesia di Penang Wanton Saragih dan Konsul Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam.

Hadir juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt, M.Sc, Ph.D, IPM, ASEAN Eng, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si, Direktur Sekolah Menengah Pertama RI Dr. Maulani Mega Hapsari, M.A, Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP dan jajaran serta para wakil rektor dan jajaran Umam. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|