Kapal Virgo Transport 8 Hilang di Laut Jawa, 1 Tewas dan 140 Masih Dicari

7 hours ago 7
Ilustrasi kapal tenggelam | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Operasi pencarian Kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki fase genting. Dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut, baru 103 orang berhasil dievakuasi. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 140 orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus memperluas operasi setelah kapal yang melayani pelayaran Surabaya-Banjarmasin tersebut dilaporkan hilang kontak ketika menghadapi cuaca buruk.

Informasi mengenai kapal itu pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 04.10 Wita.

Laporan tersebut disampaikan Yoel Rihi, General Manager PT Virgo. Berdasarkan informasi awal, kapal diperkirakan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 Wita saat masih berada dalam pelayaran menuju Banjarmasin.

Data sementara dari Basarnas menyebutkan, kapal membawa 243 orang. Hingga perkembangan terakhir, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi.

Namun, jumlah korban yang belum ditemukan masih jauh lebih besar. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian dan data mengenai kondisi seluruh penumpang maupun awak kapal masih terus diverifikasi oleh petugas di lapangan.

“Berdasarkan laporan tersebut, kejadian diperkirakan terjadi pada pukul 02.00 Wita,” demikian dikutip dari Basarnas.

Satu korban dari 103 orang yang berhasil dievakuasi dilaporkan meninggal dunia. Tim SAR kini memusatkan perhatian untuk menemukan 140 orang yang masih belum diketahui keberadaannya.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah kekuatan, baik dari Basarnas, TNI AL, maupun unsur terkait dan potensi SAR lainnya. Sejumlah armada telah dikerahkan untuk menjangkau wilayah pencarian, antara lain Helikopter HR-3601, KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, serta KN Kunyit.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan seluruh sumber daya yang tersedia dioptimalkan untuk operasi tersebut.

“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR,” katanya.

Virgo Transport 8 sebelumnya diketahui bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.13 GMT.

Dalam perjalanan, kapal menghadapi kondisi cuaca buruk. Setelah itu, komunikasi dengan kapal terputus dan hingga laporan diterima petugas, posisi kapal belum dapat diketahui secara pasti.

Posisi terakhir yang diterima berada di kawasan perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Begitu menerima laporan, Kantor SAR Banjarmasin langsung menggerakkan personel dan armada menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan kapal.

Enam personel rescue diberangkatkan menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih sekitar pukul 04.30 Wita. Dari dermaga tersebut, tim melanjutkan perjalanan menggunakan KN SAR Laksamana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir kapal. Perjalanan laut diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima jam.

Untuk memperkuat pencarian, Basarnas juga berkoordinasi dengan KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.

Berbagai peralatan disiapkan untuk mendukung operasi, mulai dari armada SAR, perangkat water rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, Starlink, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah kerja Kantor SAR Banjarmasin saat laporan diterima terpantau cerah. Namun, kondisi cuaca di area pencarian terus dipantau karena faktor cuaca sebelumnya disebut menjadi bagian dari situasi yang dihadapi kapal.

I Putu Sudayana mengatakan tim tidak hanya mengandalkan satu unsur dalam operasi tersebut. Seluruh potensi SAR dikoordinasikan untuk mempercepat pencarian, terlebih jumlah orang yang berada di kapal cukup besar.

“Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir,” kata Putu Sudayana dalam keterangan tertulis pada Minggu (13/9/2026).

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” imbuhnya.

Dengan 140 orang yang masih belum ditemukan, operasi pencarian kini menjadi prioritas. Basarnas meminta masyarakat dan keluarga penumpang tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu perkembangan resmi dari petugas.

Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan. Informasi mengenai korban maupun kondisi kapal akan disampaikan kembali apabila terdapat perkembangan signifikan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|